Understanding faecal calprotectin results
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Faecal calprotectin adalah pemeriksaan pada sampel tinja (feses) untuk mengukur kadar protein yang disebut calprotectin. Protein ini dilepaskan oleh sel darah putih saat terjadi peradangan di usus. Dengan mengukur kadar calprotectin dalam tinja, dokter dapat mengetahui apakah ada peradangan pada saluran pencernaan, terutama usus besar dan usus halus. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit radang usus (seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif) dan untuk memantau aktivitas penyakit pada pasien yang sudah didiagnosis.
Fakta penting
- Calprotectin adalah protein yang keluar dari sel darah putih saat terjadi peradangan.
- Kadar calprotectin yang normal biasanya rendah. Kadar yang tinggi menandakan adanya peradangan di usus.
- Pemeriksaan ini bukan diagnosis pasti, melainkan petunjuk yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lain seperti endoskopi dan biopsi.
Pemeriksaan faecal calprotectin sudah banyak digunakan di Indonesia dan negara lain sebagai alat bantu diagnosis awal penyakit radang usus. Peningkatan kadar calprotectin cukup sering ditemukan pada pasien dengan keluhan diare kronis, sakit perut, atau perdarahan dari saluran cerna.
Pemeriksaan ini dilakukan pada orang yang memiliki gejala yang mengarah pada peradangan usus, seperti diare berkepanjangan, sakit perut, atau adanya darah dalam tinja. Tidak tergantung usia, namun lebih sering dilakukan pada dewasa muda dan anak-anak dengan dugaan penyakit radang usus.
Gejala
- Nyeri perut hebat yang mendadak
- Perdarahan dari saluran cerna berat (misalnya tinja hitam atau berdarah segar dalam jumlah banyak)
- Demam tinggi tidak turun
- Muntah darah
- Tanda syok seperti pusing, kulit dingin, denyut nadi cepat
- ⚠Diare dengan dehidrasi (haus berlebihan, mulut kering, jarang buang air kecil)
- ⚠Darah dalam tinja dalam jumlah sedang
- ⚠Nyeri perut yang bertambah parah
- ⚠Penurunan kesadaran atau lemas ekstrem
Gejala umum
- Diare yang berlangsung lebih dari 4 minggu
- Nyeri atau kram perut
- Darah dalam tinja (feses)
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Sering buang air besar
- Demam yang tidak diketahui penyebabnya
- Kehilangan nafsu makan
Gejala pada anak-anak
- Diare kronis
- Nyeri perut berulang
- Terhambatnya pertumbuhan
- Darah dalam tinja
- Demam berulang tanpa infeksi jelas
Gejala pada lansia
- Diare atau konstipasi baru
- Nyeri perut
- Penurunan berat badan
- Anemia (kurang darah)
- Perubahan pola buang air besar
Penyebab
Penyebab utama
- Penyakit radang usus (IBD) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif
- Infeksi usus (misalnya karena bakteri atau virus)
- Penyakit celiac (intoleransi gluten)
- Pemakaian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau aspirin
- Penyakit divertikulitis
- Kanker usus besar
- Kolitis mikroskopis
- Penyakit radang usus lainnya
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan penyakit radang usus
- Merokok
- Usia muda (20-40 tahun) lebih rentan IBD
- Pola makan tinggi lemak dan rendah serat
- Stres berkepanjangan (dapat memperburuk peradangan)
- Infeksi usus berulang
- Penggunaan OAINS jangka panjang
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika hasil faecal calprotectin Anda sangat tinggi (>250 µg/g atau sesuai nilai rujukan laboratorium) dan disertai gejala berat seperti nyeri perut hebat, demam, atau perdarahan aktif
- Jika Anda mengalami gejala baru yang mengarah pada peradangan usus, seperti diare berdarah dan penurunan berat badan drastis
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda memiliki gejala pencernaan kronis (diare lebih dari 4 minggu, sakit perut berulang) dan ingin dilakukan pemeriksaan awal
- Jika Anda sudah didiagnosis IBD dan perlu pemantauan aktivitas penyakit secara berkala
Diagnosis
Pemeriksaan faecal calprotectin dilakukan dengan mengambil sampel tinja (feses) Anda. Sampel dikirim ke laboratorium untuk diukur kadar calprotectin. Hasil biasanya tersedia dalam beberapa hari. Dokter akan menginterpretasikan hasil berdasarkan nilai normal laboratorium setempat dan gejala Anda.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan faecal calprotectin
- Tes darah (seperti hitung darah lengkap, CRP, laju endap darah)
- Pemeriksaan tinja untuk infeksi
- Endoskopi atau kolonoskopi dengan biopsi
- Pencitraan seperti CT scan atau MRI usus
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat akan melakukan tes faecal calprotectin, Anda akan diberikan wadah steril untuk menampung sampel tinja. Pastikan sampel tidak terkontaminasi urin atau air. Tidak perlu persiapan khusus, tetapi beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat antiinflamasi seperti OAINS. Dokter akan menjelaskan hasil dan kemungkinan langkah selanjutnya.
