Nyeri atau Benjolan pada Satu Testis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kondisi ini merujuk pada gejala berupa nyeri, benjolan, bengkak, atau perubahan bentuk pada salah satu buah testis. Banyak hal yang bisa menyebabkan gejala ini, mulai dari yang ringan seperti cedera kecil hingga kondisi serius yang butuh penanganan segera. Karena itu, bila Anda merasakannya, penting untuk memeriksakan diri ke dokter.
Fakta penting
- Rasa nyeri atau benjolan di testis tidak selalu berarti tumor atau kondisi serius, tetapi pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
- Nyeri testis yang datang tiba-tiba dan sangat berat bisa menjadi tanda keadaan darurat, seperti testis terpuntir, dan harus segera mendapat pertolongan.
- Pemeriksaan testis oleh dokter terbilang sederhana dan tidak menyakitkan.
Ya, masalah pada testis cukup sering dialami pria di berbagai usia. Namun, jenis kelainannya bisa berbeda-beda tergantung umur.
Kondisi ini dapat terjadi pada laki-laki dari bayi hingga lanjut usia. Beberapa kondisi seperti testis terpuntir lebih sering terjadi pada remaja, sedangkan pembesaran pembuluh darah (varikokel) sering mulai terasa pada usia muda.
Gejala
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan sangat berat
- Nyeri testis disertai mual, muntah, atau keringat dingin
- Skrotum bengkak dan merah dengan nyeri luar biasa
- Testis terasa naik ke atas atau posisinya berubah tidak normal
- ⚠Benjolan baru atau pembengkakan pada testis (meski tanpa nyeri)
- ⚠Rasa nyeri ringan yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- ⚠Nyeri setelah cedera yang tidak membaik
- ⚠Demam disertai nyeri dan bengkak pada skrotum
Gejala umum
- Rasa berat atau nyeri tumpul di salah satu testis
- Benjolan atau pembengkakan pada salah satu sisi skrotum (kantong testis)
- Perubahan bentuk atau ukuran testis
- Kemerahan atau rasa hangat di kulit skrotum
- Rasa tidak nyaman saat berjalan atau duduk
- Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah atau paha dalam
Gejala pada anak-anak
- Testis belum turun sempurna ke dalam kantong skrotum (pada bayi)
- Skrotum bengkak yang membesar saat menangis (bisa tanda hernia)
- Nyeri perut, muntah, dan rewel pada anak dengan nyeri testis
- Warna skrotum kemerahan atau keunguan
Gejala pada lansia
- Nyeri kronis atau rasa tidak nyaman yang muncul perlahan di salah satu testis
- Pembengkakan atau benjolan yang bertambah besar
- Rasa berat atau pegal di selangkangan
- Nyeri atau bengkak pada testis disertai demam
Penyebab
Penyebab utama
- Puntiran pada saluran sperma (torsio testis) – kondisi darurat yang memotong aliran darah ke testis
- Peradangan pada saluran di belakang testis (epididimitis) atau pada testis itu sendiri (orkitis), biasanya karena infeksi
- Cedera fisik akibat benturan atau kecelakaan
- Hernia inguinalis – sebagian usus menonjol ke selangkangan
- Varikokel – pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum
- Hidrokel – penumpukan cairan di sekitar testis
- Tumor atau kista, termasuk tumor testis yang perlu ditangani secara khusus
Faktor risiko
- Usia remaja atau dewasa muda (untuk torsio testis dan tumor testis)
- Testis yang belum turun sempurna (kriptorkismus) – meningkatkan risiko tumor testis
- Riwayat keluarga dengan tumor testis
- Infeksi menular seksual (untuk epididimitis)
- Aktivitas berat atau berkendara dengan posisi yang menekan area selangkangan
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera cari pertolongan darurat bila nyeri testis muncul tiba-tiba dan sangat berat, karena bisa jadi torsio testis yang memerlukan tindakan cepat.
- Jika Anda menemukan benjolan atau pembengkakan baru pada salah satu testis, jadwalkan pemeriksaan dalam beberapa hari.
- Jika nyeri testis berlangsung lebih dari 2–3 hari atau disertai demam.
Buat janji temu rutin jika:
- Pada pemeriksaan kesehatan tahunan, jangan ragu menyebutkan keluhan testis ke dokter.
- Jika Anda perlu melakukan pemeriksaan rutin karena memiliki faktor risiko, ikuti saran dokter.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik pada testis dan area sekitarnya. Untuk memastikan penyebab, dokter biasanya akan meminta pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik – dokter meraba skrotum untuk menilai benjolan, rasa nyeri, dan konsistensinya
- Ultrasonografi (USG) – pemeriksaan gelombang suara untuk melihat aliran darah dan struktur testis dari dalam
- Urinalisis atau pemeriksaan urine untuk mencari tanda infeksi
- Tes darah – seperti penanda tumor (alfa-fetoprotein atau beta-hCG) bila ada kecurigaan tumor testis
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung singkat, sekitar 15–30 menit. Dokter akan menjelaskan langkah lanjutan dan mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis urologi bila diperlukan. Tidak perlu malu atau cemas; dokter terlatih untuk menangani keluhan ini.
