Payudara Sakit dan Demam: Kenali Mastitis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang dapat disertai infeksi kuman. Jika Anda mengalami payudara yang bengkak, merah, terasa panas, nyeri, dan diiringi demam, ini bisa menjadi tanda mastitis. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu yang sedang menyusui, tetapi bisa juga dialami oleh wanita yang tidak menyusui.
Fakta penting
- Mastitis sering terjadi pada 3 bulan pertama setelah melahirkan.
- Gejalanya bisa datang tiba-tiba, seperti demam dan nyeri payudara.
- Dengan penanganan yang tepat, mastitis biasanya membaik dalam 1–2 minggu.
- Mastitis bukanlah kanker payudara, tetapi pemeriksaan tetap diperlukan.
Cukup sering ditemukan. Sekitar 1 dari 10 ibu menyusui dapat mengalami mastitis.
Paling sering menyerang ibu menyusui, terutama di enam bulan pertama. Namun, wanita yang tidak menyusui dan jarang sekali pria juga bisa mengalaminya.
Gejala
- Demam sangat tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas
- Menggigil hebat atau badan gemetar terus-menerus
- Mual dan muntah sehingga tidak bisa minum
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
- Sesak napas atau nyeri dada
- Kemerahan pada payudara yang menyebar dengan cepat
- ⚠Demam disertai nyeri atau bengkak pada payudara
- ⚠Benjolan di payudara yang makin membesar atau nyeri
- ⚠Kulit payudara melepuh atau mengelupas
- ⚠Tidak membaik setelah 24–48 jam perawatan mandiri
Gejala umum
- Payudara terasa nyeri, bengkak, dan berat
- Kulit payudara tampak merah dan terasa hangat saat disentuh
- Ada benjolan atau area yang mengeras di payudara
- Demam, menggigil, dan badan terasa lemas
Gejala pada anak-anak
- Mastitis pada anak sangat jarang. Bila muncul, biasanya berupa bengkak dan kemerahan pada payudara, sering kali disertai demam. Ini perlu segera ditangani karena infeksi pada anak bisa cepat menyebar.
Gejala pada lansia
- Pada perempuan yang lebih tua, gejala bisa mirip mastitis tetapi perlu dibedakan dengan kondisi lain. Demam yang muncul bisa lebih ringan, namun jangan diabaikan. Periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri (seringnya Staphylococcus aureus) yang masuk melalui puting yang lecet atau retak
- Sumbatan pada saluran ASI sehingga air susu tidak mengalir lancar
- Peradangan akibat penumpukan ASI yang tidak dikeluarkan (stasis ASI)
Faktor risiko
- Sedang menyusui, terutama jika posisi atau perlekatan bayi kurang tepat
- Puting lecet atau pecah-pecah
- Payudara yang penuh dan jarang dikosongkan
- Mengenakan bra yang terlalu ketat
- Kelelahan, stres, atau daya tahan tubuh yang menurun
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami demam tinggi lebih dari 3 hari
- Jika nyeri payudara tidak membaik setelah 48 jam perawatan di rumah
- Jika benjolan di payudara semakin besar dan terasa sangat nyeri
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda memiliki gejala mastitis meskipun tidak menyusui
- Jika Anda sering mengalami mastitis berulang
- Jika Anda sedang menyusui dan mengalami kesulitan menyusui yang berlanjut
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa payudara, puting, dan kelenjar getah bening di ketiak. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah ada infeksi atau sumbatan ASI.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes aliran ASI atau sampel ASI untuk memeriksa bakteri (jika diperlukan)
- Tes darah untuk menilai tanda infeksi
- Pemeriksaan USG payudara untuk melihat adanya abses (kumpulan nanah)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menyakitkan. Dokter akan memberikan penjelasan tentang kemungkinan penyebab dan langkah pengobatan. Jika diperlukan, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis bedah atau spesialis kebidanan.
Perawatan
Pengobatan utama mastitis adalah mengeluarkan ASI secara teratur dan tuntas, serta mengelola rasa sakit dan demam. Jika infeksi bakteri dicurigai, dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui.
Perawatan mandiri di rumah
- Tetap menyusui atau memompa ASI secara rutin, jangan biarkan payudara terlalu penuh
- Kompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui untuk melancarkan aliran ASI
- Kompres payudara dengan air dingin setelah menyusui untuk mengurangi bengkak
- Minum air putih yang cukup dan banyak beristirahat
- Minum obat pereda nyeri dan penurun panas sesuai anjuran dokter
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan antibiotik. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai aturan, meskipun gejala sudah membaik. Jika terbentuk abses, dokter akan mengalirkan nanah melalui prosedur khusus, misalnya dengan jarum atau sayatan kecil. Prosedur ini dilakukan di fasilitas kesehatan yang aman.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi kecil (insisi dan drainase) dilakukan jika mastitis telah menjadi abses dan tidak bisa ditangani dengan aspirasi jarum saja.
Hidup dengan kondisi ini
Terus menyusui atau memompa ASI secara rutin. Gunakan teknik menyusui yang benar. Pilih bra yang longgar dan nyaman. Pastikan Anda cukup istirahat agar tubuh cepat pulih.
Tips gaya hidup
- Jangan menghentikan menyusui secara mendadak; hentikan hanya jika dokter menyarankan
- Cuci tangan sebelum menyentuh payudara atau memompa ASI
- Minum banyak cairan, batasi kafein berlebih
- Tetap aktif sesuai kemampuan, namun hindari olahraga berat sampai sembuh
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk mempercepat penyembuhan. Tidur cukup dan lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki jika tidak lelah.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mastitis bisa terasa membuat cemas dan lelah, terutama saat harus menyusui dengan nyeri. Ingatlah bahwa kondisi ini bisa diatasi. Jangan ragu untuk berbagi perasaan dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan.
Pencegahan
Mastitis tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi dengan menyusui secara teratur dan memastikan puting tetap lembap dan tidak lecet. Gunakan posisi menyusui yang nyaman dan segera atasi puting yang terasa nyeri.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mastitis. Vaksinasi dan menjaga daya tahan tubuh secara umum dapat membantu mencegah infeksi.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk mastitis. Wanita dianjurkan untuk melakukan Sadari (periksa payudara sendiri) setiap bulan untuk mendeteksi kelainan sejak dini, termasuk untuk mencegah keterlambatan diagnosis penyakit payudara lain.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Terbentuk abses payudara (kumpulan nanah) yang membutuhkan tindakan drainase
- Infeksi menyebar dan menyebabkan sepsis (kondisi serius yang mengancam nyawa)
- Gangguan pada proses menyusui yang bisa berujung pada berhentinya ASI
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang tepat, mastitis biasanya membaik dalam 7–14 hari. Hampir semua wanita sembuh total dan dapat terus menyusui. Komplikasi serius jarang terjadi jika Anda segera mencari pertolongan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.