Mata Merah atau Berair dengan Demam
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Mata dengan demam adalah kondisi ketika mata terasa panas, merah, berair, atau perih, disertai suhu tubuh yang naik. Ini bukan nama penyakit, melainkan tanda yang bisa muncul akibat infeksi virus atau bakteri. Biasanya kondisi ini tidak berbahaya dan membaik dalam beberapa hari, tetapi kadang perlu pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebabnya.
Fakta penting
- Mata merah dengan demam sering disebabkan oleh infeksi virus yang sama dengan penyebab pilek atau flu.
- Suhu tubuh dianggap demam jika diukur dengan termometer mencapai 38 derajat Celsius atau lebih.
- Kebersihan tangan dan tidak berbagi handuk bisa membantu mencegah penularan.
- Sebagian besar kasus sembuh sendiri, tetapi jika nyeri mata atau penglihatan menurun, segera cari bantuan medis.
Ya, keluhan mata merah atau berair bersama demam cukup sering terjadi, terutama pada anak-anak dan mereka yang sering berada di keramaian seperti sekolah atau tempat kerja.
Kondisi ini bisa menyerang semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang daya tahan tubuhnya sedang menurun. Orang yang sering menyentuh mata tanpa mencuci tangan juga berisiko lebih tinggi.
Gejala
- Mata sangat nyeri sampai tidak bisa dibuka
- Penglihatan tiba-tiba menurun atau hilang
- Mata keluar nanah kental disertai demam tinggi
- Demam sangat tinggi dengan ruam merah di sekujur tubuh
- Leher kaku atau kejang
- ⚠Mata merah bertambah parah setelah 2 hari
- ⚠Penglihatan kabur yang tidak membaik setelah mengedipkan mata
- ⚠Keluar cairan kental kuning atau hijau dari mata
- ⚠Mata sensitif terhadap cahaya sampai menyilaukan
- ⚠Demam berulang lebih dari 3 hari
Gejala umum
- Mata terlihat merah atau memerah
- Mata berair atau mengeluarkan cairan bening
- Rasa perih, panas, atau mau mengucek mata
- Kelopak mata bengkak
- Demam ringan hingga sedang
- Tenggorokan sakit atau nyeri telan (jika terkait infeksi virus)
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin lebih rewel dan sering mengucek mata
- Kelopak mata bisa saling menempel setelah tidur
- Nafsu makan menurun
- Suhu tubuh naik lebih tinggi daripada orang dewasa
Gejala pada lansia
- Mata terasa kering atau sangat berair sekaligus
- Penglihatan kabur yang lebih terasa
- Demam tidak terlalu tinggi, tetapi lemas dan mudah letih
- Penyembuhan bisa lebih lambat jika ada penyakit lain
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, misalnya adenovirus, yang juga menyebabkan pilek atau flu
- Infeksi bakteri, biasanya disertai nanah atau belek kental
- Alergi yang berbarengan dengan infeksi ringan
- Iritasi karena asap, polusi, atau benda asing yang masuk ke mata
Faktor risiko
- Berada di tempat ramai seperti sekolah, asrama, atau tempat penitipan anak
- Tidak mencuci tangan dan sering mengucek mata
- Berbagi handuk, waslap, atau kosmetik mata dengan orang lain
- Memakai lensa kontak dengan kebersihan yang kurang
- Daya tahan tubuh sedang menurun karena kurang tidur atau stres
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksa ke dokter jika mata bernanah disertai demam tinggi
- Jika penglihatan terasa menurun atau kabur terus-menerus
- Jika nyeri mata terasa dalam, bukan sekadar perih di permukaan
- Jika kelopak mata membengkak sangat besar sampai sulit membuka mata
Buat janji temu rutin jika:
- Periksa ke dokter umum atau dokter spesialis mata (oftalmolog) jika gejala masih berlanjut setelah 2–3 hari perawatan rumahan
- Jika demam tidak kunjung turun dan disertai keluhan lain seperti batuk atau pilek yang mengganggu
- Jika Anda atau anak sering mengalami mata merah dan demam berulang
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan pada mata dengan alat khusus. Dokter juga akan memeriksa suhu tubuh dan area di sekitar mata, termasuk tenggorokan dan kelenjar leher untuk mencari tanda infeksi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan dengan lampu celah (slit lamp) untuk melihat bagian depan mata
- Tes air mata atau cairan mata untuk mencari bakteri (jika dicurigai infeksi bakteri)
- Pemeriksaan fisik umum untuk mencari sumber demam, seperti telingan, hidung, atau tenggorokan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menyakitkan. Dokter mungkin perlu mengoleskan pewarna kuning yang aman ke mata untuk melihat goresan pada kornea. Anda hanya diminta duduk tenang dan melihat ke depan. Hasil dari tes bisa didapat dalam beberapa menit atau beberapa hari, tergantung jenis pemeriksaan.
