Abscess drainage
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Drainase abses adalah tindakan medis untuk mengeluarkan nanah dari abses. Abses adalah benjolan berisi nanah yang biasanya muncul karena infeksi. Nanah adalah cairan kental berisi sel darah putih, kuman, dan jaringan yang rusak. Pada tindakan ini, tenaga kesehatan membuat sayatan kecil pada kulit atau jaringan yang terinfeksi agar nanah bisa keluar, lalu area dibersihkan dan ditutup dengan perban.
Fakta penting
- Abses sering tidak sembuh hanya dengan dipencet atau dibiarkan, karena nanah terperangkap di dalam jaringan.
- Drainase abses biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, yaitu obat bius di area sekitar abses agar lebih nyaman.
- Jangan memencet atau menusuk abses sendiri karena dapat memperparah infeksi dan menyebarkan kuman.
Ya, abses cukup sering terjadi. Abses dapat muncul di kulit, ketiak, selangkangan, sekitar anus, gusi, payudara, atau bagian tubuh lain. Beberapa abses kecil bisa membaik dengan perawatan medis sederhana, tetapi abses yang besar, sangat nyeri, atau dalam sering memerlukan drainase oleh tenaga kesehatan.
Siapa pun bisa mengalami abses, termasuk anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Risiko dapat lebih tinggi pada orang dengan diabetes, daya tahan tubuh lemah, luka kulit, kebersihan luka yang kurang baik, atau riwayat abses berulang.
Gejala
- Sulit bernapas, nyeri dada, pingsan, atau tampak sangat lemah
- Kebingungan mendadak, mengantuk berat, atau sulit dibangunkan
- Demam tinggi disertai menggigil hebat, kulit dingin atau berkeringat, atau detak jantung sangat cepat
- Kemerahan menyebar sangat cepat, terutama disertai nyeri berat atau kulit berubah kehitaman
- Abses disertai tanda infeksi berat setelah operasi atau prosedur medis
- Bayi kecil dengan demam atau tampak sangat sakit
- Jika gejala gawat darurat muncul, segera hubungi layanan gawat darurat. Gunakan nomor darurat yang tercantum di situs ini atau layanan darurat setempat.
- ⚠Abses di wajah, sekitar mata, leher, tulang belakang, sekitar anus, kelamin, atau payudara
- ⚠Abses sangat nyeri, membesar cepat, atau ukurannya besar
- ⚠Demam, menggigil, atau badan terasa sangat tidak enak
- ⚠Garis merah menjalar dari area abses
- ⚠Anda memiliki diabetes, gangguan daya tahan tubuh, sedang menjalani pengobatan yang menurunkan daya tahan tubuh, atau memiliki penyakit berat lain
- ⚠Abses muncul setelah gigitan hewan, luka tusuk, suntikan, atau operasi
- ⚠Abses tidak membaik atau sering kambuh
Gejala umum
- Benjolan yang nyeri, hangat, merah, dan bengkak
- Terasa berdenyut atau semakin sakit saat disentuh
- Kulit tampak mengilap atau tegang di atas benjolan
- Keluar nanah atau cairan berbau dari benjolan
- Demam ringan atau badan terasa tidak enak
- Pembengkakan kelenjar di dekat area infeksi, misalnya di leher, ketiak, atau selangkangan
Gejala pada anak-anak
- Anak tampak rewel, sulit tidur, atau tidak mau area yang sakit disentuh
- Benjolan merah dan nyeri, sering di area kulit yang lecet, bekas gigitan serangga, atau lipatan kulit
- Demam, kurang nafsu makan, atau tampak lemas
Gejala pada lansia
- Nyeri atau kemerahan bisa tampak lebih ringan daripada tingkat infeksinya
- Kebingungan, lemas, nafsu makan turun, atau jatuh bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius
- Luka yang lambat sembuh, terutama pada orang dengan diabetes atau gangguan aliran darah
Penyebab
Penyebab utama
- Kuman masuk melalui luka kecil, goresan, gigitan serangga, atau kulit yang pecah
- Folikel rambut tersumbat atau terinfeksi, yaitu kantong kecil tempat rambut tumbuh
- Kelenjar kulit tersumbat, misalnya di ketiak, selangkangan, atau sekitar anus
- Infeksi dari gigi, gusi, atau jaringan yang lebih dalam
