urine blood test explained
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes darah dalam urine (disebut juga hematuria) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya sel darah merah dalam urine. Biasanya dilakukan dengan celup reagen (dipstick) yang diletakkan ke dalam sampel urine. Jika positif, bisa menandakan masalah pada saluran kemih.
Fakta penting
- Tes ini sederhana, cepat, dan tidak menimbulkan nyeri.
- Darah dalam urine bisa terlihat langsung (kemerahan) atau hanya terdeteksi di laboratorium (mikroskopik).
- Banyak kondisi yang bisa menyebabkannya, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit ginjal.
Ya, tes urine untuk darah adalah salah satu pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan, baik untuk skrining maupun diagnosis.
Tes ini bisa dilakukan pada siapa saja yang memiliki gejala seperti perubahan warna urine, nyeri saat kencing, atau faktor risiko tertentu seperti usia lanjut, merokok, atau riwayat batu ginjal.
Gejala
- Darah dalam urine disertai nyeri perut atau pinggang yang sangat hebat
- Tidak bisa buang air kecil sama sekali
- Demam tinggi disertai menggigil
- Muntah-muntah yang tidak berhenti
- ⚠Darah dalam urine yang terus-menerus tanpa gejala lain
- ⚠Nyeri saat kencing yang mengganggu aktivitas
- ⚠Sering buang air kecil hingga mengganggu tidur
Gejala umum
- Urine berwarna merah, merah muda, atau kecoklatan
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Sering buang air kecil atau terburu-buru
- Nyeri di pinggang, perut bagian bawah, atau panggul
Gejala pada anak-anak
- Urine berwarna merah atau kecoklatan
- Demam
- Nyeri perut
- Mengompol pada anak yang sebelumnya sudah tidak mengompol
Gejala pada lansia
- Urine berwarna merah atau merah muda
- Nyeri saat kencing
- Kesulitan buang air kecil atau pancaran urine lemah
- Nyeri panggul atau punggung bawah
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Batu ginjal atau batu kandung kemih
- Pembesaran prostat (pada pria)
- Penyakit ginjal seperti glomerulonefritis
- Cedera ginjal akibat benturan
- Olahraga berat (misalnya lari jarak jauh)
- Obat-obatan tertentu, contohnya pengencer darah
- Tumor atau kanker saluran kemih (jarang)
Faktor risiko
- Riwayat infeksi saluran kemih berulang
- Riwayat batu ginjal dalam keluarga
- Usia di atas 50 tahun
- Merokok aktif atau pasif
- Paparan bahan kimia tertentu di tempat kerja
- Penggunaan obat antiradang nonsteroid (OAINS) secara rutin
- Olahraga berat tanpa hidrasi cukup
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika urine tampak merah atau merah muda dan tidak hilang dalam sehari
- Jika disertai nyeri hebat, demam, atau kesulitan buang air kecil
- Jika Anda hamil dan mendapati darah dalam urine
Buat janji temu rutin jika:
- Jika darah dalam urine ditemukan pada pemeriksaan rutin tanpa gejala
- Jika Anda memiliki faktor risiko seperti merokok atau riwayat keluarga kanker saluran kemih
Diagnosis
Tes darah dalam urine biasanya dimulai dengan celup reagen (dipstick) yang diletakkan ke dalam sampel urine. Jika strip berubah warna, itu tanda adanya darah. Dokter kemudian akan memeriksa sampel urine di bawah mikroskop untuk memastikan jumlah sel darah merah. Bila perlu, dilakukan tes lain seperti kultur urine, USG ginjal, atau sistoskopi untuk mencari penyebabnya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Urinalisis (dipstick dan mikroskopik)
- Kultur urine (untuk mendeteksi infeksi)
- USG ginjal dan kandung kemih
- CT scan ginjal
- Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih dengan kamera kecil)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan ini cepat dan tidak nyeri. Anda akan diminta buang air kecil ke dalam wadah steril. Setelah itu, dokter atau petugas laboratorium akan mencelupkan strip ke dalam urine dan membaca hasilnya dalam beberapa menit. Jika ditemukan darah, dokter akan menjelaskan langkah selanjutnya. Anda tidak perlu khawatir berlebihan; kebanyakan penyebab dapat diatasi.
