Pleuritis (Radang Selaput Paru) yang Datang dan Pergi
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pleuritis adalah peradangan pada selaput tipis yang melapisi paru-paru dan bagian dalam dinding dada (disebut pleura). Peradangan ini bisa menyebabkan nyeri tajam saat bernapas dalam, batuk, atau bersin. Pada pleuritis yang datang dan pergi, gejala bisa muncul beberapa hari lalu membaik, kemudian kambuh lagi. Kondisi ini bisa berlangsung singkat atau menjadi masalah yang berulang.
Fakta penting
- Pleuritis sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu atau COVID-19.
- Gejala utama adalah nyeri dada yang bertambah sakit saat bernapas atau batuk.
- Istirahat dan pengobatan sesuai penyebab biasanya membantu pemulihan.
Pleuritis cukup umum sebagai komplikasi infeksi saluran napas. Namun, pleuritis yang kambuh-kambuh relatif lebih jarang dan biasanya terkait dengan penyakit tertentu.
Pleuritis dapat menyerang semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa muda hingga paruh baya. Orang dengan penyakit autoimun atau yang sering terkena infeksi paru lebih berisiko.
Gejala
- Nyeri dada sangat hebat dan tiba-tiba
- Kesulitan bernapas berat (napas tersengal-sengal)
- Batuk darah
- Bibir atau ujung jari tampak kebiruan
- Pingsan atau merasa akan pingsan
- ⚠Demam tinggi yang tidak kunjung turun
- ⚠Nyeri dada yang semakin memburuk atau tidak membaik dengan istirahat
- ⚠Sesak napas yang mengganggu aktivitas sehari-hari
- ⚠Gejala yang kambuh setelah sebelumnya membaik
Gejala umum
- Nyeri dada tajam seperti ditusuk saat bernapas dalam, batuk, atau bersin
- Nyeri yang terasa di bahu atau punggung
- Sesak napas ringan hingga sedang
- Batuk kering
- Demam ringan atau menggigil
Gejala pada anak-anak
- Nyeri dada sulit dikenali; anak mungkin rewel, menolak bernapas dalam, atau sering memegangi dada
- Batuk kering dan sesak napas
- Demam tinggi jika ada infeksi
- Kesulitan tidur karena nyeri
Gejala pada lansia
- Nyeri dada mungkin tidak setajam pada orang yang lebih muda
- Rasa tidak nyaman di dada yang samar
- Kelemahan, cepat lelah, dan sesak napas saat beraktivitas
- Demam tidak selalu tinggi, tapi risiko komplikasi lebih besar
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, seperti flu, COVID-19, atau infeksi saluran napas lainnya
- Infeksi bakteri, misalnya pneumonia (radang paru)
- Penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis
- Cedera dada, seperti patah tulang rusuk atau benturan keras
- Efek samping obat-obatan tertentu (jarang)
- Penyakit lain seperti kanker paru atau emboli paru (gumpalan darah di paru)
Faktor risiko
- Memiliki penyakit autoimun (misal lupus, rheumatoid arthritis)
- Sering menderita infeksi paru atau pneumonia
- Merokok atau terpapar asap rokok
- Sistem kekebalan tubuh lemah (karena penyakit atau obat-obatan)
- Riwayat keluarga dengan penyakit paru atau autoimun
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika nyeri dada sangat hebat atau disertai sesak napas berat
- Jika demam tinggi dan tidak kunjung turun
- Jika batuk darah atau bibir kebiruan
Buat janji temu rutin jika:
- Jika nyeri dada ringan tetapi menetap selama lebih dari beberapa hari
- Jika keluhan datang dan pergi, dan Anda ingin tahu penyebabnya
- Jika Anda memiliki riwayat penyakit autoimun atau infeksi paru berulang
Diagnosis
Dokter akan memulai dengan wawancara tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik dengan stetoskop untuk mendengarkan suara napas. Saat pleuritis, sering terdengar suara gesekan pleura. Jika dicurigai pleuritis, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lanjutan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Rontgen dada (X-ray): untuk melihat gambaran paru dan apakah ada penumpukan cairan
- Ultrasonografi (USG) paru: lebih sensitif untuk mendeteksi cairan atau peradangan
- CT scan: memberikan gambar detail struktur dada
- Tes darah: untuk mencari tanda infeksi atau penyakit autoimun
- Analisis cairan pleura: jika ada penumpukan cairan, dokter bisa mengambil sampel dengan jarum (thoracentesis) untuk diperiksa
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan fisik biasanya tidak nyeri, hanya perlu bernapas dalam seperti yang diminta dokter. Rontgen dan USG juga tanpa rasa sakit. Jika Anda perlu thoracentesis, dokter akan memberi bius lokal di area punggung sehingga Anda hanya merasakan sedikit tekanan. Prosedur ini aman dan dilakukan dengan panduan USG.
