Menjaga Mata Sehat Saat Bepergian
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Ini adalah panduan untuk menjaga kesehatan mata Anda selama bepergian, baik saat naik pesawat, kereta, bus, mobil, maupun saat berada di tempat wisata. Perjalanan bisa membuat mata terasa kering, merah, atau perih karena perubahan udara, debu, angin, dan sinar matahari.
Fakta penting
- Udara kabin pesawat sangat kering, sehingga mata bisa terasa perih dan seperti berpasir.
- Sering menyentuh mata dengan tangan yang belum bersih meningkatkan risiko infeksi mata.
- Pengguna lensa kontak perlu ekstra hati-hati saat bepergian, terutama jika berenang atau tidur menggunakan lensa.
Sangat umum. Banyak orang mengalami mata kering, merah, atau terasa perih selama perjalanan, terutama karena AC, angin, debu, dan kelelahan.
Bisa dialami siapa saja, dari anak-anak hingga lansia. Namun, orang yang memakai lensa kontak, memiliki mata kering, atau bepergian ke daerah berdebu dan berangin lebih berisiko.
Gejala
- Penglihatan tiba-tiba hilang atau kabur parah di satu atau kedua mata — segera hubungi layanan gawat darurat setempat.
- Sakit mata yang sangat hebat atau terasa seperti ditusuk — segera hubungi layanan gawat darurat.
- Bahan kimia terciprat ke dalam mata — segera bilas dengan air bersih lalu cari bantuan medis darurat.
- Benda tajam seperti kaca, logam, atau serpihan melukai bola mata — jangan menariknya, segera hubungi layanan gawat darurat.
- Mata bengkak hebat disertai demam dan tidak bisa dibuka — segera hubungi layanan gawat darurat.
- ⚠Mata merah menyala disertai nanah atau kotoran mata berlebihan
- ⚠Terasa seperti ada benda di mata yang tidak hilang setelah dibilas air
- ⚠Mata sangat silau dan perih saat terkena cahaya
- ⚠Melihat kilatan cahaya atau bayangan seperti tirai menutupi sebagian pandangan
- ⚠Gejala tidak membaik atau bertambah buruk dalam 1–2 hari
Gejala umum
- Mata terasa kering atau perih
- Mata merah atau berair
- Terasa seperti ada pasir atau debu di mata
- Lelah saat menatap layar ponsel atau membaca lama
- Penglihatan sedikit kabur, tetapi membaik setelah berkedip
Gejala pada anak-anak
- Mata merah atau sering mengucek mata
- Mata berair atau banyak kotoran mata
- Rewel dan peka terhadap cahaya terang
Gejala pada lansia
- Mata kering dan perih yang terasa lebih sering
- Sulit melihat layar ponsel atau tulisan kecil saat perjalanan
- Lebih sensitif terhadap silau matahari atau lampu kendaraan
Penyebab
Penyebab utama
- Udara kering dari AC pesawat, kereta, atau bus
- Angin, debu, pasir, dan asap di tempat tujuan
- Terlalu lama menatap layar ponsel atau tablet tanpa istirahat
- Menggosok mata dengan tangan atau tisu yang kotor
- Air kolam renang, laut, atau air leding yang kurang bersih masuk ke mata
- Pembersihan lensa kontak yang kurang higienis selama bepergian
Faktor risiko
- Memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
- Memiliki riwayat mata kering atau alergi mata
- Kurang tidur dan kelelahan selama perjalanan
- Bepergian ke daerah berangin, berpasir, atau sangat panas
- Berenang atau berendam di air yang tidak bersih
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Penglihatan menurun atau kabur terus-menerus
- Mata merah disertai nyeri dan keluarnya nanah
- Ada benda asing di mata yang tidak bisa dikeluarkan dengan dibilas
- Gejala bertambah parah meski sudah mengistirahatkan mata
Buat janji temu rutin jika:
- Mata masih perih atau kering beberapa hari setelah perjalanan selesai
- Ingin memeriksakan mata sebelum berangkat, terutama jika memiliki kondisi mata sebelumnya
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat perjalanan, dan kegiatan Anda selama di perjalanan, misalnya berenang, memakai lensa kontak, atau terkena debu. Lalu dokter memeriksa mata dengan alat penerang dan kaca pembesar.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan ketajaman penglihatan dengan membaca huruf di papan
- Pemeriksaan dengan lampu celah (slit-lamp) untuk melihat permukaan mata secara detail
- Tes pewarna khusus untuk melihat goresan halus di kornea atau lapisan bening depan mata
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat, sekitar 10–15 menit, dan tidak sakit. Dokter akan menjelaskan temuan dan memberi langkah perawatan. Jika perlu, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis mata.
