Jelajahi ekosistem Ruqelo
Alat produktivitas klinis berbasis AI untuk tenaga kesehatan.
Ruqelo ClinicalEdukasi dan panduan kesehatan yang mudah dipahami pasien.
Latihan berbicara bahasa Arab premium dengan roleplay, audio, dan Companion.
Ruqelo ArabicBerdasarkan panduan klinis Saudi
Tes Quantiferon adalah pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah tubuh Anda pernah terpapar bakteri penyebab tuberkulosis (TB). Tes ini juga dikenal sebagai tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay). Hasilnya membantu dokter menentukan apakah Anda memiliki infeksi TB laten (tidur) yang belum aktif.
Fakta penting
Tes Quantiferon sudah banyak digunakan di Indonesia, terutama untuk skrining TB pada orang yang berisiko tinggi terpapar.
Tes ini dianjurkan bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB aktif, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (misalnya HIV), atau mereka yang akan menjalani pengobatan yang menekan kekebalan, seperti pengobatan kanker atau transplantasi.
Diagnosis diawali dengan tes darah Quantiferon. Tes ini mengukur respons imun tubuh terhadap protein spesifik bakteri TB. Hasil positif perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lain untuk menentukan apakah infeksi aktif atau hanya laten.
Pengambilan darah dilakukan seperti tes biasa. Satu tabung darah khusus akan dikirim ke laboratorium. Hasil biasanya keluar dalam 1–3 hari. Dokter akan menjelaskan arti hasil dan langkah selanjutnya.
Pengobatan tergantung pada hasil diagnosis apakah Anda memiliki TB aktif atau infeksi laten. TB aktif memerlukan pengobatan kombinasi obat antituberkulosis selama 6–9 bulan. Infeksi laten dapat diobati dengan satu atau dua obat untuk mencegah berkembang menjadi TB aktif.
TB aktif diobati dengan kombinasi obat antituberkulosis yang digunakan setiap hari atau beberapa kali seminggu, diawasi langsung (DOT - Directly Observed Therapy) untuk memastikan kepatuhan. Infeksi laten cukup dengan satu atau dua obat selama beberapa bulan. Dokter akan menentukan regimen yang sesuai berdasarkan kondisi Anda, mengacu pada pedoman Kemenkes.
Jika Anda didiagnosis TB aktif, Anda mungkin perlu diisolasi selama 2 minggu pertama pengobatan untuk mencegah penularan. Setelah itu, Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Minum obat secara teratur sangat penting.
Konsumsi makanan kaya protein dan vitamin (daging, telur, sayur, buah) untuk membantu pemulihan. Olahraga ringan seperti senam atau bersepeda santai dianjurkan jika tidak ada sesak napas.
Menjalani pengobatan TB dapat menimbulkan stres, terutama karena durasi yang panjang dan stigma. Ingatlah bahwa TB dapat disembuhkan. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau konselor.
Ya, risiko tertular TB dapat dikurangi dengan menghindari kontak dekat dengan pasien TB aktif, menggunakan masker di tempat ramai, serta menjaga daya tahan tubuh. Infeksi laten dapat dicegah menjadi aktif dengan pengobatan pencegahan.
Vaksin BCG diberikan pada bayi di Indonesia untuk mencegah TB berat seperti meningitis TB dan TB milier. Vaksin ini tidak melindungi 100% tetapi mengurangi risiko penyakit berat.
Skrining TB dengan tes Quantiferon dianjurkan bagi kelompok berisiko tinggi, seperti kontak erat dengan pasien TB, orang dengan HIV, atau mereka yang akan menggunakan obat imunosupresan. Konsultasikan dengan dokter apakah Anda perlu skrining.
Dengan pengobatan yang tepat dan disiplin, TB aktif dapat disembuhkan sepenuhnya. Infeksi laten pun dapat dicegah menjadi aktif. Tingkat kesembuhan di Indonesia mencapai lebih dari 85% pada program pengobatan yang diawasi. Jangan putus asa, banyak pasien yang pulih dan kembali hidup normal.
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 9 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Operasi jarang diperlukan pada TB, kecuali jika ada komplikasi seperti penumpukan cairan di rongga dada (efusi pleura) yang perlu dikeluarkan atau kerusakan paru yang memerlukan tindakan bedah.