Perawatan
Pengobatan pleuritis tergantung pada penyebabnya. Tujuan utama adalah meredakan peradangan dan nyeri, serta mengatasi penyebab yang mendasarinya. Dokter akan meresepkan obat yang sesuai, seperti pereda nyeri dan antiinflamasi, antibiotik jika infeksi bakteri, atau obat untuk menekan sistem imun jika penyebabnya autoimun. Jangan pernah minum obat tanpa resep dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup saat gejala muncul, hindari aktivitas berat
- Kompres hangat pada area dada yang nyeri untuk meredakan ketegangan otot
- Saat batuk, tekan bantal ke dada untuk menopang dan mengurangi rasa sakit
- Lakukan pernapasan perlahan dan dalam beberapa kali sehari, terutama setelah nyeri mereda
- Minum air putih hangat yang cukup untuk menjaga kelembapan saluran napas
Perawatan medis
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen sering diberikan untuk mengurangi peradangan dan nyeri, namun harus sesuai dosis dan aturan pakai dari dokter. Jika penyebabnya bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang tepat. Untuk pleuritis akibat penyakit autoimun, dokter mungkin memberikan kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya. Semua obat harus diminum sesuai petunjuk dan diawasi oleh tenaga medis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pembedahan sangat jarang diperlukan. Mungkin dilakukan jika terjadi penumpukan cairan atau nanah yang banyak di rongga pleura (empiema) dan tidak bisa diatasi dengan drainase jarum. Operasi juga bisa menjadi pilihan jika ada jaringan parut yang tebal (dekortikasi) atau untuk mengatasi penyebab seperti kanker.
Hidup dengan kondisi ini
Saat gejala kambuh, kurangi aktivitas dan perbanyak istirahat. Hindari berbaring langsung pada sisi yang sakit. Gunakan teknik pernapasan yang nyaman. Jika gejala membaik, Anda bisa kembali beraktivitas secara bertahap. Catat pemicu kekambuhan untuk dibicarakan dengan dokter.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok serta polusi udara
- Kelola stres dengan relaksasi, meditasi, atau hobi yang menenangkan
- Jaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup (7-9 jam per malam) dan pola hidup bersih
- Jika Anda memiliki penyakit autoimun, patuhi pengobatan dan kontrol rutin
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang dengan banyak buah, sayur, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Hindari makanan yang memicu peradangan, seperti gorengan berlebihan. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau peregangan dapat dilakukan saat tidak kambuh. Jika sedang kambuh, hindari olahraga berat yang memicu napas cepat atau membebani dada.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri yang kambuh-kambuh bisa menimbulkan rasa frustrasi, cemas, atau takut. Wajar jika Anda merasa khawatir. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter, keluarga, atau teman. Jika kecemasan mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik.
Pencegahan
Pleuritis tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan paru, menghindari infeksi, dan mengelola penyakit penyerta. Jika Anda memiliki penyakit autoimun, kontrol rutin dan pengobatan teratur dapat membantu mencegah kekambuhan.
Vaksin
Vaksinasi influenza (flu) dan vaksin pneumonia sesuai rekomendasi dokter dapat mengurangi risiko infeksi yang bisa memicu pleuritis. Tanyakan kepada dokter atau pusat vaksinasi terdekat tentang jadwal vaksin yang sesuai untuk Anda.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk pleuritis. Namun, jika Anda memiliki risiko tinggi (misal penyakit autoimun atau riwayat infeksi berulang), pemeriksaan rutin ke dokter dan tes pencitraan seperti rontgen dada setahun sekali bisa membantu mendeteksi masalah lebih awal.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Efusi pleura: penumpukan cairan di rongga pleura yang dapat mengganggu pernapasan
- Empiema: infeksi nanah di rongga pleura yang memerlukan drainase dan antibiotik intensif
- Jaringan parut pada pleura (fibrosis pleura) yang dapat membatasi gerak paru
- Gangguan pernapasan kronis akibat peradangan berulang
Prospek jangka panjang
Kebanyakan orang dengan pleuritis, termasuk yang kambuh-kambuh, dapat pulih sepenuhnya dengan penanganan yang tepat. Penting untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebab dasarnya. Dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup, Anda bisa mengelola gejala dan menjalani aktivitas normal. Banyak pasien yang berhasil mengontrol kondisi ini dan jarang kambuh setelahnya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.