TURP overview
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
TURP (Transurethral Resection of the Prostate) adalah prosedur operasi untuk mengangkat jaringan prostat yang membesar dan menyumbat saluran kemih. Prosedur ini dilakukan melalui uretra (saluran kemih) tanpa sayatan di perut.
Fakta penting
- TURP biasanya dilakukan untuk mengatasi gejala akibat pembesaran prostat jinak (BPH).
- Prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam dan biasanya pasien dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari.
- Setelah TURP, aliran kemih umumnya membaik secara signifikan, namun mungkin diperlukan waktu beberapa minggu untuk pulih sepenuhnya.
TURP adalah salah satu prosedur bedah yang paling sering dilakukan untuk mengatasi masalah pembesaran prostat jinak (BPH) pada pria.
TURP umumnya dilakukan pada pria dengan BPH yang mengalami gejala saluran kemih yang mengganggu atau komplikasi, seperti infeksi saluran kemih berulang, batu kandung kemih, atau retensi urin (tidak bisa buang air kecil). Usia rata-rata pasien adalah di atas 60 tahun.
Gejala
- Tidak bisa buang air kecil sama sekali (retensi urin akut).
- Nyeri hebat di perut bagian bawah atau pinggang.
- Darah dalam urin yang banyak atau menggumpal.
- ⚠Gejala infeksi saluran kemih seperti demam, menggigil, atau nyeri saat buang air kecil.
- ⚠Perubahan mendadak pada kebiasaan buang air kecil yang sangat mengganggu.
Gejala umum
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari (nokturia).
- Sulit memulai atau mempertahankan aliran kemih.
- Aliran kemih lemah atau terputus-putus.
- Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil.
- Mendesak untuk buang air kecil secara tiba-tiba.
Gejala pada anak-anak
- Prosedur TURP tidak dilakukan pada anak-anak. Masalah prostat jarang terjadi pada anak-anak.
Gejala pada lansia
- Pada pria lanjut usia, gejala BPH sering lebih parah dan lebih sering menyebabkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih atau retensi urin akut.
Penyebab
Penyebab utama
- Pembesaran prostat jinak (BPH) yang tidak merespons pengobatan lain.
- Gejala BPH yang parah menyebabkan komplikasi seperti infeksi atau batu kandung kemih.
- Ketidakmampuan buang air kecil sepenuhnya (retensi urin kronis).
Faktor risiko
- Usia di atas 50 tahun.
- Riwayat keluarga dengan BPH atau kanker prostat.
- Penyakit metabolik seperti diabetes atau obesitas.
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi kontraksi kandung kemih.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda tidak bisa buang air kecil sama sekali.
- Jika ada darah dalam urin yang tampak jelas atau menggumpal.
- Jika Anda mengalami nyeri hebat di perut bagian bawah atau punggung bawah.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda mengalami gejala BPH yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Jika Anda sering terbangun di malam hari karena ingin buang air kecil.
- Jika Anda memiliki riwayat infeksi saluran kemih berulang.
Diagnosis
Diagnosis BPH dan penentuan perlunya TURP dilakukan oleh dokter spesialis urologi melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan beberapa tes.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan colok dubur (DRE) untuk meraba ukuran dan bentuk prostat.
- Tes urin untuk memeriksa infeksi atau darah.
- Tes darah PSA (Prostate Specific Antigen) untuk membantu membedakan BPH dari kanker prostat.
- Flowmetri urin (uroflowmetry) untuk mengukur kecepatan aliran kemih.
- Ultrasonografi (USG) pada prostat dan kandung kemih untuk melihat ukuran prostat dan jumlah urin yang tersisa.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan dan mendiskusikan pilihan pengobatan. Jika TURP direkomendasikan, dokter akan menjelaskan prosedur, manfaat, risiko, dan perawatan pasca operasi. Anda akan diminta untuk menandatangani persetujuan tindakan medis.
Perawatan
Penanganan BPH dimulai dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Jika gejala tidak membaik atau terjadi komplikasi, TURP dapat menjadi pilihan bedah yang efektif.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi konsumsi kafein dan alkohol, terutama di malam hari.
- Hindari minum banyak air sekaligus, minumlah sedikit-sedikit sepanjang hari.
- Lakukan latihan dasar panggul (Kegel) untuk memperkuat otot kandung kemih.
- Kosongkan kandung kemih secara teratur, jangan menahan kencing.
Perawatan medis
Obat-obatan dapat membantu mengurangi ukuran prostat atau merelaksasi otot di sekitar prostat. Dokter akan meresepkan sesuai kondisi Anda. Jika obat tidak efektif, TURP adalah salah satu prosedur bedah yang umum dilakukan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
TURP biasanya dipertimbangkan jika gejala BPH parah, komplikasi terjadi, atau pengobatan lain tidak memberikan hasil yang memadai.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah TURP, Anda perlu istirahat dan menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu. Dokter akan memberikan panduan khusus tentang perawatan kateter (jika ada) dan kapan bisa kembali beraktivitas normal.
Tips gaya hidup
- Minumlah air putih yang cukup untuk membantu mengeluarkan sisa darah atau jaringan dari kandung kemih.
- Hindari mengejan saat buang air besar; konsumsi makanan kaya serat untuk mencegah sembelit.
- Jangan mengangkat beban berat atau berolahraga berat selama 4-6 minggu.
- Hubungi dokter jika Anda mengalami demam, nyeri hebat, atau darah dalam urin yang banyak.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan sehat dengan banyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Hindari makanan pedas atau asam yang bisa mengiritasi kandung kemih. Setelah pulih, olahraga ringan seperti jalan kaki dapat membantu mempercepat pemulihan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani operasi dapat menimbulkan kecemasan atau kekhawatiran. Pembicaraan dengan dokter, keluarga, atau teman dekat dapat membantu. Ingatlah bahwa TURP umumnya aman dan banyak pasien merasakan perbaikan kualitas hidup yang signifikan.
Pencegahan
BPH tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun menjaga berat badan ideal, berolahraga teratur, dan makan makanan sehat dapat membantu mengurangi risiko atau memperlambat perkembangannya.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah BPH atau kebutuhan TURP.
Program skrining
Pemeriksaan rutin ke dokter, terutama setelah usia 50 tahun, dapat membantu mendeteksi BPH lebih awal. Skrining dengan tes darah PSA dan colok dubur dapat didiskusikan dengan dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi saluran kemih berulang.
- Batu kandung kemih.
- Kerusakan ginjal akibat tekanan balik dari urin yang tertahan.
- Retensi urin akut (tidak bisa buang air kecil sama sekali).
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, termasuk TURP jika diperlukan, sebagian besar pria mengalami perbaikan gejala yang signifikan dan kualitas hidup yang lebih baik. Risiko komplikasi serius jarang terjadi, dan pemulihan umumnya berjalan lancar.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.