Kejang: Hal yang Perlu Anda Tanyakan kepada Dokter
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kejang adalah ledakan aktivitas listrik yang tidak normal di otak yang menyebabkan gerakan, perilaku, atau kesadaran berubah. Ini bukan penyakit menular. Beberapa orang hanya mengalaminya sekali seumur hidup, sementara yang lain mengalaminya berulang kali. Jika kejang terjadi berulang tanpa sebab yang jelas, kondisi ini disebut epilepsi.
Fakta penting
- Kejang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering pada anak-anak dan lanjut usia.
- Sebagian besar kejang berhenti sendiri dalam beberapa menit.
- Orang yang mengalami kejang bisa sadar penuh, setengah sadar, atau tidak sadar sama sekali.
Ya, kejang cukup umum dijumpai. Diperkirakan sekitar 1 dari 10 orang pernah mengalami setidaknya satu kali kejang dalam hidupnya, namun tidak semuanya berarti epilepsi.
Kejang dapat dialami oleh orang dari segala usia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Pada bayi dan anak-anak, kejang sering muncul akibat demam tinggi. Pada lansia, kejang lebih sering dikaitkan dengan stroke atau penyakit saraf lainnya.
Gejala
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang kedua terjadi segera setelah yang pertama tanpa sadar di antaranya
- Orang tersebut tidak sadar setelah kejang selesai
- Kesulitan bernapas atau kulit membiru
- Kejang terjadi di dalam air
- Orang tersebut hamil atau memiliki diabetes
- Mengalami cedera kepala saat kejang dengan sakit parah
- ⚠Kejang pertama kali terjadi pada seseorang
- ⚠Demam yang menyertai kejang pada orang dewasa
- ⚠Sakit kepala hebat atau leher kaku setelah kejang
- ⚠Cedera yang didapat saat kejang meski tidak terlalu parah
- ⚠Perubahan perilaku atau kebingungan berkepanjangan
Gejala umum
- Kedutan atau gerakan menyentak yang tidak terkendali pada lengan atau tungkai
- Badan kaku lalu diikuti gerakan kejang-kejang
- Kehilangan kesadaran atau seperti mati lampu sebentar
- Kebingungan setelah kejang
- Mata berputar atau menatap kosong
- Menggigit lidah atau mulut berbusa
Gejala pada anak-anak
- Menatap kosong disertai gerakan kecil seperti mengunyah
- Kedutan di salah satu sisi wajah
- Bayi yang baru saja kejang mungkin tampak lemas atau mengantuk
- Pada kejang demam, anak bisa menangis atau berteriak sebelum tubuhnya kaku
Gejala pada lansia
- Bingung atau lupa sesaat tanpa kedutan yang jelas
- Kejang yang diawali dengan sensasi aneh seperti melihat cahaya atau mencium bau tertentu
- Jatuh tiba-tiba tanpa sebab
- Butuh waktu lebih lama untuk pulih setelah kejang
Penyebab
Penyebab utama
- Epilepsi, yaitu kondisi otak yang membuat seseorang mudah mengalami kejang berulang
- Demam tinggi pada bayi dan anak (kejang demam)
- Infeksi otak seperti meningitis atau radang otak
- Cedera kepala akibat kecelakaan atau pukulan
- Stroke atau gangguan pembuluh darah otak
- Kadar gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi
- Kurang tidur atau kelelahan ekstrem
- Pengaruh alkohol atau obat-obatan tertentu
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan epilepsi
- Pernah mengalami cedera kepala
- Penyakit otak seperti stroke atau tumor
- Infeksi otak di masa lalu
- Usia anak-anak atau lanjut usia
- Gangguan tidur atau kurang tidur berulang
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Mengalami kejang pertama kali — segera periksa ke dokter untuk mencari penyebabnya
- Jika anak mengalami kejang dan belum pernah dievaluasi
- Kejang terjadi bersama demam tinggi pada orang dewasa
- Jika kejang muncul setelah minum obat baru atau perubahan pengobatan
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda sudah didiagnosis epilepsi, kontrol rutin ke dokter spesialis saraf sesuai jadwal
- Mengalami perubahan frekuensi atau jenis kejang
- Ragu atau ingin bertanya lebih banyak tentang cara perawatan dan pemicu kejang
Diagnosis
Untuk mengetahui penyebab kejang, dokter akan bertanya tentang apa yang Anda rasakan dan alami sebelum, selama, dan setelah kejang. Dokter juga akan memeriksa kondisi saraf Anda. Jika perlu, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis saraf.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah dan urine untuk memeriksa kadar gula, elektrolit, dan fungsi organ
- Elektroensefalogram (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak
- Pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk melihat struktur otak
- Rekaman video atau minta keluarga mendeskripsikan kejadian jika memungkinkan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda mungkin diminta menceritakan secara rinci apa yang terjadi sebelum kejang, seperti apa yang Anda lihat, rasa, atau cium. Dokter mungkin juga meminta keluarga yang melihat kejadian untuk ikut menjelaskan. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan dilakukan di poliklinik atau rumah sakit.
