Ringkasan edukasi — bukan nasihat medis. Diskusikan dengan tenaga kesehatan Anda.
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Biduran, yang juga dikenal dengan nama urtikaria, adalah ruam kulit yang muncul sebagai bentol-bentol merah atau putih yang terasa gatal. Bentol ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja dan ukurannya bisa berbeda-beda, dari kecil seperti ujung pensil hingga besar seperti telapak tangan. Biduran terjadi ketika sel-sel di dalam kulit melepaskan zat kimia yang disebut histamin, yang membuat pembuluh darah kecil bocor dan menyebabkan pembengkakan sementara di kulit. Biasanya biduran hilang dalam beberapa jam hingga sehari, meskipun ada juga yang berlangsung lebih lama.
Fakta penting
Biduran sangat umum dan bisa menyerang siapa saja, dari bayi hingga lansia.
Sebagian besar biduran bersifat akut (tiba-tiba dan berlangsung singkat), biasanya kurang dari 6 minggu.
Penyebab biduran bisa berupa alergi (makanan, obat, gigitan serangga) atau bukan alergi (stres, infeksi, tekanan fisik).
Pertanyaan tentang artikel ini
Biduran tidak menular dan biasanya tidak berbahaya, kecuali jika disertai pembengkakan di tenggorokan atau kesulitan bernapas.
Sangat umum. Diperkirakan sekitar 1 dari 5 orang pernah mengalami biduran setidaknya sekali dalam hidup mereka. Di Indonesia, biduran sering dikeluhkan pasien di puskesmas dan klinik umum.
Biduran dapat menyerang semua usia, jenis kelamin, dan ras. Namun, orang dengan riwayat alergi (seperti asma, eksim, atau rinitis alergi) lebih rentan. Wanita dewasa juga dilaporkan sedikit lebih sering mengalami biduran kronis dibandingkan pria.
Gejala
Segera hubungi layanan darurat jika Anda melihat:
Kesulitan bernapas, napas berbunyi (mengi), atau rasa tercekik.
Pembengkakan pada bibir, lidah, kelopak mata, atau tenggorokan (angioedema).
Pusing parah, pingsan, atau denyut jantung cepat.
Mual, muntah, atau kram perut hebat yang muncul tiba-tiba bersama biduran.
Segera temui dokter (hari yang sama) jika Anda melihat:
⚠Biduran yang muncul bersama demam tinggi atau nyeri sendi.
⚠Biduran yang meluas dengan cepat ke seluruh tubuh dalam waktu kurang dari setengah jam.
⚠Biduran yang tidak membaik meski sudah minum obat antihistamin yang dijual bebas (setelah berkonsultasi dengan apoteker).
⚠Biduran yang muncul setelah minum obat baru atau setelah tersengat serangga.
Gejala umum
Bentol merah atau putih yang menonjol di kulit, ukuran bervariasi.
Rasa gatal yang bisa sangat mengganggu, kadang seperti terbakar atau perih.
Bentol dapat muncul dan menghilang dengan cepat dalam waktu beberapa jam.
Bentuk bentol tidak teratur, bisa bergerombol atau menyebar.
Kulit di sekitar bentol mungkin tampak kemerahan.
Gejala pada anak-anak
Biduran pada anak sering disebabkan oleh infeksi virus (seperti pilek), alergi makanan (telur, susu, kacang), atau obat.
Anak mungkin menunjukkan reaksi dengan menggaruk terus-menerus, rewel, atau sulit tidur.
Bentol bisa lebih besar dan terlihat lebih jelas pada anak dengan kulit lebih tipis.
Jika anak juga mengalami bibir bengkak atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis darurat.
Gejala pada lansia
Pada lansia, biduran bisa lebih sering disebabkan oleh obat-obatan (misalnya antibiotik atau obat tekanan darah) atau penyakit kronis.
Kulit lansia lebih tipis dan kering, sehingga gatal akibat biduran bisa terasa lebih parah.
Biduran kronis (lebih dari 6 minggu) lebih sering terjadi pada usia paruh baya hingga lanjut, terutama pada wanita.
Lansia dengan penyakit jantung atau gangguan ginjal perlu waspada terhadap efek samping obat biduran.
