Allergy intradermal testing
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes intradermal alergi adalah prosedur medis untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki reaksi alergi terhadap zat tertentu yang disebut alergen. Dalam tes ini, sejumlah kecil alergen disuntikkan tepat di bawah lapisan atas kulit (dermis) untuk melihat apakah timbul kemerahan, bengkak, atau gatal yang menandakan alergi.
Fakta penting
- Tes ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis alergi atau imunologi.
- Hasil tes dapat diketahui dalam waktu 15–20 menit setelah penyuntikan.
- Tes intradermal lebih sensitif dibandingkan tes tusuk kulit untuk beberapa jenis alergen.
Ya, tes intradermal cukup umum digunakan di Indonesia untuk membantu mendiagnosis alergi, terutama jika tes kulit biasa tidak memberikan hasil yang jelas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut tes ini sebagai bagian dari penanganan alergi terpadu.
Tes ini ditujukan bagi orang yang diduga memiliki alergi terhadap sesuatu seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, makanan, atau obat-obatan. Dokter akan merekomendasikan tes ini jika gejala alergi seperti bersin-bersin, ruam, atau sesak napas tidak kunjung membaik.
Gejala
- Kesulitan bernapas setelah tes atau setelah terpapar alergen
- Pembengkakan di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
- Pusing hebat atau pingsan
- Detak jantung cepat atau tidak beraturan
- ⚠Reaksi kulit yang sangat luas atau melepuh setelah tes
- ⚠Ruam yang menyebar dengan cepat di luar area suntikan
- ⚠Gejala alergi yang mengganggu aktivitas sehari-hari
Gejala umum
- Bersin-bersin terus-menerus
- Hidung tersumbat atau pilek
- Mata merah dan gatal
- Ruam atau bentol-bentol di kulit
- Gatal-gatal tanpa sebab jelas
Gejala pada anak-anak
- Ruam popok yang sulit sembuh
- Sering bersin atau batuk setelah bermain di luar
- Menggosok mata atau hidung terus-menerus
- Sulit tidur karena hidung tersumbat
Gejala pada lansia
- Gejala alergi lebih ringan tapi berkepanjangan
- Kulit kering dan gatal tanpa ruam jelas
- Hidung tersumbat yang menetap
- Batuk kronis yang tidak diketahui sebabnya
Penyebab
Penyebab utama
- Tes intradermal dilakukan karena gejala alergi yang tidak jelas penyebabnya
- Dicurigai adanya alergi terhadap alergen yang tidak terdeteksi oleh tes kulit biasa
- Riwayat keluarga dengan alergi yang kuat
Faktor risiko
- Riwayat alergi dalam keluarga (orang tua atau saudara kandung)
- Memiliki kondisi atopik seperti asma, eksim, atau rinitis alergi
- Paparan terus-menerus terhadap alergen di lingkungan (debu, tungau, asap)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami kesulitan bernapas setelah terpapar sesuatu
- Ruam atau bengkak yang menyebar dengan cepat
Buat janji temu rutin jika:
- Jika gejala alergi seperti bersin, gatal, atau ruam berlangsung lebih dari beberapa minggu
- Jika Anda ingin mengetahui penyebab alergi secara pasti
Diagnosis
Tes intradermal dilakukan oleh dokter atau perawat terlatih. Sebelum tes, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala Anda. Tes ini adalah bagian dari serangkaian pemeriksaan alergi, bisa juga dilengkapi dengan tes darah atau tes tempel kulit.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes tusuk kulit (skin prick test) – biasanya dilakukan sebelum tes intradermal
- Tes intradermal – penyuntikan alergen ke lapisan kulit
- Tes darah (IgE spesifik) – untuk mengukur kadar antibodi alergi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pada tes intradermal, lengan bawah atau punggung Anda akan dibersihkan. Dokter akan menyuntikkan sejumlah kecil alergen ke dalam kulit dengan jarum halus. Anda akan diminta menunggu sekitar 15–20 menit. Jika kulit menjadi merah, bengkak, atau gatal di tempat suntikan, itu menandakan reaksi alergi positif. Dokter akan menilai ukuran reaksi dan mencatat hasilnya.
Perawatan
Jika tes intradermal menunjukkan alergi positif, dokter akan merekomendasikan penanganan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan alergi. Penanganan umumnya meliputi menghindari alergen, mengendalikan gejala, dan, jika perlu, menjalani terapi imunoterapi (desensitisasi).
Perawatan mandiri di rumah
- Hindari alergen penyebab sebisa mungkin (debu, serbuk sari, makanan tertentu)
- Gunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau berpolusi
- Kompres dingin di area kulit yang gatal untuk meredakan iritasi
- Catat gejala dan pemicu untuk membantu dokter menentukan rencana penanganan
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat-obatan yang termasuk golongan antihistamin, kortikosteroid, atau dekongestan untuk meredakan gejala. Dalam beberapa kasus, dokter menyarankan imunoterapi berupa suntikan rutin alergen untuk mengurangi kepekaan tubuh. Jangan pernah menggunakan obat apa pun tanpa konsultasi dokter.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan alergi memerlukan kewaspadaan ekstra. Anda perlu mengenali pemicu alergi dan menghindarinya. Bawalah selalu obat darurat (seperti antihistamin) jika dokter meresepkannya. Pelajari cara membaca label makanan jika Anda alergi makanan.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan rumah: bersihkan debu secara rutin, cuci sprei dengan air panas
- Gunakan filter udara atau AC untuk mengurangi alergen di dalam ruangan
- Cuci tangan dan wajah setelah bepergian, terutama saat musim serbuk sari
- Gunakan masker saat membersihkan rumah atau berkebun
Diet dan olahraga
Jika Anda memiliki alergi makanan, hindari makanan pemicu dan baca label kemasan dengan saksama. Olahraga teratur baik untuk kesehatan secara umum, tetapi jika Anda memiliki alergi yang dipicu olahraga (exercise-induced anaphylaxis), konsultasikan dengan dokter sebelum beraktivitas berat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan alergi kadang membuat stres dan cemas, terutama jika gejala sering kambuh atau mengganggu tidur. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter atau konselor tentang perasaan Anda. Bergabung dengan kelompok dukungan juga dapat membantu.
Pencegahan
Alergi tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi Anda bisa mengurangi risiko reaksi dengan menghindari pemicu. Menjaga daya tahan tubuh tetap baik juga membantu mengurangi frekuensi dan keparahan gejala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gejala alergi bisa memburuk dan mengganggu kualitas hidup
- Risiko berkembang menjadi asma atau rinitis kronis
- Reaksi alergi berat (anafilaksis) yang mengancam jiwa
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang baik, sebagian besar alergi dapat dikelola dengan baik. Banyak orang dengan alergi bisa hidup normal dan aktif. Terapi imunoterapi juga dapat mengurangi kepekaan tubuh terhadap alergen seiring waktu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.