Nyeri atau Benjolan di Testis Disertai Rasa Lelah
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Rasa nyeri, benjolan, atau pembengkakan pada testis (buah zakar) yang disertai rasa lelah bisa menjadi tanda adanya masalah pada testis, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang lebih serius seperti kanker testis. Namun, tidak semua keluhan berarti hal yang serius. Penting untuk mengenali gejalanya dan memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Fakta penting
- Kanker testis relatif jarang, tetapi paling sering terjadi pada pria usia 15–40 tahun.
- Sebagian besar benjolan di testis bukanlah kanker, tetapi tetap harus diperiksa oleh dokter.
- Rasa lelah saja tidak berarti Anda menderita penyakit serius, tetapi jika disertai gejala lain, sebaiknya periksakan diri.
- Pemeriksaan testis sendiri (sadar testis) dapat membantu menemukan perubahan sejak dini.
Keluhan nyeri atau benjolan di testis cukup umum dialami pria. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari cedera, infeksi, hingga pembengkakan pembuluh darah (varikokel). Sedangkan kanker testis tergolong langka namun merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada pria muda.
Masalah testis dapat terjadi pada pria dari semua usia. Infeksi seperti epididimitis lebih sering pada pria aktif secara seksual. Kanker testis paling sering menyerang pria berusia 15–40 tahun. Sementara pada anak-anak, keluhan nyeri testis perlu lebih diwaspadai karena bisa menandakan puntiran testis (torsio) yang memerlukan penanganan segera.
Gejala
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat
- Testis terasa seperti 'dipelintir' disertai mual atau muntah
- Cedera parah pada testis
- Pembengkakan atau nyeri yang memburuk dengan cepat dalam beberapa jam
- Demam tinggi disertai nyeri testis
- ⚠Benjolan pada testis yang masih teraba
- ⚠Nyeri testis yang tidak membaik dalam 1–2 hari
- ⚠Perubahan ukuran atau bentuk testis yang menetap
- ⚠Adanya luka atau keluarnya cairan dari skrotum
Gejala umum
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada salah satu testis
- Pembengkakan atau benjolan pada testis
- Rasa berat atau tarikan di skrotum (kantong zakar)
- Perubahan ukuran atau bentuk testis
- Rasa lelah atau lesu yang tidak biasa
- Demam atau rasa panas menggigil (bila ada infeksi)
Gejala pada anak-anak
- Nyeri testis yang muncul tiba-tiba dan hebat
- Pembengkakan atau kemerahan pada skrotum
- Mual dan muntah
- Bayi atau anak rewel tanpa sebab yang jelas
Gejala pada lansia
- Benjolan atau pembengkakan yang membesar perlahan
- Nyeri tumpul yang terus-menerus
- Rasa lelah yang menetap
- Perubahan kebiasaan buang air kecil (bisa karena pembesaran prostat, bukan testis)
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi pada epididimis atau testis (epididimitis/orkitis) yang sering disertai demam dan lelah
- Puntiran testis (torsio testis) — keadaan darurat medis karena aliran darah terputus
- Benjolan dari pembuluh darah melebar (varikokel)
- Kista atau cairan di dalam skrotum (hidrokel)
- Hernia (turun berok) yang masuk ke skrotum
- Tumor atau kanker testis
- Cedera atau trauma pada area testis
Faktor risiko
- Usia 15–40 tahun (risiko tertinggi untuk kanker testis)
- Testis yang tidak turun (kriptorkismus) sejak lahir
- Riwayat keluarga dengan kanker testis
- HIV atau infeksi yang menurunkan sistem kekebalan tubuh
- Pernah terkena infeksi testis sebelumnya
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri mendadak dan hebat pada testis
- Benjolan baru yang terasa keras atau tidak nyeri
- Pembengkakan disertai demam dan menggigil
- Cedera langsung pada testis yang terasa sangat nyeri
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri yang ringan dan hilang timbul
- Rasa tidak nyaman saat beraktivitas
- Perubahan pada ukuran testis yang tidak nyeri
- Khawatir akan adanya benjolan — meskipun tidak nyeri, tetap perlu periksa
Diagnosis
Dokter akan memulai dengan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik pada buah zakar, termasuk dengan meneropong cahaya (transiluminasi) untuk membedakan kista cairan dengan benjolan padat. Dokter juga akan memeriksa apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik oleh dokter
- Ultrasonografi (USG) testis untuk melihat struktur di dalam skrotum
- Tes urine atau darah untuk mendeteksi infeksi atau penanda tumor (seperti alfa-fetoprotein dan hCG)
- Dalam kasus tertentu, biopsi jarum halus untuk pemeriksaan jaringan
- MRI atau CT scan bila dicurigai penyebaran ke area lain
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan akan terasa sedikit tidak nyaman, tetapi hanya berlangsung singkat. Anda mungkin diminta melakukan USG dengan posisi berbaring. Hasil yang paling penting adalah menentukan apakah ada tanda infeksi, masalah aliran darah, atau benjolan yang perlu ditindaklanjuti.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab yang ditemukan. Infeksi dapat membaik dengan obat antibiotik dan istirahat. Puntiran testis memerlukan tindakan bedah segera. Benjolan yang dicurigai sebagai tumor harus dievaluasi lebih lanjut, dan jika benar kanker, penanganannya dilakukan oleh tim dokter spesialis onkologi.