Perawatan
Penanganan tergantung pada penyebab yang ditemukan. Beberapa kondisi bisa sembuh dengan istirahat dan obat pereda nyeri, sementara kondisi lain memerlukan antibiotik atau tindakan bedah. Dokter akan memilih pengobatan yang paling sesuai.
Perawatan mandiri di rumah
- Setelah pemeriksaan, istirahatkan aktivitas berat untuk mengurangi nyeri.
- Gunakan pakaian dalam yang bersifat menopang (seperti celana dalam ketat) untuk menjaga posisi testis.
- Kompres dingin di bagian skrotum dapat membantu mengurangi bengkak pada beberapa kasus – lakukan sesuai anjuran dokter.
- Hindari mengangkat beban berat sampai keluhan membaik.
Perawatan medis
Untuk infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik – tanpa resep tidak boleh membeli antibiotik sendiri. Untuk nyeri, dokter dapat memberi obat pereda nyeri yang aman sesuai kondisi Anda. Jika ada cairan atau darah yang menumpuk, dokter mungkin menyarankan tindakan pengeluaran dengan jarum (aspirasi) – namun prosedur ini hanya boleh dilakukan tenaga medis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi segera (dalam beberapa jam) diperlukan untuk torsio testis, yaitu saat saluran sperma terpuntir dan aliran darah ke testis terhenti. Untuk tumor testis, operasi pengangkatan testis (orkidektomi) dapat menjadi bagian dari penanganan, dan biasanya masih memungkinkan kehidupan serta kesuburan yang normal setelahnya. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risiko tindakan.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah mendapatkan diagnosis dan pengobatan, sebagian besar pria bisa kembali beraktivitas normal. Jika Anda menjalani operasi, Anda mungkin perlu istirahat 1–2 minggu dan menghindari olahraga berat selama masa pemulihan. Patuhi jadwal kontrol dokter.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemeriksaan testis sendiri (self-exam) sebulan sekali, terutama setelah mandi air hangat.
- Pakai pelindung selangkangan saat berolahraga yang berisiko benturan.
- Jika Anda masih dalam usia subur dan khawatir tentang kesuburan, bicarakan dengan dokter – banyak gangguan testis tidak otomatis memengaruhi kesuburan.
Diet dan olahraga
Makan makanan seimbang dengan banyak sayur, buah, dan protein tanpa lemak dapat membantu pemulihan. Olahraga ringan seperti jalan kaki biasanya aman, tetapi hindari olahraga berat dan mengangkat beban selama masa perawatan kecuali dokter memperbolehkan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami keluhan di area intim bisa menimbulkan kecemasan, malu, atau takut akan kesuburan dan kesehatan. Perasaan ini wajar. Menceritakan kekhawatiran kepada orang terdekat atau tenaga kesehatan dapat membantu menurunkan beban pikiran.
Pencegahan
Tidak semua gangguan testis bisa dicegah, tetapi pemeriksaan rutin (self-exam) dapat membantu menemukan benjolan lebih dini sehingga pengobatan lebih cepat. Menghindari cedera dan menjaga kebersihan area selangkangan juga dapat menurunkan risiko infeksi.
Vaksin
Vaksinasi tertentu, seperti vaksin gondongan (MMR), dapat mencegah peradangan testis akibat infeksi gondongan yang berisiko menyebabkan kemandulan. Namun tidak ada vaksin khusus untuk mencegah semua gangguan testis.
Program skrining
Pemeriksaan sendiri testis sebulan sekali adalah cara yang disarankan untuk mengenal kondisi testis Anda. Untuk yang memiliki risiko tinggi (riwayat tumor testis dalam keluarga atau testis tidak turun), dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan USG secara berkala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Torsio testis yang tidak ditangani dalam 6–12 jam dapat menyebabkan kematian jaringan testis dan akhirnya testis harus diangkat.
- Infeksi yang menyebar dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri hebat, atau abses (kumpulan nanah) di skrotum.
- Benjolan testis yang merupakan tumor bisa tumbuh dan menyebar bila tidak ditangani, meskipun tumor testis umumnya tumbuh lambat dan sangat bisa diobati.
Prospek jangka panjang
Berita baiknya, hampir semua gangguan testis dapat diobati dengan baik. Bahkan tumor testis, jika ditemukan sejak dini, memiliki tingkat kesembuhan di atas 95%. Banyak pria tetap memiliki fungsi seksual dan kesuburan yang normal setelah menjalani pengobatan. Selama Anda memeriksakan diri sejak pertama kali ada keluhan, peluang pemulihan sangat besar.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.