Perawatan
Pengobatan ditujukan untuk meredakan gejala dan membasmi penyebab jika diperlukan. Jika penyebabnya virus, biasanya cukup perawatan rumahan. Jika karena bakteri, dokter mungkin meresepkan obat tetes mata antibiotik sesuai kondisi Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Kompres mata dengan air dingin atau hangat yang bersih selama 5–10 menit, beberapa kali sehari
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area mata
- Gunakan handuk bersih yang tidak dipakai bergantian
- Istirahat cukup dan perbanyak minum air putih
- Jangan memakai lensa kontak sampai mata membaik
- Lindungi mata dari debu dan sinar berlebih dengan kacamata hitam jika silau
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat tetes atau salep mata yang sesuai. Untuk demam dan nyeri, Anda bisa membahas dengan dokter atau apoteker tentang obat pereda nyeri yang aman. Tidak disarankan memakai obat tetes mata bebas tanpa petunjuk medis, terutama jika mata bernanah atau sangat merah.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak diperlukan.
Hidup dengan kondisi ini
Selama mata masih merah, hindari mengucek atau menggosok mata. Gunakan tisu sekali pakai untuk mengeringkan air mata dan segera buang. Jika Anda bekerja dengan layar komputer, istirahatkan mata setiap 20 menit dengan melihat objek jauh. Jaga kebersihan tangan agar tidak menularkan ke orang lain.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup agar daya tahan tubuh tetap kuat
- Hindari merokok dan paparan asap rokok, karena bisa memperparah iritasi mata
- Pakai kacamata pelindung jika bekerja di lingkungan berdebu
- Jangan berbagi alat kosmetik mata atau maskara dengan orang lain
Diet dan olahraga
Tidak ada makanan khusus untuk menyembuhkan mata merah, tetapi makan makanan bergizi seimbang dan minum cukup air dapat membantu pemulihan. Anda boleh berolahraga ringan seperti berjalan kaki jika merasa fit, tetapi hindari berenang sampai mata benar-benar bersih karena bisa menularkan atau memperparah infeksi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mata merah dan demam bisa membuat Anda merasa tidak nyaman, kurang produktif, dan khawatir. Ketidaknyamanan ini biasanya hanya sementara. Beri waktu untuk beristirahat, dan jangan ragu meminta bantuan keluarga untuk tugas sehari-hari. Jika kecemasan berlanjut, bicarakan dengan tenaga kesehatan.
Pencegahan
Sangat bisa dicegah dengan menjaga kebersihan tangan dan tidak menyentuh wajah terlalu sering. Gunakan tisu sekali pakai untuk membersihkan mata, dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jangan berbagi handuk, sarung bantal, atau kosmetik mata dengan orang lain.
Vaksin
Beberapa penyebab infeksi seperti flu dan campak dapat dicegah dengan vaksinasi rutin sesuai program imunisasi dari Kementerian Kesehatan Indonesia. Pastikan imunisasi dasar lengkap.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin khusus untuk kondisi ini. Namun, jika Anda mengalami mata merah berulang atau demam yang sering, penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab yang mendasarinya.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi bakteri bisa menyebar ke bagian mata yang lebih dalam dan mengganggu penglihatan
- Peradangan yang berkepanjangan bisa menyebabkan luka gores pada kornea
- Penularan ke anggota keluarga lain bisa terjadi jika tidak menjaga kebersihan
- Demam tinggi yang tidak ditangani bisa menyebabkan kelelahan atau dehidrasi pada anak-anak
Prospek jangka panjang
Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar kasus mata merah dengan demam membaik dalam 3 sampai 7 hari tanpa meninggalkan bekas. Selama Anda memeriksakan diri dengan dokter dan menjaga kebersihan, pemulihan biasanya berjalan lancar. Beberapa kasus memang lebih lama, tetapi dokter akan membantu menanganinya dengan aman.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.