Ankle brachial index test
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes Indeks Ankle-Brachial (ABI) adalah pemeriksaan sederhana untuk membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan. Tes ini membantu mendeteksi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di kaki, yang sering disebabkan oleh penyakit arteri perifer (PAD).
Fakta penting
- Tes ABI tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit.
- Hasil ABI normal biasanya antara 1,0 hingga 1,4.
- Nilai ABI di bawah 0,9 menandakan kemungkinan adanya penyumbatan aliran darah ke kaki.
Tes ABI sering digunakan pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit arteri perifer, seperti perokok, penderita diabetes, atau mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.
Tes ini biasanya dianjurkan bagi orang dewasa di atas usia 50 tahun dengan faktor risiko, atau siapa pun yang mengalami gejala seperti nyeri kaki saat berjalan.
Gejala
- Nyeri kaki yang tiba-tiba dan parah dengan warna kulit pucat atau kebiruan.
- Kaki terasa sangat dingin dan mati rasa total.
- Tidak bisa menggerakkan kaki secara tiba-tiba.
- ⚠Luka di kaki yang tidak kunjung sembuh dalam waktu 2 minggu.
- ⚠Nyeri kaki yang semakin parah saat istirahat, terutama di malam hari.
Gejala umum
- Nyeri atau kram di otot betis, paha, atau bokong saat berjalan atau naik tangga (klaudikasio intermiten).
- Rasa dingin di kaki atau jari kaki.
- Matiras atau kesemutan di kaki.
- Perubahan warna kulit kaki menjadi pucat atau kebiruan.
- Luka atau borok di kaki yang sulit sembuh.
Gejala pada anak-anak
- Tes ABI jarang dilakukan pada anak-anak, tetapi jika perlu, gejalanya bisa berupa nyeri kaki saat aktivitas atau perbedaan tekanan darah antara lengan dan kaki yang mencolok.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala sering lebih ringan atau tidak khas, seperti kelelahan kaki saat berjalan, perubahan suhu kaki, atau luka yang lama sembuh.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyakit arteri perifer (PAD) akibat penumpukan plak kolesterol di dinding pembuluh darah (aterosklerosis).
- Peradangan pembuluh darah (vaskulitis) atau cedera pada pembuluh darah.
Faktor risiko
- Merokok atau menggunakan produk tembakau.
- Diabetes mellitus (kencing manis).
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Kolesterol tinggi.
- Usia di atas 50 tahun.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami nyeri kaki yang parah dan tiba-tiba, dengan perubahan warna atau suhu yang drastis.
- Jika Anda tidak bisa menahan beban pada kaki karena nyeri.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda berusia di atas 50 tahun dan memiliki faktor risiko seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, tanyakan pada dokter apakah perlu tes ABI.
- Jika Anda sering mengalami nyeri kaki saat berjalan yang hilang setelah istirahat.
Diagnosis
Tes ABI dilakukan dengan mengukur tekanan darah di lengan dan di pergelangan kaki menggunakan alat khusus (doppler atau manset tekanan darah biasa). Dokter akan membandingkan angka tekanan darah sistolik tertinggi di kaki dengan di lengan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes ABI (Ankle-Brachial Index) – pemeriksaan utama.
- Doppler ultrasonografi – untuk melihat aliran darah di pembuluh darah kaki.
- Angiografi (pemindaian dengan zat kontras) – jika diperlukan untuk perencanaan pengobatan lebih lanjut.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta berbaring telentang dengan tangan dan kaki terbuka. Tekanan darah akan diukur di kedua lengan dan kedua pergelangan kaki. Prosesnya hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hasil akan diberikan segera setelah pengukuran selesai.
Perawatan
Jika hasil ABI menunjukkan penyumbatan, dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup dan mungkin obat-obatan untuk memperlancar aliran darah serta mengurangi risiko pembekuan. Penanganan utama adalah mengendalikan faktor risiko seperti berhenti merokok, mengontrol gula darah dan tekanan darah.
Perawatan mandiri di rumah
- Berhenti merokok – ini adalah langkah paling penting.
- Berjalan kaki secara teratur – mulailah perlahan dan tingkatkan durasi secara bertahap.
- Jaga kebersihan kaki – periksa kaki setiap hari, gunakan pelembab, dan hindari cedera.
- Kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dengan pola makan sehat dan olahraga.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat untuk mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah, atau menurunkan kolesterol. Selain itu, terapi latihan terstruktur dengan pengawasan mungkin disarankan. Dalam beberapa kasus, tindakan seperti angioplasti (balon) atau pemasangan stent bisa dipertimbangkan untuk membuka pembuluh yang tersumbat.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi bypass arteri mungkin diperlukan jika penyumbatan sangat parah dan tidak bisa ditangani dengan cara lain. Keputusan ini akan didiskusikan secara mendalam dengan dokter bedah vaskular.
Hidup dengan kondisi ini
Bila Anda didiagnosis penyakit arteri perifer, Anda perlu menjalani perubahan gaya hidup. Cobalah untuk tetap aktif dengan berjalan kaki secara teratur. Istirahatkan kaki jika terasa nyeri, lalu coba lagi. Jaga kaki tetap hangat dan kering, dan periksakan ke dokter secara berkala.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
- Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, rendah garam, dan tinggi serat.
- Olahraga ringan hingga sedang secara teratur, seperti berjalan, bersepeda, atau berenang.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi atau hobi yang menyenangkan.
Diet dan olahraga
Pola makan sehat seperti diet Mediterania (banyak sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun) dapat membantu. Olahraga yang paling dianjurkan adalah berjalan kaki dengan program interval: jalan sampai nyeri, istirahat, lalu jalan lagi. Tanyakan pada fisioterapis untuk panduan aman.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit arteri perifer dapat menimbulkan kecemasan atau depresi karena keterbatasan aktivitas. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter, keluarga, atau bergabung dengan kelompok dukungan. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Pencegahan
Risiko penyakit arteri perifer dapat dikurangi dengan menjalani gaya hidup sehat: tidak merokok, menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Pemeriksaan ABI secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini pada mereka yang berisiko tinggi.
Program skrining
Tes ABI dapat digunakan sebagai alat skrining pada orang dengan faktor risiko, misalnya perokok berat di atas usia 50 tahun atau penderita diabetes. Konsultasikan dengan dokter apakah Anda perlu menjalani skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Luka atau borok di kaki yang tidak sembuh dan bisa menyebabkan infeksi serius.
- Ganggren (kematian jaringan) yang mungkin memerlukan amputasi.
- Peningkatan risiko serangan jantung atau stroke karena penyakit pembuluh darah menyeluruh.
Prospek jangka panjang
Jika ditangani dengan baik, sebagian besar pasien dapat menjalani hidup aktif dan mencegah komplikasi. Hasil tes ABI yang abnormal bukanlah vonis akhir. Dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat, aliran darah di kaki dapat membaik dan risiko komplikasi berkurang drastis.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.