Amylase and lipase tests
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes amilase dan lipase adalah pemeriksaan darah yang mengukur kadar dua enzim yang diproduksi oleh pankreas. Enzim ini membantu pencernaan makanan. Kadar yang tinggi bisa menandakan adanya masalah pada pankreas, seperti peradangan (pankreatitis).
Fakta penting
- Amilase dan lipase adalah enzim yang dibuat di pankreas dan dilepaskan ke dalam darah saat pankreas mengalami iritasi atau cedera.
- Tes ini sering digunakan bersama untuk membantu mendiagnosis pankreatitis akut (peradangan pankreas yang tiba-tiba).
- Lipase lebih spesifik untuk pankreas dibandingkan amilase, sehingga hasil lipase yang tinggi lebih kuat menandakan pankreatitis.
Tes amilase dan lipase termasuk pemeriksaan yang umum dilakukan pada pasien dengan nyeri perut bagian atas yang mencurigakan ke arah pankreatitis. Di Indonesia, tes ini tersedia di rumah sakit dan laboratorium kesehatan.
Tes ini dilakukan pada siapa saja yang memiliki gejala yang mengarah ke gangguan pankreas, terutama orang dewasa dengan nyeri perut hebat, mual, muntah, atau riwayat konsumsi alkohol berlebihan. Anak-anak juga bisa menjalani tes ini jika ada kecurigaan pankreatitis.
Gejala
- Nyeri perut yang sangat hebat dan tidak tertahankan
- Muntah terus-menerus hingga tidak bisa minum atau makan
- Demam tinggi disertai menggigil
- Sulit bernapas atau napas pendek
- Bingung atau pingsan
- ⚠Nyeri perut yang menetap selama lebih dari beberapa jam
- ⚠Mual dan muntah yang tidak membaik
- ⚠Perut terasa sangat keras atau bengkak
Gejala umum
- Nyeri perut bagian atas yang terasa tajam dan menjalar ke punggung
- Mual dan muntah
- Perut terasa kembung
- Demam ringan
- Denyut jantung yang cepat
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, gejala pankreatitis bisa serupa dengan orang dewasa, seperti nyeri perut dan muntah, namun seringkali penyebabnya berbeda, misalnya akibat infeksi atau efek samping obat tertentu.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala mungkin tidak khas, seperti hanya nyeri perut samar atau penurunan nafsu makan. Mereka juga lebih rentan mengalami komplikasi serius.
Penyebab
Penyebab utama
- Batu empedu yang menyumbat saluran pankreas
- Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang
- Kadar trigliserida (lemak darah) yang sangat tinggi
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Cedera pada pankreas akibat kecelakaan atau operasi
- Infeksi virus (misalnya gondongan) atau bakteri
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan penyakit pankreas
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Merokok
- Memiliki batu empedu
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Penyakit autoimun (tubuh menyerang sel pankreas sendiri)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Mengalami nyeri perut hebat yang tidak mereda dengan istirahat atau obat pereda nyeri biasa
- Muntah terus-menerus hingga tidak bisa menahan cairan
- Demam tinggi disertai nyeri perut
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri perut ringan yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- Kembung atau gangguan pencernaan yang tidak jelas penyebabnya
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Jika dicurigai pankreatitis, dokter akan meminta tes darah untuk mengukur kadar amilase dan lipase.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes amilase darah
- Tes lipase darah (lebih spesifik untuk pankreas)
- Pemeriksaan pencitraan seperti USG perut atau CT scan untuk melihat kondisi pankreas
Apa yang diharapkan saat janji temu
Tes ini hanya membutuhkan pengambilan sampel darah dari pembuluh vena di lengan. Hasil biasanya keluar dalam beberapa jam. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan langkah selanjutnya.
Perawatan
Pengobatan untuk pankreatitis atau kondisi lain yang menyebabkan peningkatan amilase dan lipase bergantung pada penyebabnya. Tujuan utama adalah mengistirahatkan pankreas dan mengatasi penyebab yang mendasari.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat total dan tidak makan makanan padat selama beberapa hari sesuai anjuran dokter
- Minum cairan bening seperti air putih atau oralit sedikit-sedikit setelah muntah berhenti
- Hindari alkohol dan makanan berlemak selama masa pemulihan
- Kompres dingin di perut jika terasa nyeri
Perawatan medis
Perawatan di rumah sakit sering diperlukan, termasuk pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi, obat pereda nyeri, dan jika perlu, obat anti mual. Dokter juga akan mengatasi penyebabnya, misalnya mengeluarkan batu empedu atau memberikan obat untuk menurunkan kadar lemak darah. Pada kasus infeksi, antibiotik mungkin diberikan. Seluruh pengobatan harus sesuai resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang dilakukan pada fase akut, tetapi mungkin diperlukan jika ada komplikasi seperti abses (kumpulan nanah) atau jaringan pankreas yang mati (nekrosis). Operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi) juga bisa dilakukan jika batu empedu menjadi penyebabnya.
Hidup dengan kondisi ini
Bagi penderita pankreatitis kronis atau riwayat pankreatitis berulang, penting untuk menjaga pola hidup sehat. Hindari alkohol sepenuhnya, karena alkohol dapat memicu kekambuhan.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok
- Jaga berat badan ideal
- Kelola stres dengan baik
- Minum obat sesuai anjuran dokter untuk kondisi yang mendasari, misalnya obat penurun lemak darah atau obat diabetes
Diet dan olahraga
Ikuti diet rendah lemak dan tinggi serat, misalnya dengan makan banyak buah, sayur, dan biji-bijian. Makan dalam porsi kecil tapi sering. Hindari makanan yang digoreng, berminyak, atau tinggi gula. Olahraga ringan seperti jalan kaki dapat membantu menjaga kesehatan secara umum.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit pankreas dapat menimbulkan rasa cemas, depresi, atau stres karena harus mengatur pola makan dan menghadapi nyeri. Jika Anda merasa terbebani, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter atau konselor. Dukungan dari keluarga dan teman juga sangat penting.
Pencegahan
Beberapa penyebab pankreatitis dapat dicegah. Menghindari alkohol berlebihan, menjaga berat badan ideal, dan mengobati batu empedu atau kadar trigliserida tinggi dapat menurunkan risiko. Vaksinasi tertentu, seperti vaksin gondongan, juga dapat mencegah pankreatitis akibat infeksi.
Vaksin
Vaksinasi gondongan (MMR) dapat membantu mencegah pankreatitis yang disebabkan oleh virus gondongan. Konsultasikan dengan dokter mengenai jadwal vaksinasi yang tepat.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk pankreatitis. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko tinggi (misalnya riwayat keluarga atau kadar trigliserida sangat tinggi), dokter mungkin melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memantau kondisi pankreas.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kerusakan permanen pada jaringan pankreas (nekrosis pankreas)
- Infeksi pankreas atau abses
- Kista semu (pseudocyst) yang bisa pecah atau terinfeksi
- Diabetes karena kerusakan sel penghasil insulin
- Malnutrisi akibat gangguan pencernaan lemak
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, sebagian besar kasus pankreatitis akut dapat sembuh tanpa masalah jangka panjang. Untuk pankreatitis kronis, perjalanan penyakitnya bisa dikelola dengan baik melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan. Bekerja sama dengan tim medis akan memberikan hasil terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.