Perawatan
Pengobatan darah dalam urine tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tujuan utama adalah mengatasi kondisi yang menyebabkan perdarahan. Dokter akan menentukan rencana pengobatan yang paling sesuai.
Perawatan mandiri di rumah
- Perbanyak minum air putih kecuali dilarang oleh dokter
- Hindari olahraga berat sampai penyebab diketahui
- Istirahat yang cukup
- Jangan menahan buang air kecil
- Hindari merokok dan minuman beralkohol
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan obat sesuai penyebab. Misalnya, antibiotik untuk infeksi saluran kemih, obat untuk membantu melarutkan batu ginjal, atau obat yang melemaskan otot prostat untuk pembesaran prostat. Jika terkait penyakit ginjal, Anda mungkin dirujuk ke dokter spesialis ginjal. Jangan mengonsumsi obat apa pun tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi mungkin diperlukan jika ada batu ginjal besar yang tidak bisa keluar sendiri, tumor, atau perdarahan yang tidak berhenti. Dokter bedah urologi akan menjelaskan prosedur yang sesuai dengan kondisi Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Jika Anda pernah mengalami darah dalam urine, perhatikan warna urine setiap hari. Catat jika ada perubahan dan laporkan ke dokter. Ikuti jadwal kontrol yang disarankan dan jangan ragu bertanya jika ada keluhan.
Tips gaya hidup
- Minum cukup air setiap hari (sekitar 2 liter atau sesuai kebutuhan)
- Jangan menunda buang air kecil
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Lakukan olahraga ringan secara teratur
- Jaga kebersihan area kemih untuk mencegah infeksi
Diet dan olahraga
Makan makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Batasi garam dan protein hewani jika Anda memiliki risiko batu ginjal. Olahraga ringan baik, tapi hindari olahraga berat tanpa persiapan dan cukup minum.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Melihat darah dalam urine bisa membuat cemas. Ingatlah bahwa sebagian besar penyebab dapat diobati. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter, keluarga, atau konselor jika perlu.
Pencegahan
Tidak semua penyebab darah dalam urine dapat dicegah, tetapi Anda dapat menurunkan risikonya dengan minum cukup air, tidak merokok, mengelola tekanan darah, dan menjaga kebersihan area kemih. Hindari penggunaan obat yang tidak perlu tanpa konsultasi dokter.
Vaksin
Vaksinasi seperti vaksin HPV dapat membantu mencegah kanker serviks yang bisa menyebar ke saluran kemih, namun tidak secara langsung mencegah darah dalam urine. Tanyakan kepada dokter tentang vaksin yang sesuai.
Program skrining
Pemeriksaan urine rutin mungkin disarankan bagi orang dengan faktor risiko tinggi, misalnya perokok berat atau yang memiliki riwayat keluarga kanker kandung kemih. Diskusikan dengan dokter Anda apakah Anda memerlukan skrining secara teratur.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi ginjal (pielonefritis) jika infeksi saluran kemih tidak diobati
- Kerusakan ginjal permanen jika disebabkan oleh penyakit ginjal kronis
- Penyebaran kanker jika ada tumor ganas yang tidak terdeteksi
- Batu ginjal yang membesar dan menyumbat saluran kemih, menyebabkan nyeri hebat
Prospek jangka panjang
Kebanyakan penyebab darah dalam urine bisa ditangani dengan baik. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, komplikasi serius dapat dicegah. Jika Anda mengikuti saran dokter dan menjalani gaya hidup sehat, prognosisnya umumnya baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 18 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.