Kejang dengan Demam (Step Demam)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kejang dengan demam adalah kondisi di mana seseorang mengalami kejang (gerakan tubuh yang tidak terkendali) saat suhu tubuhnya tinggi karena demam. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Kejang ini biasanya berlangsung singkat dan tidak berbahaya, tetapi perlu mendapat penanganan medis yang tepat.
Fakta penting
- Kejang demam paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
- Kejang demam sederhana berlangsung kurang dari 15 menit dan tidak berulang dalam 24 jam.
- Kejang demam tidak menyebabkan kerusakan otak permanen pada kebanyakan anak.
Kejang dengan demam cukup umum terjadi, terutama pada anak-anak. Sekitar 2–5% anak di Indonesia pernah mengalami kejang demam. Pada orang dewasa, kondisi ini lebih jarang dan sering dikaitkan dengan infeksi tertentu.
Anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun adalah yang paling sering terkena. Orang dewasa juga bisa mengalaminya jika demam sangat tinggi atau ada gangguan saraf lainnya.
Gejala
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang berulang dalam waktu 24 jam tanpa sadar penuh di antaranya
- Anak atau orang dewasa tidak bernapas normal saat kejang
- Kejang terjadi pada orang dengan cedera kepala atau infeksi otak sebelumnya
- ⚠Demam sangat tinggi (di atas 40°C) yang tidak turun dengan penanganan awal
- ⚠Kejang pertama kali terjadi pada usia di bawah 6 bulan atau di atas 5 tahun
- ⚠Anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan setelah kejang berhenti
- ⚠Ada tanda-tanda infeksi serius seperti leher kaku atau ruam kemerahan yang tidak hilang
Gejala umum
- Demam tinggi (biasanya di atas 38°C)
- Gerakan menyentak atau kaku pada lengan dan kaki
- Mata berputar ke atas atau tidak fokus
- Kehilangan kesadaran sementara
- Kulit tampak kebiruan atau pucat saat kejang
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi yang naik cepat
- Kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit
- Anak tampak mengantuk atau kebingungan setelah kejang
- Tidak ada kelemahan pada satu sisi tubuh setelah kejang
Gejala pada lansia
- Demam tinggi dengan kejang yang lebih berkepanjangan
- Kesadaran yang lebih lambat pulih
- Mungkin disertai gejala infeksi lain seperti batuk atau nyeri kepala
Penyebab
Penyebab utama
- Demam tinggi akibat infeksi virus atau bakteri, seperti flu, infeksi saluran pernapasan, atau infeksi telinga
- Reaksi tubuh terhadap kenaikan suhu yang cepat pada otak yang masih sensitif (terutama pada anak)
Faktor risiko
- Riwayat kejang demam pada keluarga (orang tua atau saudara kandung)
- Usia di bawah 5 tahun
- Demam yang sangat tinggi atau naik dengan cepat
- Infeksi tertentu seperti roseola atau influenza
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter atau rumah sakit jika kejang terjadi untuk pertama kali
- Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Jika anak atau orang dewasa tidak sadar penuh setelah kejang berhenti
- Jika ada tanda infeksi serius seperti kesulitan bernapas atau ruam yang tidak pudar
Buat janji temu rutin jika:
- Konsultasikan dengan dokter anak atau dokter saraf jika kejang demam terjadi lebih dari satu kali
- Untuk orang dewasa, periksakan ke dokter jika mengalami kejang saat demam untuk mencari penyebab lain
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat demam dan kejang, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan tambahan mungkin dilakukan untuk memastikan penyebab demam dan menyingkirkan kondisi lain seperti infeksi otak.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pengukuran suhu tubuh
- Pemeriksaan darah untuk mencari infeksi
- Analisis cairan serebrospinal (punksi lumbal) jika dicurigai infeksi otak
- Elektroensefalogram (EEG) untuk menilai aktivitas listrik otak jika kejang tidak biasa
- Pencitraan otak (CT scan atau MRI) jika ada gejala neurologis lain
Apa yang diharapkan saat janji temu
Diagnosis biasanya dimulai dengan anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisik. Jika anak tampak sehat setelah kejang berhenti dan tidak ada tanda bahaya, dokter mungkin hanya memantau. Tes tambahan dilakukan jika kejang berlangsung lama, berulang, atau ada kecurigaan infeksi otak.
