Jelajahi ekosistem Ruqelo
Alat produktivitas klinis berbasis AI untuk tenaga kesehatan.
Ruqelo ClinicalEdukasi dan panduan kesehatan yang mudah dipahami pasien.
Latihan berbicara bahasa Arab premium dengan roleplay, audio, dan Companion.
Ruqelo ArabicBerdasarkan panduan klinis Saudi
Darah dalam urine (hematuria) adalah kondisi ketika ada sel darah merah yang keluar bersama urine. Ini bisa terlihat langsung (warna merah, merah muda, atau cokelat) atau hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium (hematuria mikroskopik).
Fakta penting
Ya, cukup sering terjadi. Banyak orang mengalami setidaknya satu kali dalam hidupnya. Pada sebagian besar kasus, penyebabnya tidak serius, tetapi tetap perlu dievaluasi.
Darah dalam urine dapat terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga lansia. Namun, risiko lebih tinggi pada orang dewasa di atas 40 tahun, perokok, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau kandung kemih.
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan meminta sampel urine untuk diperiksa di laboratorium. Jika perlu, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pengobatan darah dalam urine tergantung pada penyebabnya. Dokter akan menangani kondisi yang mendasarinya, misalnya memberikan antibiotik untuk infeksi, atau merujuk ke ahli urologi untuk batu ginjal atau masalah lain.
Penanganan medis disesuaikan dengan penyebab: antibiotik untuk infeksi bakteri, obat untuk melarutkan batu ginjal ukuran kecil, atau obat untuk mengecilkan prostat. Jika diperlukan, dokter akan merujuk ke spesialis untuk tata laksana lebih lanjut. Jangan pernah mengonsumsi obat tanpa resep dokter.
Ikuti anjuran dokter dan lakukan kontrol rutin. Catat setiap kali Anda melihat darah dalam urine dan gejala penyerta. Bawa catatan itu ke dokter pada kunjungan berikutnya.
Makan makanan bergizi seimbang dengan banyak sayur, buah, dan biji-bijian. Kurangi garam dan protein hewani berlebihan. Olahraga ringan seperti jalan kaki baik untuk kesehatan saluran kemih, namun hindari olahraga berat yang memicu trauma jika Anda baru pulih.
Tidak semua penyebab bisa dicegah, tetapi Anda bisa menurunkan risikonya dengan:
Pemeriksaan rutin (medical check-up) termasuk tes urine dianjurkan setiap tahun, terutama jika Anda berusia di atas 40 tahun, perokok, atau memiliki faktor risiko lain. Ikuti anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang skrining kesehatan.
Kebanyakan penyebab darah dalam urine dapat diobati dengan baik bila ditemukan sejak dini. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, Anda bisa kembali sehat dan aktif. Bicarakan rencana pengobatan dan tindak lanjut dengan dokter Anda.
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Dokter akan menjelaskan langkah demi langkah. Pemeriksaan urine biasanya cepat dan tidak sakit. Pencitraan atau sistoskopi mungkin memerlukan persiapan khusus, seperti minum banyak air atau pengosongan kandung kemih. Dokter akan memberi tahu Anda cara mempersiapkannya.
Operasi mungkin diperlukan jika penyebabnya adalah batu ginjal besar yang tidak bisa keluar sendiri, tumor di ginjal atau kandung kemih, atau pembesaran prostat yang parah. Dokter akan menjelaskan risiko dan manfaatnya.
Melihat darah dalam urine bisa membuat cemas. Ini wajar. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter atau keluarga. Jika kecemasan mengganggu aktivitas sehari-hari, mintalah rujukan ke konselor atau psikolog.