Jelajahi ekosistem Ruqelo
Alat produktivitas klinis berbasis AI untuk tenaga kesehatan.
Ruqelo ClinicalEdukasi dan panduan kesehatan yang mudah dipahami pasien.
Latihan berbicara bahasa Arab premium dengan roleplay, audio, dan Companion.
Ruqelo ArabicBerdasarkan panduan klinis Saudi
Faecal calprotectin adalah pemeriksaan pada sampel tinja (feses) untuk mengukur kadar protein yang disebut calprotectin. Protein ini dilepaskan oleh sel darah putih saat terjadi peradangan di usus. Dengan mengukur kadar calprotectin dalam tinja, dokter dapat mengetahui apakah ada peradangan pada saluran pencernaan, terutama usus besar dan usus halus. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit radang usus (seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif) dan untuk memantau aktivitas penyakit pada pasien yang sudah didiagnosis.
Fakta penting
Pemeriksaan faecal calprotectin sudah banyak digunakan di Indonesia dan negara lain sebagai alat bantu diagnosis awal penyakit radang usus. Peningkatan kadar calprotectin cukup sering ditemukan pada pasien dengan keluhan diare kronis, sakit perut, atau perdarahan dari saluran cerna.
Pemeriksaan ini dilakukan pada orang yang memiliki gejala yang mengarah pada peradangan usus, seperti diare berkepanjangan, sakit perut, atau adanya darah dalam tinja. Tidak tergantung usia, namun lebih sering dilakukan pada dewasa muda dan anak-anak dengan dugaan penyakit radang usus.
Pemeriksaan faecal calprotectin dilakukan dengan mengambil sampel tinja (feses) Anda. Sampel dikirim ke laboratorium untuk diukur kadar calprotectin. Hasil biasanya tersedia dalam beberapa hari. Dokter akan menginterpretasikan hasil berdasarkan nilai normal laboratorium setempat dan gejala Anda.
Pengobatan untuk peradangan usus tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter akan memberikan pengobatan antimikroba. Jika penyebabnya adalah penyakit radang usus (IBD), tujuannya adalah mengendalikan peradangan, mengurangi gejala, dan mencegah kekambuhan. Perawatan melibatkan kombinasi obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan kadang-kadang operasi.
Hidup dengan penyakit radang usus atau kondisi peradangan usus lainnya membutuhkan penyesuaian. Anda mungkin perlu merencanakan aktivitas sehari-hari dengan mempertimbangkan ketersediaan toilet, menghindari makanan pemicu, dan mengelola stres. Penting untuk tetap terhubung dengan dokter dan tim perawatan kesehatan Anda.
Penyakit radang usus (IBD) belum dapat dicegah sepenuhnya karena penyebabnya belum diketahui pasti. Namun, Anda dapat mengurangi risiko flare-up (kekambuhan) dengan mengelola faktor pemicu seperti stres, pola makan, dan merokok. Untuk penyebab lain seperti infeksi, menjaga kebersihan dan menghindari makanan yang terkontaminasi dapat membantu.
Jika Anda memiliki faktor risiko (riwayat keluarga IBD atau gejala kronis), dokter mungkin menyarankan pemeriksaan faecal calprotectin sebagai skrining awal. Tidak ada skrining massal untuk IBD, tetapi pemeriksaan rutin dianjurkan jika ada gejala mencurigakan.
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Saat akan melakukan tes faecal calprotectin, Anda akan diberikan wadah steril untuk menampung sampel tinja. Pastikan sampel tidak terkontaminasi urin atau air. Tidak perlu persiapan khusus, tetapi beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat antiinflamasi seperti OAINS. Dokter akan menjelaskan hasil dan kemungkinan langkah selanjutnya.
Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan usus. Pada kasus IBD yang lebih berat, dokter dapat menggunakan obat imunosupresan (penekan sistem kekebalan tubuh) atau terapi biologis yang ditargetkan. Pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan dipantau secara ketat oleh dokter. Jangan pernah mengganti atau menghentikan obat tanpa konsultasi dokter.
Operasi biasanya dipertimbangkan jika pengobatan medis tidak efektif, terjadi komplikasi seperti perforasi usus, fistula, atau obstruksi usus, atau pada kasus kanker usus besar. Operasi dapat berupa pengangkatan bagian usus yang terkena.
Pola makan yang sehat dan seimbang sangat penting. Banyak pasien merasa lebih baik dengan diet rendah serat saat kambuh, dan serat tinggi saat remisi. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk rencana makan yang sesuai. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda dapat membantu mengurangi stres dan memperbaiki kualitas hidup. Hindari olahraga berat saat gejala aktif.
Hidup dengan penyakit kronis dapat menimbulkan kecemasan, depresi, atau isolasi sosial. Perasaan ini wajar dan perlu diakui. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter, konselor, atau bergabung dengan kelompok dukungan. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dengan peradangan usus dapat menjalani hidup yang aktif dan berkualitas. Diagnosis dini, pengobatan yang sesuai, dan pemantauan rutin dapat mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi. Meskipun kondisi ini bersifat kronis, banyak pasien mencapai remisi (masa tanpa gejala) dan tetap produktif. Selalu optimis dan jangan ragu mencari bantuan medis.