Audiometry
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Audiometri adalah pemeriksaan untuk mengukur kemampuan pendengaran seseorang. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut audiometer untuk mengetahui seberapa baik Anda mendengar suara dengan berbagai frekuensi dan volume.
Fakta penting
- Audiometri membantu mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini.
- Tes ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memerlukan persiapan khusus.
- Hasil audiometri digambarkan dalam grafik yang disebut audiogram.
Tes audiometri merupakan pemeriksaan yang umum dilakukan, terutama pada bayi baru lahir, anak sekolah, pekerja di lingkungan bising, dan lansia.
Siapa pun dapat menjalani audiometri, baik sebagai pemeriksaan rutin maupun karena mengalami gejala gangguan pendengaran.
Gejala
- Hilang pendengaran secara tiba-tiba dalam hitungan jam atau hari
- Cedera atau trauma pada telinga yang menyebabkan gangguan pendengaran
- Pusing hebat disertai muntah dan telinga berdenging parah
- ⚠Nyeri telinga berat disertai demam tinggi
- ⚠Keluar cairan atau darah dari telinga setelah cedera
- ⚠Benda asing di telinga yang tidak bisa dikeluarkan
Gejala umum
- Kesulitan mendengar percakapan, terutama di tempat ramai
- Sering meminta orang lain mengulangi ucapan
- Menyalakan volume televisi atau radio lebih keras dari biasanya
- Berdengung di telinga (tinnitus)
Gejala pada anak-anak
- Bicara terlambat atau tidak jelas
- Tidak merespons saat dipanggil
- Sering menarik-narik telinga
- Kurang perhatian saat diajak bicara
Gejala pada lansia
- Merasa orang lain bicara bergumam
- Menghindari percakapan atau berkumpul
- Mudah tersinggung karena kesulitan mendengar
- Salah paham saat diajak bicara
Penyebab
Penyebab utama
- Penuaan (presbikusis)
- Paparan kebisingan dalam waktu lama
- Infeksi telinga berulang
- Penyumbatan kotoran telinga
- Obat-obatan tertentu yang merusak telinga (ototoksik)
- Faktor keturunan
Faktor risiko
- Bekerja di lingkungan bising tanpa pelindung telinga
- Sering mendengarkan musik dengan volume keras menggunakan earphone
- Riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran
- Penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi
- Merokok
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Hilang pendengaran mendadak
- Nyeri telinga berat disertai demam
- Cedera telinga yang baru terjadi
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda sering kesulitan mendengar percakapan
- Anak yang belum bisa bicara sesuai usianya
- Pemeriksaan pendengaran rutin setiap 1–2 tahun pada lansia
Diagnosis
Dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan) akan melakukan wawancara, memeriksa telinga dengan alat khusus, lalu merujuk Anda untuk tes audiometri jika diperlukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Audiometri nada murni (pure-tone audiometry)
- Audiometri tutur (speech audiometry)
- Timpanometri untuk memeriksa fungsi gendang telinga dan telinga tengah
- Tes otoakustik emisi (OAE) untuk bayi baru lahir
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta duduk di ruang kedap suara, memakai headphone, dan memberi tanda setiap kali mendengar suara. Tes ini biasanya memakan waktu 15–30 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Perawatan
Penanganan gangguan pendengaran tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Dokter akan menentukan rencana perawatan yang paling sesuai untuk Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising
- Kurangi volume saat mendengarkan musik dengan earphone
- Bersihkan telinga secara hati-hati, jangan gunakan benda tajam
- Hindari memasukkan benda asing ke telinga
Perawatan medis
Dokter dapat menyarankan alat bantu dengar, obat-obatan untuk infeksi telinga, atau terapi rehabilitasi pendengaran. Obat-obatan hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pembedahan mungkin diperlukan untuk kasus tertentu, seperti infeksi telinga kronis, otosklerosis, atau tumor pada saraf pendengaran. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risikonya.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan gangguan pendengaran membutuhkan penyesuaian. Gunakan alat bantu dengar jika dianjurkan, dan biasakan membaca gerak bibir atau ekspresi wajah saat berbicara.
Tips gaya hidup
- Pasang alat bantu dengar secara rutin dan rawat baterainya
- Gunakan lampu atau getaran sebagai pengganti suara bel/telepon
- Pilih tempat duduk dekat pembicara saat di acara atau rapat
- Informasikan kepada orang lain bahwa Anda memiliki gangguan pendengaran
Diet dan olahraga
Pola makan sehat dan olahraga teratur membantu menjaga kesehatan pembuluh darah yang penting untuk fungsi telinga. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayur.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Gangguan pendengaran dapat menimbulkan rasa frustrasi, kesepian, atau depresi. Jangan ragu untuk membicarakan perasaan Anda dengan dokter atau konselor.
Pencegahan
Tidak semua gangguan pendengaran dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan usia dan genetik. Namun, Anda dapat mengurangi risikonya dengan melindungi telinga dari kebisingan dan infeksi.
Vaksin
Vaksinasi seperti vaksin pneumokokus dan influenza dapat mencegah infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
Program skrining
Pemeriksaan pendengaran rutin dianjurkan untuk bayi baru lahir, anak usia sekolah, pekerja di area bising, dan lansia sesuai panduan Kemenkes.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kesulitan berkomunikasi, yang berdampak pada hubungan sosial dan pekerjaan
- Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak
- Peningkatan risiko kecelakaan karena tidak mendengar peringatan
- Isolasi sosial dan penurunan fungsi kognitif pada lansia
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, banyak orang dengan gangguan pendengaran dapat menjalani hidup yang produktif dan bermakna. Alat bantu dengar, rehabilitasi, dan dukungan dari orang terdekat sangat membantu. Jangan tunda untuk memeriksakan pendengaran Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.