Penyebab
Penyebab utama
Alergi makanan: seperti telur, susu, kacang tanah, ikan, kerang, dan buah-buahan tertentu (stroberi, kiwi).
Obat-obatan: seperti antibiotik (penisilin), obat pereda nyeri (aspirin, ibuprofen), atau obat hipertensi.
Infeksi: terutama infeksi virus (misalnya pilek, hepatitis) dan infeksi bakteri (radang tenggorokan).
Gigitan atau sengatan serangga: nyamuk, lebah, ulat, atau tungau.
Faktor fisik: tekanan pada kulit (dermatografisme), paparan dingin, panas, sinar matahari, atau air.
Faktor emosional: stres, kecemasan, atau kelelahan dapat memicu atau memperparah biduran.
Penyakit autoimun: seperti lupus atau gangguan tiroid (jarang).
Penyebab idiopatik: pada biduran kronis, sering kali penyebabnya tidak diketahui meskipun sudah diperiksa.
Faktor risiko
Riwayat alergi dalam keluarga (asma, eksim, rinitis alergi).
Pernah mengalami biduran sebelumnya.
Memiliki sistem imun yang lemah atau sedang dalam pengobatan tertentu.
Stres berkepanjangan atau perubahan hormonal (misalnya saat hamil atau menopause).
Paparan terhadap pemicu yang diketahui, seperti makanan atau obat tertentu.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
Jika biduran disertai dengan gejala anafilaksis seperti sesak napas, bibir bengkak, atau pingsan — segera hubungi unit gawat darurat.
Jika biduran muncul setelah mengonsumsi obat baru atau makanan yang sebelumnya tidak bermasalah.
Jika biduran meluas dengan sangat cepat dan terasa sangat tidak nyaman.
Buat janji temu rutin jika:
Jika biduran berlangsung lebih dari 6 minggu (biduran kronis).
Jika biduran sering kambuh tanpa jelas pemicunya, sehingga perlu dicari penyebabnya.
Jika biduran mengganggu tidur, pekerjaan, atau kualitas hidup secara umum.
Jika Anda ingin mendapatkan penanganan yang lebih tepat, seperti rujukan ke dokter spesialis kulit atau alergi.
Sebagian besar biduran ringan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam hingga 1–2 hari. Anda bisa mengompres dingin atau menggunakan losion kalamin untuk mengurangi gatal. Namun, jika gejala berlanjut atau Anda khawatir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau perawat di puskesmas terdekat.
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis biduran terutama dari penampilan ruam dan riwayat kesehatan pasien. Dokter akan menanyakan kapan biduran muncul, apa yang Anda lakukan atau makan sebelumnya, dan apakah ada gejala lain. Biasanya tidak diperlukan tes khusus untuk biduran akut yang ringan.
Tes yang mungkin dilakukan
Tes alergi kulit: untuk mengetahui apakah makanan atau alergen tertentu menjadi pemicu.
Tes darah: untuk memeriksa kemungkinan penyebab seperti infeksi atau penyakit autoimun pada biduran kronis.
Tes fisik: misalnya menggores kulit dengan benda tumpul untuk melihat reaksi dermografisme.
Tes eliminasi makanan: dengan menghindari makanan tertentu selama beberapa minggu untuk melihat apakah biduran membaik.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak memakan waktu lama. Dokter akan memeriksa kulit Anda dan mungkin merujuk ke spesialis jika perlu. Anda mungkin diminta membuat catatan harian tentang makanan, obat, dan aktivitas untuk membantu menemukan pemicu. Jangan khawatir — sebagian besar kasus biduran bisa ditangani dengan baik tanpa prosedur yang rumit.
Perawatan
Tujuan penanganan biduran adalah mengurangi gatal dan mempercepat hilangnya bentol, serta menghindari pemicu. Untuk biduran ringan, perawatan di rumah sering kali cukup. Jika biduran parah atau kronis, dokter mungkin memberikan obat yang dijual dengan resep atau menyarankan perubahan gaya hidup.
Perawatan mandiri di rumah
Kompres dingin: tempelkan kain bersih yang dibasahi air dingin atau es batu yang dibungkus handuk pada area biduran selama 10–15 menit.
Hindari menggaruk: garukan bisa memperparah ruam dan menyebabkan infeksi. Alihkan perhatian dengan aktivitas lain atau gunakan losion kalamin.