- Benda asing kecil di kulit, seperti serpihan, yang memicu infeksi
- Luka operasi atau luka yang tidak bersih
Faktor risiko
- Diabetes atau gula darah yang tidak terkontrol
- Daya tahan tubuh lemah
- Riwayat abses berulang
- Kondisi kulit yang mudah luka atau meradang
- Kebiasaan memencet jerawat, bisul, atau benjolan
- Kontak kulit dekat di lingkungan padat, olahraga kontak, atau berbagi handuk dan alat cukur
- Kebersihan luka yang kurang baik
- Merokok
- Kelebihan berat badan atau lipatan kulit yang mudah lembap dan lecet
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Periksa pada hari yang sama jika abses membesar cepat, sangat nyeri, atau disertai demam
- Periksa segera jika abses berada di wajah, sekitar mata, leher, tulang belakang, sekitar anus, kelamin, atau payudara
- Periksa segera jika Anda memiliki diabetes, daya tahan tubuh lemah, atau sedang hamil
- Periksa segera jika ada garis merah menjalar, kulit sekitar makin luas memerah, atau keluar nanah banyak
- Periksa segera jika abses muncul setelah luka tusuk, gigitan hewan, operasi, atau prosedur medis
Buat janji temu rutin jika:
- Buat janji dengan dokter jika ada benjolan nyeri yang tidak membaik dalam beberapa hari
- Konsultasikan jika abses sering kambuh di lokasi yang sama atau beberapa lokasi
- Minta pemeriksaan jika luka bekas drainase tidak membaik sesuai arahan tenaga kesehatan
- Konsultasikan jika Anda ragu cara mengganti perban atau merawat luka di rumah
Diagnosis
Dokter biasanya mendiagnosis abses dengan menanyakan keluhan dan memeriksa area yang bengkak. Pemeriksaan membantu membedakan abses dari benjolan lain, seperti kista, memar, atau radang kulit tanpa kumpulan nanah. Dokter juga akan menilai apakah infeksi tampak ringan, dalam, atau menyebar.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik pada area yang bengkak, merah, hangat, atau nyeri
- USG, yaitu pemeriksaan dengan gelombang suara, untuk melihat apakah ada kumpulan nanah di bawah kulit
- Pemeriksaan nanah di laboratorium jika abses besar, berulang, berat, atau tidak membaik
- Tes darah jika ada demam, tampak sangat sakit, atau dicurigai infeksi menyebar
- Pemeriksaan pencitraan lain jika abses diduga berada lebih dalam atau dekat organ penting
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat diperiksa, Anda mungkin diminta menunjukkan area yang sakit. Tenaga kesehatan akan menjaga privasi Anda. Jika drainase diperlukan, area kulit akan dibersihkan, lalu diberi pembiusan lokal agar lebih nyaman. Dokter membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah, membersihkan rongga abses, dan menutupnya dengan perban. Kadang dipasang kasa kecil atau saluran kecil sementara agar sisa cairan bisa keluar. Anda akan diberi petunjuk cara merawat luka dan kapan kontrol.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah mengeluarkan nanah, mengurangi nyeri, membersihkan infeksi, dan membantu luka sembuh. Pilihan perawatan bergantung pada ukuran abses, lokasi, gejala, kondisi kesehatan Anda, dan apakah infeksi tampak menyebar.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan memencet, menusuk, atau mengiris abses sendiri.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area yang sakit atau mengganti perban.
- Tutup area yang mengeluarkan cairan dengan perban bersih sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Gunakan kompres hangat pada area kecil yang belum dibuka jika disarankan tenaga kesehatan, dan hentikan bila nyeri bertambah.
- Setelah drainase, jaga luka tetap bersih dan kering sesuai petunjuk.
- Ganti perban sesuai arahan dan buang perban bekas dengan aman.
- Hindari berbagi handuk, pakaian, alat cukur, atau barang pribadi sampai luka sembuh.
- Datang kontrol sesuai jadwal, terutama jika ada kasa atau drain yang perlu dilepas.
