Mastectomy overview
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Mastektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat seluruh atau sebagian jaringan payudara. Prosedur ini paling sering dilakukan sebagai bagian dari pengobatan kanker payudara, tetapi juga bisa dilakukan untuk mencegah kanker pada orang dengan risiko sangat tinggi.
Fakta penting
- Mastektomi bisa total (mengangkat seluruh payudara) atau parsial (hanya sebagian).
- Rekonstruksi payudara dapat dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau kemudian.
- Waktu pemulihan biasanya 4–6 minggu, tergantung jenis operasi dan kondisi pasien.
Mastektomi adalah prosedur yang cukup umum. Di Indonesia, banyak perempuan menjalani operasi ini setiap tahun sebagai bagian dari penanganan kanker payudara, sesuai panduan Kementerian Kesehatan.
Mastektomi lebih sering dilakukan pada perempuan, tetapi juga bisa dilakukan pada laki-laki dengan kanker payudara. Biasanya direkomendasikan untuk orang dengan diagnosis kanker payudara stadium awal atau lanjut, atau mereka yang memiliki risiko tinggi karena faktor genetik.
Gejala
- Demam tinggi di atas 38°C setelah operasi.
- Perdarahan hebat dari luka operasi.
- Nyeri dada atau sesak napas mendadak.
- Tanda infeksi berat: bengkak merah, hangat, dan nyeri hebat.
- ⚠Nyeri yang tidak kunjung reda dengan obat yang diresepkan.
- ⚠Luka operasi tampak terinfeksi (keluar nanah, bau).
- ⚠Pembengkakan lengan yang tiba-tiba (limfedema).
Gejala umum
- Benjolan atau massa di payudara yang teraba.
- Perubahan pada kulit payudara, seperti kemerahan, bersisik, atau lesung seperti kulit jeruk.
- Keluarnya cairan abnormal dari puting (tidak ASI).
Gejala pada anak-anak
- Mastektomi sangat jarang pada anak-anak. Biasanya terkait dengan kondisi genetik langka seperti sindrom Cowden atau tumor jinak yang besar.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, mastektomi sering dilakukan sebagai bagian dari pengobatan kanker payudara. Pemulihan mungkin lebih lambat dan perhatian khusus pada fungsi lengan diperlukan.
Penyebab
Penyebab utama
- Kanker payudara adalah penyebab utama mastektomi.
- Risiko tinggi kanker karena mutasi gen (misalnya BRCA1/2).
- Pencegahan (mastektomi profilaksis) pada orang dengan riwayat keluarga sangat kuat.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium.
- Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2.
- Usia di atas 50 tahun.
- Paparan radiasi dada sebelumnya.
- Obesitas dan konsumsi alkohol berlebihan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika setelah mastektomi muncul demam, perdarahan, atau tanda infeksi.
- Jika Anda merasakan benjolan baru di payudara yang tersisa atau di ketiak.
Buat janji temu rutin jika:
- Konsultasi rutin dengan dokter bedah atau onkologi untuk pemantauan pasca operasi.
- Diskusi tentang rekonstruksi payudara jika belum dilakukan.
Diagnosis
Sebelum mastektomi, dokter biasanya melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan) untuk memastikan diagnosis dan menentukan apakah operasi diperlukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Mamografi untuk melihat gambaran payudara.
- USG payudara untuk membedakan kista padat atau cair.
- MRI payudara untuk deteksi lebih detail.
- Biopsi jarum halus atau biopsi inti untuk analisis jaringan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Hasil biopsi biasanya keluar dalam beberapa hari hingga seminggu. Dokter akan menjelaskan jenis, stadium, dan pilihan pengobatan, termasuk perlunya mastektomi.
Perawatan
Mastektomi adalah salah satu pilihan pengobatan kanker payudara. Tindakan ini sering dikombinasikan dengan operasi pengangkatan kelenjar getah bening ketiak (diseksi aksila).
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga kebersihan luka operasi dengan mengganti perban sesuai petunjuk.
- Lakukan latihan lengan ringan seperti peregangan untuk mencegah kekakuan, sesuai arahan fisioterapis.
- Kenakan bra khusus atau bantal lembut untuk kenyamanan.
Perawatan medis
Pengobatan setelah mastektomi mungkin termasuk radiasi ke area dada, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi target. Dokter akan menyesuaikan rencana berdasarkan hasil biopsi dan stadium kanker.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Mastektomi sendiri adalah prosedur bedah. Operasi ini biasanya dilakukan oleh dokter bedah onkologi atau dokter bedah umum yang terlatih, dengan anestesi umum.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah pulih, sebagian besar orang dapat kembali beraktivitas normal seperti bekerja dan berolahraga ringan. Namun, Anda perlu waspada terhadap pembengkakan lengan (limfedema) dengan menghindari cedera pada sisi operasi.
Tips gaya hidup
- Hindari mengangkat beban berat dengan lengan di sisi operasi.
- Kenakan pakaian longgar dan nyaman, terutama di area dada.
- Gunakan tabir surya di area bekas operasi jika terpapar matahari.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang dengan banyak sayur, buah, dan protein untuk mendukung penyembuhan. Olahraga ringan seperti jalan kaki dan peregangan lengan membantu pemulihan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kehilangan payudara dapat memengaruhi citra diri dan kepercayaan diri. Banyak perempuan mengalami perasaan sedih, cemas, atau marah. Dukungan dari keluarga, teman, atau kelompok sebaya sangat membantu.
Pencegahan
Kanker payudara tidak selalu dapat dicegah, tetapi mastektomi preventif (profilaksis) bisa dilakukan pada orang dengan risiko tinggi untuk menurunkan kemungkinan terkena kanker. Deteksi dini melalui skrining sangat penting.
Program skrining
Kemenkes menganjurkan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) setiap bulan sejak usia 20 tahun, dan mamografi rutin setiap 2 tahun untuk perempuan usia 40 tahun ke atas.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika kanker payudara tidak diobati, sel kanker dapat menyebar ke tulang, hati, paru-paru, atau otak (metastasis) dan mengancam jiwa.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, prognosis kanker payudara umumnya baik, terutama jika ditemukan sejak dini. Banyak perempuan yang hidup sehat, aktif, dan produktif setelah mastektomi. Dukungan medis dan psikologis dapat membantu Anda menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.