Breastbone pain — Informasi pasien · Ruqelo Health
General practice·General practice
Breastbone pain
Ruqelo Health — Bawa ke janji temu Anda
Ringkasan edukasi — bukan nasihat medis. Diskusikan dengan tenaga kesehatan Anda.
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Nyeri tulang dada adalah rasa sakit atau tidak nyaman yang terasa di area tulang dada, yaitu tulang pipih yang terletak di tengah dada. Nyeri ini bisa berasal dari tulang dada itu sendiri, otot-otot di sekitarnya, sendi antara tulang dada dan tulang rusuk, atau dari organ di dalam dada seperti jantung atau paru-paru. Penting untuk diingat bahwa nyeri dada bisa menjadi tanda masalah serius, sehingga perlu diperiksakan ke dokter.
Fakta penting
Nyeri tulang dada bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari yang ringan seperti otot tegang hingga yang serius seperti serangan jantung.
Nyeri akibat otot atau sendi biasanya terasa saat ditekan atau digerakkan, sedangkan nyeri dari jantung sering disertai gejala lain seperti sesak napas atau keringat dingin.
Jika Anda mengalami nyeri dada yang mendadak, berat, atau disertai gejala mengkhawatirkan lainnya, segera cari pertolongan medis darurat.
Ya, nyeri tulang dada cukup sering terjadi. Banyak orang mengalaminya setidaknya sekali dalam hidup. Namun, karena ada kemungkinan penyebab serius, setiap nyeri dada perlu dievaluasi dengan tepat.
Pertanyaan tentang artikel ini
Nyeri tulang dada dapat memengaruhi siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Namun, kelompok tertentu mungkin lebih berisiko, misalnya atlet atau orang yang sering melakukan aktivitas fisik berat, serta orang dengan penyakit jantung atau gangguan pencernaan.
Gejala
Segera hubungi layanan darurat jika Anda melihat:
Nyeri dada yang mendadak, berat, atau seperti ditekan benda berat
Nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung
Sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing
Perasaan seperti akan pingsan atau kehilangan kesadaran
Nyeri dada yang disertai batuk darah atau demam tinggi
Segera temui dokter (hari yang sama) jika Anda melihat:
⚠Nyeri dada ringan yang tidak hilang dengan istirahat atau berlangsung lebih dari beberapa menit
⚠Nyeri dada yang muncul setelah cedera atau benturan di dada
⚠Nyeri dada yang disertai demam, batuk, atau kesulitan menelan
⚠Nyeri dada pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi
Gejala umum
Rasa sakit atau nyeri di bagian tengah dada, tepat di atas tulang dada
Nyeri yang bertambah saat ditekan, batuk, bersin, atau menarik napas dalam
Nyeri yang terasa seperti tertusuk, tumpul, atau seperti diremas
Pembengkakan atau kemerahan di area tulang dada (jarang)
Gejala pada anak-anak
Nyeri di dada yang sering dikeluhkan sebagai 'sakit di tengah dada'
Anak mungkin rewel, menangis, atau tidak mau bergerak karena nyeri
Nyeri bisa bertambah saat bermain atau berlari
Pada anak, penyebab paling sering adalah cedera otot atau peradangan sendi tulang rusuk (costochondritis)
Gejala pada lansia
Nyeri dada pada lansia lebih sering dikaitkan dengan penyakit jantung, seperti angina atau serangan jantung
Gejala serangan jantung pada lansia mungkin tidak khas, seperti hanya rasa tidak enak di dada, sesak napas, atau kelelahan
Lansia juga rentan terhadap patah tulang dada akibat osteoporosis atau benturan ringan
Penyebab
Penyebab utama
Peradangan pada sendi antara tulang dada dan tulang rusuk (costochondritis)
Cedera otot atau regangan otot di sekitar dada karena aktivitas berlebihan, angkat beban, atau batuk keras
Penyakit asam lambung (GERD) yang menyebabkan sensasi terbakar di dada
Gangguan kecemasan atau serangan panik yang bisa memicu nyeri dada
Penyakit jantung, seperti angina atau serangan jantung, terutama jika ada faktor risiko seperti merokok, diabetes, atau hipertensi
Infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan peradangan pada tulang rawan iga (costochondritis virus)
Penyakit autoimun seperti lupus atau artritis reumatoid yang bisa menyerang sendi tulang dada
Faktor risiko
Sering melakukan gerakan berulang yang melibatkan otot dada, misalnya olahraga angkat beban atau push-up
Usia lanjut (di atas 65 tahun) untuk penyebab jantung
Merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau obesitas (faktor risiko penyakit jantung)
Riwayat cedera dada sebelumnya
Gangguan kecemasan atau stres kronis
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
Segera ke IGD atau hubungi 119 jika Anda mengalami nyeri dada yang mendadak, berat, atau disertai sesak napas, keringat dingin, atau pingsan.
