Pleuritis (Radang Selaput Paru) dengan Mual
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pleuritis adalah peradangan pada selaput yang melapisi paru-paru dan dinding dada (disebut pleura). Peradangan ini menyebabkan nyeri tajam saat bernapas, batuk, atau bersin. Mual bisa muncul akibat nyeri hebat atau sebagai efek dari infeksi yang mendasari.
Fakta penting
- Pleuritis biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti pneumonia.
- Nyeri dada pleuritis sering terasa seperti ditusuk dan memburuk saat menarik napas dalam.
- Mual pada pleuritis bisa terjadi karena nyeri hebat atau sebagai respons tubuh terhadap infeksi.
- Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan penderita pleuritis bisa pulih sepenuhnya.
Pleuritis cukup umum terjadi, terutama sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan atau pneumonia. Di Indonesia, kasus pleuritis sering terkait dengan infeksi paru seperti TBC.
Pleuritis dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa muda hingga paruh baya. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, perokok, atau yang memiliki penyakit autoimun (seperti lupus) lebih berisiko.
Gejala
- Sesak napas parah atau tiba-tiba memburuk
- Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau dihancurkan (bisa tanda serangan jantung)
- Batuk darah
- Bibir atau ujung jari membiru (tanda kekurangan oksigen)
- ⚠Nyeri dada pleuritis yang tidak membaik dengan istirahat atau obat pereda nyeri
- ⚠Demam tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak turun
- ⚠Mual dan muntah terus-menerus hingga tidak bisa minum obat
Gejala umum
- Nyeri dada tajam yang memburuk saat bernapas dalam, batuk, atau bersin
- Nyeri yang menjalar ke bahu atau punggung
- Sesak napas
- Batuk kering atau berdahak
- Demam dan menggigil (jika disebabkan infeksi)
- Mual atau muntah
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, gejalanya bisa sulit dikenali. Anak mungkin rewel, menolak makan, atau bernapas cepat.
- Nyeri dada bisa terlihat saat anak menangis atau batuk
- Mual dan muntah lebih sering terjadi pada anak, terutama jika ada infeksi.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, nyeri dada mungkin kurang terasa, tetapi sesak napas dan kelemahan lebih dominan.
- Mual dan penurunan nafsu makan sering terjadi, yang bisa menyebabkan dehidrasi.
- Lansia dengan pleuritis lebih berisiko mengalami komplikasi seperti radang paru.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, seperti influenza atau COVID-19
- Infeksi bakteri, terutama pneumonia atau TBC paru
- Penyakit autoimun, seperti lupus atau artritis reumatoid
- Cedera dada, seperti patah tulang rusuk atau luka tusuk
- Efek samping obat-obatan tertentu (sangat jarang)
Faktor risiko
- Merokok aktif atau pasif
- Memiliki penyakit paru kronis, seperti asma atau PPOK
- Sistem kekebalan tubuh lemah (misalnya karena kemoterapi atau HIV)
- Riwayat penyakit autoimun
- Riwayat operasi dada baru-baru ini
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri dada yang hebat dan mendadak, terutama jika disertai sesak napas
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun
- Mual dan muntah parah hingga tidak bisa minum
- Batuk darah
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri dada ringan yang berlangsung lebih dari 3 hari
- Batuk yang tidak sembuh dalam 1 minggu
- Mual dan nyeri dada yang muncul kembali setelah sembuh
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis pleuritis berdasarkan riwayat kesehatan, gejala, dan pemeriksaan fisik. Dokter akan mendengarkan suara napas dengan stetoskop dan mungkin mengetuk dinding dada untuk mendeteksi cairan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Rontgen dada: untuk melihat adanya cairan atau infeksi di paru
- Tes darah: untuk memeriksa tanda peradangan atau infeksi
- USG dada: untuk melihat lebih jelas adanya cairan di selaput paru
- CT scan: jika diperlukan gambaran yang lebih detail
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung cepat dan tidak menyakitkan. Jika ada cairan, dokter mungkin akan mengambil sampel cairan dengan jarum (torakosentesis) untuk diperiksa. Prosedur ini dilakukan dengan bius lokal dan biasanya aman.
Perawatan
Pengobatan pleuritis bertujuan untuk mengatasi peradangan dan penyebab yang mendasarinya, serta meredakan nyeri dan mual. Sebagian besar kasus dapat ditangani di rumah dengan obat dan istirahat.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat cukup untuk membantu pemulihan
- Kompres hangat pada area nyeri dapat membantu meredakan ketegangan otot
- Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi, terutama jika mual
- Hindari merokok dan asap rokok
Perawatan medis
Dokter akan memberikan obat untuk mengatasi peradangan (misalnya antiinflamasi nonsteroid) dan obat pereda nyeri. Jika penyebabnya infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik sesuai panduan Kemenkes. Untuk mual, dokter dapat memberikan obat antiemetik yang aman. Pada kasus tertentu, jika ada cairan berlebih di selaput paru, dokter mungkin akan melakukan tindakan pengeluaran cairan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan pada pleuritis. Mungkin dilakukan jika ada komplikasi seperti empiema (nanah di rongga pleura) yang tidak membaik dengan drainase biasa, atau jika ada sumbatan saluran napas.
Hidup dengan kondisi ini
Saat pemulihan, Anda perlu membatasi aktivitas fisik berat. Nyeri dada bisa membuat tidur tidak nyaman; coba tidur dengan posisi miring ke sisi yang sakit untuk mengurangi gesekan pleura. Istirahat yang cukup sangat penting.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok
- Jaga kebersihan tangan untuk mencegah infeksi
- Gunakan masker di tempat umum jika Anda rentan infeksi
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh. Jika mual, makan dalam porsi kecil tapi sering. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan setelah nyeri mereda, tetapi hindari olahraga berat sampai sembuh total.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Rasa sakit dan ketidaknyamanan bisa menyebabkan stres atau kecemasan. Jika Anda merasa cemas atau depresi, bicarakan dengan dokter. Jangan ragu mencari dukungan dari keluarga atau teman. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian.
Pencegahan
Pleuritis tidak selalu dapat dicegah, tetapi Anda bisa menurunkan risiko dengan menjaga kesehatan paru, menghindari infeksi, dan mengobati penyakit dasar seperti pneumonia atau TBC sedini mungkin.
Vaksin
Vaksinasi influenza dan vaksin pneumonia (PCV dan PPSV23) sesuai anjuran Kemenkes dapat membantu mencegah infeksi yang memicu pleuritis. Tanyakan pada dokter vaksin yang tepat untuk Anda.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk pleuritis. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko seperti merokok atau penyakit autoimun, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk deteksi dini masalah paru.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Efusi pleura (penumpukan cairan di rongga pleura) yang bisa menyebabkan sesak napas berat
- Empiema (nanah di rongga pleura) yang memerlukan drainase atau operasi
- Jaringan parut pada pleura (perlengketan) yang membatasi gerak paru
- Penyebaran infeksi ke organ lain, seperti sepsis
Prospek jangka panjang
Kebanyakan penderita pleuritis sembuh total dalam beberapa minggu jika penyebabnya infeksi ringan dan diobati tepat. Mual biasanya akan hilang seiring membaiknya nyeri dan infeksi. Dengan perawatan yang baik, risiko komplikasi sangat kecil. Tetaplah optimis dan patuhi anjuran dokter.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.