Jelajahi ekosistem Ruqelo
Alat produktivitas klinis berbasis AI untuk tenaga kesehatan.
Ruqelo ClinicalEdukasi dan panduan kesehatan yang mudah dipahami pasien.
Latihan berbicara bahasa Arab premium dengan roleplay, audio, dan Companion.
Ruqelo ArabicBerdasarkan panduan klinis Saudi
Tes calprotectin tinja adalah pemeriksaan sederhana pada sampel tinja untuk mengukur kadar protein yang disebut calprotectin. Protein ini dilepaskan oleh sel darah putih (neutrofil) di usus saat terjadi peradangan. Tes ini membantu dokter membedakan antara peradangan usus (seperti pada penyakit Crohn atau kolitis ulseratif) dengan kondisi non-peradangan (seperti sindrom iritasi usus besar/IBS). Tes ini aman, tidak nyeri, dan hanya membutuhkan sedikit sampel tinja.
Fakta penting
Tes calprotectin tinja cukup umum digunakan di Indonesia, terutama untuk pasien dengan gejala gangguan pencernaan kronis. Banyak dokter yang merujuk tes ini sebelum melakukan prosedur invasif.
Tes ini dilakukan pada orang yang mengalami gejala menetap seperti diare kronis, sakit perut, atau perubahan kebiasaan buang air besar, tanpa memandang usia. Anak-anak, dewasa, dan lansia dapat menjalani tes ini.
Dokter akan meminta sampel tinja segar (seukuran kacang polong) yang dimasukkan ke wadah khusus. Sampel dikirim ke laboratorium untuk diukur kadar calprotectin. Hasil biasanya keluar dalam beberapa hari hingga seminggu.
Anda akan menerima wadah steril dan petunjuk cara mengumpulkan sampel. Kumpulkan sedikit tinja, hindari air atau urin. Laboratorium akan menganalisisnya. Jika kadar calprotectin tinggi (> 250 µg/g), dokter kemungkinan akan merekomendasikan kolonoskopi untuk mengevaluasi lebih lanjut.
Perawatan tergantung pada hasil tes dan penyebab peradangan yang ditemukan. Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter akan memberikan obat antimikroba yang sesuai. Jika penyebabnya adalah penyakit radang usus (IBD), pengobatan berfokus mengendalikan peradangan dan meredakan gejala.
Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi untuk meredakan peradangan usus, obat imunosupresan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, atau terapi biologis untuk menargetkan protein peradangan spesifik. Pilihan obat disesuaikan dengan kondisi Anda. Selalu ikuti resep dokter dan jangan menghentikan obat tanpa konsultasi.
Jika Anda didiagnosis dengan penyakit radang usus, menjalani tes rutin seperti calprotectin dapat membantu memantau aktivitas penyakit. Anda perlu menyesuaikan jadwal sehari-hari untuk mengatasi gejala kambuh, seperti menyediakan toilet terdekat atau membawa makanan ringan yang aman.
Pola makan seimbang dengan makanan rendah sisa (low residue) mungkin membantu, terutama saat kambuh. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menu yang sesuai. Olahraga ringan hingga sedang dianjurkan, namun hindari aktivitas berat saat gejala aktif.
Memiliki kondisi usus kronis dapat menimbulkan kecemasan, depresi, atau rasa malu. Anda tidak sendirian. Penting untuk berbicara dengan psikolog atau bergabung dengan kelompok dukungan. Jika Anda merasa sangat tertekan, segera hubungi tenaga kesehatan atau layanan dukungan krisis kesehatan jiwa.
Peradangan usus tidak selalu bisa dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi risiko kambuh dengan menghindari pemicu seperti merokok, mengelola stres, dan menghindari obat tertentu yang mengiritasi usus. Tes calprotectin rutin membantu deteksi dini kekambuhan.
Vaksinasi terhadap influenza, pneumonia, dan hepatitis B disarankan bagi pasien IBD yang mungkin menggunakan obat imunosupresan. Tanyakan pada dokter vaksin apa yang sesuai untuk Anda.
Pemeriksaan calprotectin tinja secara berkala dapat digunakan sebagai skrining untuk memantau aktivitas penyakit pada pasien IBD yang sudah terdiagnosis. Dokter Anda akan menentukan jadwal tes yang tepat.
Dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, banyak orang dengan peradangan usus dapat menjalani hidup produktif dan nyaman. Tes calprotectin membantu dokter menyesuaikan pengobatan sehingga komplikasi dapat diminimalkan. Tetaplah optimis dan jalin komunikasi baik dengan tim medis Anda.
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 8 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Jika penyakit radang usus menyebabkan komplikasi seperti sumbatan usus, fistula (lubang abnormal), atau abses yang tidak membaik dengan obat, dokter bedah mungkin menyarankan operasi pengangkatan bagian usus yang rusak.