Day of adenoidectomy
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Adenoidectomy adalah operasi pengangkatan kelenjar adenoid, yaitu jaringan kecil di belakang hidung yang membantu melawan infeksi. Operasi ini dilakukan jika adenoid membesar dan menyebabkan masalah seperti sulit bernapas melalui hidung, infeksi telinga berulang, atau mendengkur keras.
Fakta penting
- Adenoid biasanya mengecil dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 7-8 tahun.
- Operasi adenoidektomi biasanya dilakukan bersamaan dengan pemasangan pipa ventilasi telinga (grommet) jika ada infeksi telinga.
- Prosedur ini dilakukan dengan bius total, sehingga anak tidak merasakan sakit selama operasi.
Ya, adenoidektomi adalah salah satu operasi yang cukup sering dilakukan pada anak-anak di Indonesia dan di seluruh dunia.
Operasi ini paling sering dilakukan pada anak usia 1-12 tahun, karena pada usia tersebut adenoid cenderung lebih besar dan sering menyebabkan masalah. Namun, orang dewasa juga bisa menjalani operasi ini jika diperlukan.
Gejala
- Kesulitan bernapas yang parah atau napas tersengal-sengal
- Bibir atau wajah membiru
- Kejang atau hilang kesadaran
- ⚠Demam tinggi setelah operasi (di atas 38,5°C)
- ⚠Pendarahan dari hidung atau mulut setelah operasi (lebih dari sedikit bercak)
- ⚠Nyeri hebat yang tidak berkurang dengan obat yang diresepkan dokter
Gejala umum
- Sulit bernapas melalui hidung sehingga sering bernapas melalui mulut
- Mendengkur keras saat tidur
- Hidung tersumbat yang tidak membaik dengan obat
- Infeksi telinga tengah yang berulang (otitis media)
- Gangguan pendengaran ringan akibat cairan di belakang gendang telinga
- Bicara seperti hidung tersumbat (nasal)
Gejala pada anak-anak
- Sering terbangun di malam hari karena kesulitan bernapas
- Letih dan mudah mengantuk di siang hari akibat tidur tidak nyenyak
- Perubahan perilaku seperti mudah marah atau sulit konsentrasi
- Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat karena sering sakit
Gejala pada lansia
- Infeksi sinus kronis yang tidak membaik dengan pengobatan
- Nyeri atau tekanan di wajah
- Bau mulut yang terus-menerus
Penyebab
Penyebab utama
- Pembesaran adenoid akibat infeksi berulang (misalnya pilek atau radang tenggorokan)
- Alergi kronis yang menyebabkan peradangan di saluran napas
- Faktor genetik yang membuat adenoid lebih besar dari ukuran normal
Faktor risiko
- Sering terkena infeksi saluran pernapasan atas pada anak usia balita
- Riwayat alergi dalam keluarga
- Paparan asap rokok di lingkungan rumah
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Anak mendengkur sangat keras disertai henti napas saat tidur (sleep apnea)
- Infeksi telinga berulang yang tidak membaik dengan antibiotik
- Gangguan pendengaran yang mempengaruhi perkembangan bicara
Buat janji temu rutin jika:
- Hidung tersumbat menetap lebih dari 3 bulan meski sudah diobati
- Mendengkur ringan yang mengganggu kualitas tidur
- Rekomendasi dari dokter umum untuk konsultasi ke dokter THT
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik pada hidung, telinga, dan tenggorokan. Untuk melihat ukuran adenoid, dokter dapat menggunakan alat khusus seperti endoskop hidung (kamera kecil yang dimasukkan ke dalam hidung) atau foto rontgen.
Tes yang mungkin dilakukan
- Endoskopi hidung: melihat langsung pembesaran adenoid
- Foto rontgen nasofaring: melihat ukuran adenoid dari gambar
- Tes pendengaran (audiometri): jika ada dugaan gangguan pendengaran
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak sakit, meski sedikit tidak nyaman saat endoskopi. Dokter akan menjelaskan hasil dan membahas apakah operasi diperlukan. Jika direkomendasikan, Anda akan mendapatkan jadwal operasi dan petunjuk persiapan.
Perawatan
Pengobatan adenoid membesar dimulai dengan obat-obatan untuk mengatasi infeksi atau alergi. Jika keluhan tidak membaik atau terjadi komplikasi, dokter THT dapat merekomendasikan adenoidektomi (operasi pengangkatan adenoid).
Perawatan mandiri di rumah
- Memberikan cukup waktu istirahat setelah operasi
- Minum cairan hangat untuk membantu menenangkan tenggorokan
- Hindari makanan keras atau panas selama beberapa hari pertama setelah operasi
- Jangan meniup hidung terlalu keras selama seminggu setelah operasi
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis anak untuk mengurangi nyeri setelah operasi. Antibiotik kadang diberikan jika ada infeksi. Hindari aspirin pada anak karena risiko sindrom Reye. Ikuti petunjuk dokter mengenai obat yang aman.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi disarankan jika adenoid membesar parah hingga menyebabkan gangguan napas, sleep apnea, infeksi telinga berulang yang mempengaruhi pendengaran, atau sinusitis kronis yang tidak membaik dengan pengobatan.
Hidup dengan kondisi ini
Pada hari operasi, pasien akan dirawat di rumah sakit selama beberapa jam hingga sehari. Setelah pulang, biasanya ada nyeri tenggorokan ringan hingga sedang yang bisa diatasi dengan obat. Anak sudah bisa kembali ke sekolah dalam 1-2 minggu, tergantung kesembuhan.
Tips gaya hidup
- Hindari aktivitas fisik berat atau olahraga selama 2 minggu setelah operasi untuk mencegah perdarahan
- Jangan berenang atau menyelam sampai dokter mengizinkan
- Biasakan hidup di lingkungan bebas asap rokok untuk mencegah iritasi saluran napas
Diet dan olahraga
Setelah operasi, makan makanan lunak dan dingin seperti es krim, yogurt, atau bubur. Hindari makanan keras, pedas, atau asam. Minum air putih yang cukup. Olahraga ringan bisa dimulai setelah 2 minggu, namun konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani operasi bisa membuat anak cemas. Dukung anak dengan bicara positif, dampingi saat di rumah sakit, dan beri pujian. Jika anak menunjukkan kecemasan berlebihan atau perubahan mood setelah operasi, bicarakan dengan dokter.
Pencegahan
Pembesaran adenoid tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menghindari infeksi saluran napas berulang, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari paparan asap rokok dan polusi.
Vaksin
Vaksinasi rutin seperti vaksin pneumokokus dan influenza dapat membantu mencegah infeksi yang bisa memicu pembesaran adenoid. Ikuti jadwal imunisasi dari Kemenkes.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk adenoid membesar. Deteksi dini dilakukan dengan memperhatikan gejala dan memeriksakan ke dokter jika ada keluhan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan tidur berkepanjangan yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi sekolah
- Infeksi telinga kronis yang bisa menyebabkan kehilangan pendengaran permanen
- Sleep apnea obstruktif yang meningkatkan risiko masalah jantung
Prospek jangka panjang
Hasil operasi adenoidektomi umumnya sangat baik. Sebagian besar anak merasakan perbaikan pernapasan, kualitas tidur, dan penurunan infeksi telinga. Pemulihan biasanya cepat dan komplikasi jarang terjadi. Dengan perawatan yang tepat, anak dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa minggu.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.