Perawatan mandiri di rumah
- Mengompres area dengan air dingin untuk mengurangi nyeri dan bengkak
- Mengangkat buah zakar dengan memakai celana dalam yang menopang
- Menghindari aktivitas berat sementara waktu
- Minum air putih cukup dan istirahat
- Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas — namun konsultasikan dulu dengan apoteker atau dokter
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk infeksi bakteri, obat antiradang untuk mengurangi bengkak, atau terapi lain yang sesuai dengan penyebabnya. Untuk kasus tertentu seperti torsio, tindakan pembedahan dilakukan segera untuk menyelamatkan testis. Jika ditemukan tumor ganas, pilihan penanganan meliputi operasi pengangkatan testis, kemoterapi, atau radioterapi sesuai stadium — semua keputusan akan didiskusikan bersama dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pembedahan dilakukan terutama pada kondisi puntiran testis, hernia yang terjepit, atau bila ada benjolan yang dicurigai sebagai tumor. Operasi juga dapat dilakukan untuk varikokel bila menyebabkan nyeri atau berdampak pada kesuburan.
Hidup dengan kondisi ini
Sebagian besar pria dapat kembali beraktivitas normal setelah perawatan. Jika Anda menjalani operasi, ikuti petunjuk dokter tentang perawatan luka dan kapan boleh kembali bekerja atau berolahraga.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemeriksaan testis sendiri sebulan sekali
- Kenali kondisi normal tubuh Anda agar perubahan lebih cepat terdeteksi
- Jaga kebersihan area kemaluan
- Hindari rokok dan batasi alkohol karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit
- Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau obat bebas
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, dan protein tanpa lemak, dapat membantu pemulihan dan menjaga kekebalan tubuh. Olahraga ringan seperti jalan kaki diperbolehkan setelah fase akut, tetapi tanyakan dulu kepada dokter untuk mengetahui kapan aman berolahraga kembali.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kekhawatiran tentang kesehatan testis atau diagnosis yang sedang dijalani bisa menimbulkan stres, cemas, atau gangguan tidur. Hal ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan. Ingat bahwa banyak kondisi testis dapat diobati dengan baik, terutama bila ditemukan lebih dini.
Pencegahan
Sebagian besar masalah testis tidak dapat dicegah secara langsung, terutama yang berkaitan dengan genetik atau perkembangan. Namun, menjaga gaya hidup sehat dan memeriksakan diri secara rutin dapat membantu menemukan masalah lebih dini.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk semua pria. Namun, bila Anda memiliki faktor risiko, diskusikan dengan dokter tentang perlunya pemeriksaan rutin. Pemeriksaan testis sendiri (sadar testis) sangat disarankan setiap bulan setelah mandi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Puntiran testis yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan permanen dan kehilangan testis
- Infeksi yang tidak diobati dapat menyebar ke bagian lain atau membentuk abses (kumpulan nanah)
- Tumor ganas yang tidak ditangani dapat menyebar ke kelenjar getah bening, paru-paru, atau organ lain
- Nyeri kronis dan gangguan kesuburan
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, hampir semua masalah testis dapat ditangani dengan baik. Bahkan pada kasus kanker testis, tingkat kesembuhan sangat tinggi — mencapai lebih dari 95% bila terdeteksi sejak dini. Dengan pemeriksaan yang tepat dan pengobatan yang sesuai, kebanyakan pria dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.