Jika nyeri dada muncul setelah cedera atau kecelakaan, segera periksakan diri.
Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan mengalami nyeri dada yang berbeda dari biasanya atau tidak hilang dengan obat yang diresepkan.
Buat janji temu rutin jika:
Jika nyeri dada ringan dan hilang timbul, tetap jadwalkan konsultasi dengan dokter umum dalam 1-2 hari.
Jika nyeri berlangsung lebih dari seminggu meskipun sudah beristirahat.
Jika Anda sering mengalami nyeri dada saat beraktivitas dan membaik dengan istirahat (curiga angina).
Jangan khawatir berlebihan, namun jangan pula mengabaikan nyeri dada. Sebagian besar nyeri tulang dada bukan karena penyakit jantung. Namun, karena penyebab serius bisa mengancam jiwa, pemeriksaan dokter adalah langkah terbaik untuk memastikan keamanan Anda.
Diagnosis
Dokter akan memulai dengan wawancara medis (anamnesis) tentang gejala, riwayat kesehatan, dan faktor risiko. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk menekan area tulang dada, mendengarkan suara napas, dan memeriksa detak jantung.
Tes yang mungkin dilakukan
Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung, membantu mendeteksi serangan jantung atau gangguan irama.
Tes darah untuk memeriksa enzim jantung (troponin) jika dicurigai serangan jantung.
Rontgen dada untuk melihat paru-paru, tulang dada, dan jantung.
USG jantung (ekokardiogram) jika ada kecurigaan masalah katup atau otot jantung.
Tes stres jantung (treadmill) jika dicurigai penyakit arteri koroner.
Endoskopi untuk memeriksa gangguan asam lambung jika nyeri diduga dari GERD.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Biasanya dokter akan menjadwalkan kunjungan ulang untuk membahas hasil tes. Anda mungkin dirujuk ke spesialis jantung (kardiolog), paru (pulmonolog), atau spesialis pencernaan (gastroenterolog) tergantung temuan.
Perawatan
Pengobatan nyeri tulang dada bergantung pada penyebabnya. Untuk penyebab ringan seperti otot tegang atau costochondritis, biasanya cukup dengan istirahat dan kompres hangat. Jika penyebabnya lebih serius, dokter akan merekomendasikan rencana penanganan yang sesuai. Jangan pernah mengobati sendiri nyeri dada tanpa konsultasi dokter.
Perawatan mandiri di rumah
Istirahatkan tubuh dan hindari aktivitas yang memperburuk nyeri, misalnya angkat beban atau olahraga berat.
Kompres hangat atau dingin di area nyeri selama 15-20 menit beberapa kali sehari untuk mengurangi peradangan.
Gunakan teknik pernapasan dalam dan relaksasi untuk mengurangi kecemasan yang mungkin memperburuk nyeri.