Perawatan
Pengobatan untuk peradangan usus tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter akan memberikan pengobatan antimikroba. Jika penyebabnya adalah penyakit radang usus (IBD), tujuannya adalah mengendalikan peradangan, mengurangi gejala, dan mencegah kekambuhan. Perawatan melibatkan kombinasi obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan kadang-kadang operasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti anjuran dokter mengenai pola makan, seperti menghindari makanan yang memicu gejala (misalnya makanan pedas, berlemak, atau tinggi serat jika sedang kambuh)
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau olahraga ringan
- Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi, terutama jika diare
- Catat gejala dan faktor pemicu untuk dibicarakan dengan dokter
- Hindari merokok dan batasi alkohol
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan usus. Pada kasus IBD yang lebih berat, dokter dapat menggunakan obat imunosupresan (penekan sistem kekebalan tubuh) atau terapi biologis yang ditargetkan. Pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan dipantau secara ketat oleh dokter. Jangan pernah mengganti atau menghentikan obat tanpa konsultasi dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya dipertimbangkan jika pengobatan medis tidak efektif, terjadi komplikasi seperti perforasi usus, fistula, atau obstruksi usus, atau pada kasus kanker usus besar. Operasi dapat berupa pengangkatan bagian usus yang terkena.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan penyakit radang usus atau kondisi peradangan usus lainnya membutuhkan penyesuaian. Anda mungkin perlu merencanakan aktivitas sehari-hari dengan mempertimbangkan ketersediaan toilet, menghindari makanan pemicu, dan mengelola stres. Penting untuk tetap terhubung dengan dokter dan tim perawatan kesehatan Anda.
Tips gaya hidup
- Patuhi jadwal minum obat dan kontrol rutin ke dokter
- Lakukan olahraga ringan secara teratur seperti jalan kaki atau yoga
- Cukup tidur dan istirahat
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Jaga kebersihan diri untuk mencegah infeksi
Diet dan olahraga
Pola makan yang sehat dan seimbang sangat penting. Banyak pasien merasa lebih baik dengan diet rendah serat saat kambuh, dan serat tinggi saat remisi. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk rencana makan yang sesuai. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda dapat membantu mengurangi stres dan memperbaiki kualitas hidup. Hindari olahraga berat saat gejala aktif.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit kronis dapat menimbulkan kecemasan, depresi, atau isolasi sosial. Perasaan ini wajar dan perlu diakui. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter, konselor, atau bergabung dengan kelompok dukungan. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Pencegahan
Penyakit radang usus (IBD) belum dapat dicegah sepenuhnya karena penyebabnya belum diketahui pasti. Namun, Anda dapat mengurangi risiko flare-up (kekambuhan) dengan mengelola faktor pemicu seperti stres, pola makan, dan merokok. Untuk penyebab lain seperti infeksi, menjaga kebersihan dan menghindari makanan yang terkontaminasi dapat membantu.
Program skrining
Jika Anda memiliki faktor risiko (riwayat keluarga IBD atau gejala kronis), dokter mungkin menyarankan pemeriksaan faecal calprotectin sebagai skrining awal. Tidak ada skrining massal untuk IBD, tetapi pemeriksaan rutin dianjurkan jika ada gejala mencurigakan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Peradangan usus yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi seperti tukak (ulkus) pada usus
- Fistula (saluran abnormal antara usus dan organ lain)
- Striktur (penyempitan usus)
- Obstruksi usus (sumbatan)
- Malnutrisi akibat penurunan penyerapan nutrisi
- Peningkatan risiko kanker usus besar pada IBD yang tidak terkontrol
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dengan peradangan usus dapat menjalani hidup yang aktif dan berkualitas. Diagnosis dini, pengobatan yang sesuai, dan pemantauan rutin dapat mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi. Meskipun kondisi ini bersifat kronis, banyak pasien mencapai remisi (masa tanpa gejala) dan tetap produktif. Selalu optimis dan jangan ragu mencari bantuan medis.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.