Perawatan medis
Drainase abses adalah tindakan utama untuk banyak abses yang berisi nanah. Pada beberapa kasus, tenaga kesehatan juga dapat memberikan obat untuk membantu mengatasi infeksi atau nyeri, tanpa selalu diperlukan pada semua orang. Jika abses berada dalam, besar, dekat organ penting, atau disertai tanda infeksi menyebar, perawatan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dengan pemantauan lebih ketat. Selalu ikuti arahan dokter, dan jangan menggunakan obat sisa atau obat orang lain.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tindakan bedah kecil biasanya dipertimbangkan jika abses besar, sangat nyeri, tidak membaik, berada di lokasi sulit, berada lebih dalam, berulang, atau bila dokter menilai nanah perlu dikeluarkan dengan aman. Untuk abses dalam atau kompleks, tindakan dapat dilakukan oleh dokter bedah di ruang tindakan atau ruang operasi.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah drainase, rasa nyeri dan tekanan biasanya berkurang secara bertahap. Luka mungkin masih mengeluarkan sedikit cairan selama beberapa hari. Ikuti petunjuk perawatan luka, jaga perban tetap bersih, dan perhatikan tanda yang perlu diperiksa ulang seperti demam, kemerahan meluas, nyeri bertambah, bau tidak sedap, atau cairan makin banyak.
Tips gaya hidup
- Mandi sesuai arahan tenaga kesehatan; beberapa luka perlu dijaga tetap kering pada awal penyembuhan.
- Gunakan pakaian longgar agar area luka tidak tergesek.
- Jangan menggaruk atau mencabut keropeng luka.
- Cuci seprai, handuk, dan pakaian yang terkena cairan luka.
- Jika abses berulang, bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan penyebab dan cara pencegahan.
- Jika Anda memiliki diabetes, minta bantuan tenaga kesehatan untuk menjaga gula darah sesuai rencana perawatan Anda.
Diet dan olahraga
Makan cukup protein seperti telur, ikan, tempe, tahu, atau kacang-kacangan dapat membantu pemulihan luka. Minum cukup air dan makan buah serta sayur. Aktivitas ringan biasanya boleh dilakukan jika nyaman, tetapi hindari olahraga berat, berenang, atau aktivitas yang membuat luka tergesek sampai dokter mengatakan aman.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Memiliki luka bernanah atau perlu tindakan kecil bisa membuat cemas, malu, atau tidak nyaman. Perasaan itu wajar. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter, perawat, keluarga, atau orang yang Anda percaya. Jika Anda merasa sangat tertekan, tidak aman, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan darurat melalui layanan setempat atau nomor darurat yang tercantum di situs ini.
Pencegahan
Tidak semua abses bisa dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi. Rawat luka kecil dengan membersihkan menggunakan air bersih, tutup bila perlu, dan ganti perban secara teratur. Jangan berbagi alat cukur atau handuk. Hindari memencet jerawat, bisul, atau benjolan. Jaga kulit tetap bersih dan kering, terutama di lipatan kulit. Jika Anda memiliki penyakit seperti diabetes, ikuti rencana perawatan dari tenaga kesehatan.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah semua abses. Namun, menjaga imunisasi sesuai anjuran Kemenkes dapat membantu melindungi dari beberapa infeksi tertentu. Tanyakan kepada tenaga kesehatan apakah imunisasi Anda sudah sesuai usia dan kondisi kesehatan.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin khusus untuk abses pada semua orang. Jika abses sering kambuh, dokter dapat menyarankan pemeriksaan untuk mencari faktor pemicu, seperti masalah gula darah, kondisi kulit tertentu, atau gangguan daya tahan tubuh.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Abses dapat membesar dan semakin nyeri
- Infeksi dapat menyebar ke kulit sekitar, menyebabkan kemerahan dan bengkak yang lebih luas
- Nanah dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam
- Luka dapat meninggalkan bekas atau membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
- Pada sebagian orang, terutama yang daya tahan tubuhnya lemah, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menjadi kondisi gawat darurat
Prospek jangka panjang
Dengan pemeriksaan dan perawatan yang tepat, banyak abses membaik dengan baik setelah drainase. Waktu penyembuhan berbeda-beda tergantung ukuran, lokasi, kondisi kesehatan, dan perawatan luka. Jika Anda mengikuti petunjuk tenaga kesehatan dan datang kontrol sesuai jadwal, peluang pemulihan biasanya baik.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.