Jika nyeri terkait dengan asam lambung, hindari makanan pedas, asam, dan berlemak, serta jangan langsung berbaring setelah makan.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat antiinflamasi non-steroid (misalnya ibuprofen) untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Jika ada infeksi, dokter akan memberikan antibiotik. Untuk penyebab GERD, dapat digunakan obat penurun asam lambung. Jika penyakit jantung terdeteksi, penanganan meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan seperti pengencer darah atau penurun kolesterol, dan mungkin prosedur invasif seperti pemasangan ring atau operasi bypass – semuanya harus sesuai anjuran dokter spesialis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk nyeri tulang dada. Pembedahan mungkin dipertimbangkan jika ada patah tulang dada yang parah, tumor di tulang dada, atau jika penyebabnya adalah penyakit jantung yang memerlukan revaskularisasi (pemasangan ring atau bypass).
Hidup dengan kondisi ini
Kebanyakan orang dengan nyeri tulang dada yang ringan dan non-jantung dapat kembali beraktivitas normal setelah beberapa hari. Namun, perhatikan pemicu nyeri dan hindari gerakan yang menimbulkan rasa sakit. Jika Anda memiliki kondisi kronis seperti costochondritis, Anda mungkin perlu belajar mengelola nyeri dengan istirahat sejenak saat kambuh.
Tips gaya hidup
Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, karena merokok memperburuk kesehatan jantung dan saluran napas.
Kelola stres dengan meditasi, yoga, atau hobi yang menenangkan.
Pastikan tidur yang cukup dan posisi tidur yang nyaman, misalnya tidur telentang dengan bantal penyangga jika nyeri muncul saat berbaring telungkup.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan seimbang kaya buah, sayur, biji-bijian, dan lemak sehat. Hindari makanan yang memicu asam lambung jika Anda memiliki GERD. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau peregangan lembut dapat membantu, tetapi hindari olahraga yang membebani otot dada sampai nyeri benar-benar reda. Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program olahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri dada yang berulang atau tidak pasti penyebabnya dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Hal ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau konselor. Jika nyeri terkait dengan serangan panik atau kecemasan, terapi psikologis dapat membantu.
Pencegahan
Tidak semua penyebab nyeri tulang dada bisa dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi risiko dengan menjaga kesehatan jantung dan otot. Misalnya, hindari merokok, kontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, serta lakukan aktivitas fisik teratur. Jika Anda rentan terhadap cedera otot, lakukan pemanasan sebelum olahraga dan gunakan teknik yang benar.
Vaksin
Vaksinasi seperti vaksin flu dan pneumonia dapat membantu mencegah infeksi saluran napas yang bisa memicu peradangan pada tulang rawan iga (costochondritis). Juga, vaksin COVID-19 dan hepatitis B dapat melindungi dari komplikasi infeksi. Ikuti program imunisasi nasional dari Kemenkes.
Program skrining
Pemeriksaan rutin untuk faktor risiko jantung (tekanan darah, kolesterol, gula darah) dianjurkan sesuai usia dan riwayat kesehatan. Jika Anda memiliki faktor risiko, diskusikan dengan dokter apakah perlu pemeriksaan EKG atau tes stres. Tidak ada skrining khusus untuk nyeri tulang dada itu sendiri.
Komplikasi
Jika tidak diobati
Jika penyebab serius seperti serangan jantung tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan otot jantung permanen atau kematian.
Jika costochondritis atau infeksi tidak diobati, nyeri bisa menjadi kronis dan mengganggu keseharian.
Penyebab seperti patah tulang dada yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan dan gangguan pernapasan.
Gangguan kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk persepsi nyeri dan menurunkan kualitas hidup.
Prospek jangka panjang
Kebanyakan kasus nyeri tulang dada, terutama yang bersifat muskuloskeletal, membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu dengan tata laksana sederhana. Untuk penyebab yang lebih serius seperti penyakit jantung, prognosis sangat tergantung pada kecepatan penanganan dan perubahan gaya hidup. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, banyak orang dapat kembali menjalani hidup aktif dan produktif. Tetaplah optimis dan jangan ragu untuk mencari pertolongan medis.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 9 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.