Perawatan
Tujuan utama pengobatan kejang adalah mengurangi frekuensi, mencegah cedera, dan membantu Anda menjalani aktivitas seperti biasa. Pilihan pengobatan tergantung dari penyebab, jenis kejang, dan kondisi kesehatan Anda. Dokter akan merencanakan penanganan yang paling sesuai.
Perawatan mandiri di rumah
- Saat ada orang kejang, miringkan tubuhnya ke satu sisi dan beri bantalan di kepala
- Jauhkan benda keras atau tajam di sekitarnya
- Jangan menahan gerakan kejang atau memasukkan benda ke mulut
- Catat waktu mulai dan selesainya kejang untuk dilaporkan ke dokter
- Setelah kejang selesai, biarkan orang itu beristirahat dan pulih perlahan-lahan
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat antiepilepsi yang harus diminum rutin sesuai aturan. Obat dipilih oleh dokter secara khusus untuk jenis kejang Anda, jadi jangan berhenti atau mengganti dosis tanpa berkonsultasi. Jika obat tidak berhasil atau menimbulkan efek samping, ada pendekatan lain seperti terapi diet khusus yang dikelola oleh ahli gizi atau prosedur lainnya.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pada otak hanya dipertimbangkan jika kejang berasal dari satu area otak yang jelas dan tidak membaik dengan obat-obatan. Keputusan ini melalui pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter spesialis.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan kejang bisa dikelola. Kenali pemicu Anda, minum obat teratur, dan jalankan rutinitas yang teratur. Anda tetap bisa bersekolah, bekerja, dan bersosialisasi dengan dukungan yang tepat.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup dan tidak begadang
- Kelola stres dengan relaksasi atau hobi
- Hindari alkohol dan zat yang bisa memicu kejang
- Berhati-hatilah saat berenang atau mandi — sebaiknya ditemani seseorang
- Kenakan gelang identitas medis bila sering kejang
Diet dan olahraga
Pola makan sehat dengan gizi seimbang membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Bagi sebagian orang, diet khusus seperti diet ketogenik dapat mengurangi frekuensi kejang, tetapi hanya boleh dijalankan di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi. Olahraga ringan aman dilakukan, namun jika kejang sedang sering, bicarakan dulu dengan dokter mengenai jenis aktivitas yang sesuai.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kecemasan, stres, atau rasa malu bisa saja muncul setelah mengalami kejang. Hal ini wajar. Berbicaralah dengan keluarga, teman dekat, atau profesional kesehatan mental. Ingat, Anda tidak sendirian, dan dukungan psikologis dapat membantu Anda merasa lebih kuat.
Pencegahan
Tidak semua kejang dapat dicegah, terutama yang berasal dari kelainan otak atau bawaan. Namun Anda bisa menurunkan risiko kambuh dengan menghindari pemicu, patuh minum obat, dan menjaga pola hidup sehat.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah kejang. Tetap jadwalkan imunisasi sesuai rekomendasi Kemenkes untuk melindungi dari penyakit infeksi seperti meningitis yang dapat menyebabkan kejang.
Program skrining
Tidak ada tes skrining rutin untuk epilepsi pada orang sehat. Pemeriksaan saraf dan EEG hanya dilakukan jika Anda memiliki gejala atau riwayat yang perlu dievaluasi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kejang yang berulang dapat mengganggu aktivitas belajar, bekerja, dan bersosialisasi
- Risiko cedera fisik seperti jatuh atau kecelakaan saat kejang terjadi
- Status epileptikus — kejang yang berlangsung lama — dapat membahayakan otak dan nyawa
- Gangguan suasana hati seperti depresi atau kecemasan yang berkepanjangan
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar orang dengan kejang dapat terkendali dengan pengobatan yang tepat. Dengan perawatan rutin dan dukungan yang baik, banyak orang tetap menjalani kehidupan yang produktif. Keberhasilan tiap orang berbeda-beda, jadi jangan membandingkan diri sendiri. Ikuti anjuran dokter dan jangan ragu bertanya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.