Perawatan
Penanganan utama kejang dengan demam adalah mengatasi demam dan memastikan kejang berhenti. Pada anak dengan kejang demam sederhana, biasanya tidak diperlukan obat khusus. Pengobatan diarahkan pada penyebab demam dan mencegah dehidrasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Saat kejang: baringkan anak atau orang dewasa di tempat yang aman, miringkan tubuh untuk mencegah tersedak, dan jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut.
- Setelah kejang berhenti: beri obat penurun demam (antipiretik) sesuai petunjuk dokter (misalnya parasetamol atau ibuprofen, namun jangan sebutkan nama merek).
- Kompres air hangat untuk membantu menurunkan demam, bukan air dingin atau alkohol.
- Pastikan cukup minum untuk mencegah dehidrasi, beri cairan yang mudah ditelan.
Perawatan medis
Jika kejang berlangsung lama atau berulang, dokter dapat memberikan obat antikejang melalui infus (misalnya benzodiazepin) untuk menghentikan kejang. Dokter juga akan mengobati infeksi penyebab demam dengan antibiotik atau antivirus jika perlu. Untuk anak dengan kejang demam kompleks, dokter mungkin merekomendasikan pemberian obat antikejang jangka pendek saat demam muncul kembali.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk kejang demam. Hanya dipertimbangkan jika ada kelainan struktural di otak yang menyebabkan kejang, dan itu sangat jarang pada kasus kejang demam sederhana.
Hidup dengan kondisi ini
Sebagian besar anak yang mengalami kejang demam tumbuh normal tanpa masalah kesehatan jangka panjang. Orang tua perlu tahu cara menangani demam dan mengenali tanda kejang. Jika anak sering mengalami kejang demam, dokter mungkin memberikan rencana penanganan saat demam.
Tips gaya hidup
- Pantau suhu tubuh saat anak demam, terutama jika usia di bawah 5 tahun.
- Jaga sirkulasi udara baik di ruangan, jangan terlalu banyak selimut saat demam.
- Hindari pemicu kejang: demam tinggi yang naik cepat. Beri penurun demam sesuai anjuran dokter saat suhu mulai naik.
- Catat riwayat kejang dan suhu tubuh untuk dilaporkan ke dokter.
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus. Anak boleh beraktivitas normal setelah sembuh dari demam. Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Melihat anak kejang bisa sangat menakutkan bagi orang tua. Rasa cemas dan khawatir berlebihan adalah hal yang wajar. Bicarakan dengan dokter atau konselor jika perasaan tersebut mengganggu. Ingat bahwa sebagian besar kejang demam tidak berbahaya.
Pencegahan
Tidak semua kejang demam dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan mengendalikan demam. Berikan penurun demam saat demam mulai naik, sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Vaksinasi yang tepat juga dapat mencegah infeksi penyebab demam.
Vaksin
Vaksinasi rutin seperti vaksin influenza, pneumokokus, dan DPT dapat mengurangi risiko infeksi yang menyebabkan demam tinggi. Ikuti jadwal imunisasi dari Kementerian Kesehatan.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk kejang demam. Jika ada riwayat kejang demam dalam keluarga, dokter mungkin memberikan saran tentang penanganan demam sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) dapat menyebabkan kekurangan oksigen sementara pada otak.
- Risiko cedera fisik saat kejang, seperti tergigit lidah atau jatuh.
- Pada kasus jarang, kejang demam kompleks dapat meningkatkan risiko epilepsi di kemudian hari.
Prospek jangka panjang
Prognosis kejang demam sangat baik. Sebagian besar anak tidak mengalami kerusakan otak atau perkembangan abnormal. Hanya sebagian kecil yang kemudian berkembang menjadi epilepsi. Dengan penanganan demam yang tepat dan kontrol medis teratur, anak dapat hidup normal dan sehat.
Cari dukungan
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.