Gunakan pakaian longgar berbahan katun yang lembut agar tidak mengiritasi kulit.
Hindari pemicu yang sudah diketahui: seperti makanan tertentu, obat, atau paparan panas/dingin.
Mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku (jangan air panas) dan gunakan sabun yang lembut (ev. tanpa pewangi).
Kurangi stres dengan teknik relaksasi, seperti napas dalam, meditasi, atau mendengarkan musik.
Perawatan medis
Untuk biduran yang lebih parah atau kronis, dokter dapat meresepkan obat antihistamin (jenis yang tidak menyebabkan kantuk untuk penggunaan jangka panjang) atau obat lain yang bekerja pada sistem imun, seperti kortikosteroid jangka pendek atau obat biologis untuk kasus berat. Semua obat harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Jangan pernah membeli atau mengonsumsi obat tanpa resep tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Penanganan biduran tidak memerlukan operasi. Jika biduran merupakan bagian dari reaksi alergi berat yang mengancam jiwa (anafilaksis), penanganan darurat medis diperlukan, namun bukan berupa operasi.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan biduran bisa terasa tidak nyaman karena gatal yang muncul tiba-tiba. Namun, dengan mengenali pemicu dan menerapkan perawatan sederhana, Anda tetap bisa menjalani aktivitas normal. Catatlah kapan biduran muncul dan apa yang Anda lakukan sebelumnya — ini sangat membantu dokter.
Tips gaya hidup
Kenali dan hindari pemicu spesifik Anda, seperti makanan atau suhu ekstrem.
Jaga kulit tetap lembap dengan pelembap tanpa pewangi untuk mengurangi iritasi.
Gunakan pakaian yang tidak ketat dan bahan yang menyerap keringat.
Bawalah selalu obat antihistamin (yang diresepkan dokter) jika Anda bepergian dan rentan kambuh.
Kelola stres dengan olahraga ringan, hobi, atau berbicara dengan teman.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus untuk biduran, kecuali Anda sudah tahu makanan pemicu tertentu. Sebaiknya hindari makanan yang sering memicu alergi seperti kacang-kacangan, telur, atau makanan laut jika Anda curiga. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga tidak masalah, asalkan tidak memicu keringat berlebih atau perubahan suhu drastis yang bisa memperparah biduran.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Biduran kronis dapat menyebabkan rasa frustrasi, cemas, atau bahkan depresi karena gatal yang terus-menerus dan penampilan kulit yang berubah. Jika perasaan ini mengganggu, bicarakan dengan dokter atau konselor. Ingat bahwa Anda tidak sendiri — banyak orang mengalami hal serupa.
Pencegahan
Tidak semua biduran bisa dicegah, terutama yang penyebabnya tidak diketahui. Namun, jika Anda sudah tahu pemicunya, menghindarinya adalah cara pencegahan utama. Misalnya, jika biduran dipicu oleh makanan, hindari makanan tersebut. Jika dipicu oleh obat, informasikan ke dokter agar tidak diresepkan lagi. Bagi sebagian orang, menjaga kesehatan kulit dan mengelola stres juga membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah biduran. Namun, vaksinasi umum seperti vaksin influenza atau vaksin COVID-19 dianjurkan untuk mencegah infeksi yang bisa memicu biduran pada beberapa orang.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk biduran. Jika Anda memiliki riwayat alergi atau biduran sering kambuh, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Komplikasi
Jika tidak diobati
Gatal parah yang menyebabkan gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup.
Luka goresan akibat garukan yang bisa terinfeksi bakteri (selulitis).
Pada kasus jarang, biduran kronis bisa dikaitkan dengan penyakit autoimun seperti tiroiditis.
Reaksi alergi berat (anafilaksis) yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar biduran bersifat sementara dan tidak meninggalkan bekas permanen. Dengan pengelolaan yang tepat — seperti menghindari pemicu, perawatan di rumah, dan pengobatan sesuai resep — kebanyakan orang bisa mengendalikan gejalanya dengan baik. Biduran kronis memang bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tetapi dengan bantuan dokter, banyak pasien yang merasakan perbaikan. Tetap optimis dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis.
Cari dukungan
Organisasi lokal
Puskesmas terdekat · Indonesia
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 8 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.