Day of dialysis session
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Hari sesi dialisis adalah hari ketika seseorang menjalani prosedur untuk membersihkan darah dari zat sisa dan kelebihan cairan karena ginjal tidak dapat melakukannya sendiri. Prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat dialisis dan memakan waktu beberapa jam.
Fakta penting
- Dialisis membantu menggantikan fungsi ginjal yang rusak, tetapi bukan obat untuk penyakit ginjal.
- Ada dua jenis utama: hemodialisis (melalui mesin) dan dialisis peritoneal (melalui rongga perut).
- Sesi dialisis biasanya dijadwalkan tiga kali seminggu untuk hemodialisis, atau setiap hari untuk dialisis peritoneal.
Dialisis dijalani oleh pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 5 (gagal ginjal) yang tidak lagi dapat diobati dengan obat-obatan atau perubahan gaya hidup.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau sesak napas parah
- Nyeri dada
- Pingsan atau tidak sadarkan diri
- Kejang
- ⚠Demam tinggi dan menggigil setelah akses dialisis (fistula atau kateter)
- ⚠Pembengkakan, kemerahan, atau nyeri hebat di lokasi akses dialisis
- ⚠Muntah terus-menerus hingga tidak bisa minum
- ⚠Penurunan tekanan darah yang parah dengan pusing berat
Gejala umum
- Lelah atau lemah setelah sesi dialisis
- Kram otot, terutama di kaki
- Mual atau muntah
- Sakit kepala
- Penurunan tekanan darah (hipotensi)
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak mungkin merasa cemas atau takut sebelum sesi
- Mual dan pusing lebih sering terjadi
- Gangguan tidur atau nafsu makan menurun
Gejala pada lansia
- Penurunan tekanan darah lebih sering dan lebih parah
- Risiko jatuh setelah dialisis karena lemas
- Kebingungan atau perubahan status mental
Penyebab
Penyebab utama
- Ginjal tidak berfungsi lagi untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah (gagal ginjal stadium akhir)
- Penyakit ginjal kronis yang disebabkan oleh diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit ginjal lainnya
Faktor risiko
- Diabetes tipe 1 atau 2 yang tidak terkontrol
- Tekanan darah tinggi yang tidak diobati
- Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
- Usia lanjut
- Penyakit autoimun seperti lupus atau glomerulonefritis
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Mengalami gejala infeksi di akses dialisis (demam, merah, bengkak, nyeri)
- Tekanan darah turun drastis hingga pusing atau pingsan saat atau setelah dialisis
- Mual dan muntah yang tidak kunjung reda
Buat janji temu rutin jika:
- Diskusikan dengan dokter jika Anda merasa sesi dialisis terlalu berat atau timbul gejala yang tidak biasa
- Periksa akses dialisis secara rutin meskipun tidak ada keluhan
Diagnosis
Keputusan untuk memulai dialisis didasarkan pada hasil tes fungsi ginjal, seperti laju filtrasi glomerulus (GFR) yang sangat rendah serta gejala uremia (penumpukan racun) yang tidak dapat diatasi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk memeriksa kadar kreatinin, ureum, elektrolit, dan hemoglobin
- Tes urine untuk mengukur jumlah protein atau darah
- Pemeriksaan pencitraan ginjal seperti USG
Apa yang diharapkan saat janji temu
Sebelum sesi dialisis pertama, dokter akan menjelaskan jenis dialisis yang sesuai, cara menyiapkan akses (fistula atau kateter), dan jadwal sesi. Selama sesi, perawat akan memantau tekanan darah dan gejala Anda.
Perawatan
Dialisis adalah prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal yang hilang. Pada dasarnya, ada dua cara: hemodialisis (darah disaring melalui mesin) dan dialisis peritoneal (cairan dimasukkan ke rongga perut untuk menyerap limbah, lalu dikeluarkan). Keduanya harus dijalani secara teratur.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum cairan sesuai anjuran dokter untuk menghindari kelebihan cairan
- Batasi asupan garam, kalium, dan fosfor sesuai saran
- Istirahat yang cukup sebelum dan sesudah sesi
- Jaga kebersihan akses dialisis (fistula atau kateter) untuk mencegah infeksi
Perawatan medis
Pengobatan untuk penyakit ginjal kronis sebelum dialisis dapat berupa obat tekanan darah, obat diabetes, atau suplemen. Setelah dialisis, mungkin perlu obat untuk mengontrol anemia, tekanan darah, dan keseimbangan mineral. Semua obat harus diresepkan oleh dokter, jangan mengganti sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika akses dialisis melalui pembuluh darah (fistula) diperlukan, operasi kecil dilakukan untuk membuat hubungan antara arteri dan vena. Ini biasanya dilakukan beberapa minggu sebelum dialisis dimulai.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan jadwal dialisis memerlukan perencanaan. Anda harus meluangkan waktu 3–4 jam per sesi, tiga kali seminggu untuk hemodialisis. Pastikan Anda memiliki transportasi dan dukungan. Catat jadwal dan patuhi saran cairan dan diet.
Tips gaya hidup
- Tetap aktif secara fisik sesuai kemampuan, seperti jalan kaki ringan
- Ikuti kelas edukasi dialisis yang ditawarkan rumah sakit
- Jangan lewatkan sesi dialisis tanpa berkonsultasi dengan dokter
Diet dan olahraga
Ahli gizi akan membantu Anda mengatur asupan cairan, protein, kalium, fosfor, dan natrium. Olahraga ringan seperti peregangan atau jalan kaki diperbolehkan, tetapi hindari olahraga berat yang membebani akses dialisis.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani dialisis bisa terasa melelahkan secara emosional. Banyak pasien merasa cemas, depresi, atau terisolasi. Jika Anda merasa kewalahan, bicarakan dengan psikolog atau psikiater. Tim dialisis juga dapat membantu rujukan.
Pencegahan
Penyakit ginjal kronis yang memerlukan dialisis tidak selalu dapat dicegah, terutama jika disebabkan oleh faktor genetik. Namun, mengontrol diabetes, tekanan darah, dan menjalani gaya hidup sehat dapat memperlambat perburukan ginjal.
Vaksin
Pasien dialisis dianjurkan mendapatkan vaksinasi hepatitis B, influenza, dan pneumonia untuk mencegah infeksi. Vaksinasi harus dikonsultasikan dengan dokter.
Program skrining
Pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin (tes darah dan urine) dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti penderita diabetes atau hipertensi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penumpukan racun dalam darah (uremia) yang menyebabkan mual, kebingungan, hingga koma
- Kelebihan cairan parah yang menyebabkan sesak napas dan gagal jantung
- Ketidakseimbangan elektrolit yang bisa memicu aritmia jantung
Prospek jangka panjang
Dengan menjalani dialisis secara teratur dan mengikuti anjuran medis, banyak pasien dapat hidup produktif selama bertahun-tahun. Beberapa pasien bahkan berhasil menjalani transplantasi ginjal. Teruslah bekerja sama dengan tim kesehatan Anda.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) ↗ · Indonesia
- Yayasan Ginjal Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 18 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.