Perawatan
Sebagian besar masalah mata akibat perjalanan bersifat ringan dan sembuh sendiri. Perawatan utama adalah melindungi mata, mengistirahatkan mata, dan menjaga kebersihan tangan. Jika ada infeksi, dokter akan memberikan obat tetes mata yang sesuai.
Perawatan mandiri di rumah
- Lepaskan lensa kontak jika mata terasa tidak nyaman, lalu gunakan kacamata
- Bilas mata perlahan dengan air bersih atau larutan pencuci mata yang dijual bebas di apotek
- Gunakan tetes mata pelumas sesuai petunjuk apoteker atau tenaga kesehatan
- Kompres mata yang tertutup dengan kain bersih yang dibasahi air hangat atau dingin selama beberapa menit
- Istirahatkan mata: berhenti menatap layar dan pejamkan mata beberapa saat
- Hindari mengucek mata, dan cuci tangan sebelum menyentuh area mata
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat tetes mata sesuai penyebabnya, misalnya obat antialergi untuk reaksi alergi atau obat antibakteri untuk infeksi bakteri. Pengobatan harus mengikuti resep dokter. Jangan membeli obat tetes mata sembarangan, terutama jika gejala berupa nanah atau nyeri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi hampir tidak pernah diperlukan untuk keluhan mata ringan saat bepergian. Tindakan lanjutan hanya dipertimbangkan jika ada cedera serius atau penyakit mata yang sudah ada sebelumnya.
Hidup dengan kondisi ini
Bawa perlengkapan mata sederhana saat bepergian: kacamata cadangan, lensa kontak beserta cairan pembersihnya jika dipakai, tetes mata pelumas, dan tisu bersih. Simpan di tempat yang mudah dijangkau.
Tips gaya hidup
- Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 6 meter selama 20 detik
- Berkedip lebih sering dan minum air yang cukup agar tubuh tidak kekurangan cairan
- Gunakan kacamata hitam yang melindungi dari sinar matahari saat beraktivitas di luar
- Jaga kebersihan tangan, terutama sebelum menyentuh wajah
- Tidur cukup selama perjalanan agar mata tidak mudah lelah
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup minum air putih. Makanan kaya vitamin A, C, dan E seperti wortel, sayuran hijau, dan buah-buahan dapat membantu menjaga kesehatan mata secara umum, meskipun bukan pengganti pengobatan medis.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Masalah mata saat bepergian bisa membuat Anda cemas atau stres, apalagi jika mengganggu liburan. Ingatlah bahwa sebagian besar keluhan bersifat sementara dan bisa ditangani. Jika Anda merasa tertekan karena gejala yang berlarut-larut, bicarakan dengan tenaga kesehatan atau orang terdekat.
Pencegahan
Sebagian besar masalah mata saat bepergian dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan, melindungi mata dari angin, debu, dan sinar matahari, serta merawat lensa kontak dengan benar. Sesuai panduan Kementerian Kesehatan RI dan tenaga kesehatan, mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri adalah langkah penting selama perjalanan.
Program skrining
Jika Anda memiliki riwayat penyakit mata atau memakai lensa kontak, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata 1–2 minggu sebelum keberangkatan dalam perjalanan jauh. Pemeriksaan ini membantu memastikan kondisi mata aman untuk bepergian.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi mata ringan yang tidak ditangani bisa bertambah parah menjadi peradangan kornea atau lapisan bening depan mata
- Goresan di kornea yang terinfeksi bisa mengganggu penglihatan
- Cedera akibat bahan kimia yang tidak segera dibilas dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, hampir semua keluhan mata saat bepergian bersifat ringan dan sembuh sempurna dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana. Dengan perlindungan yang tepat dan penanganan cepat saat gejala muncul, mata Anda tetap sehat dan perjalanan pun tetap menyenangkan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.