Direct Coombs test
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes Direct Coombs (atau Direct Antiglobulin Test) adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi apakah ada antibodi yang menempel di permukaan sel darah merah. Antibodi ini bisa menyebabkan tubuh menghancurkan sel darah merah sendiri, yang disebut anemia hemolitik autoimun. Tes ini membantu dokter mencari penyebab anemia atau penyakit kuning.
Fakta penting
- Tes ini mencari antibodi yang sudah menempel pada sel darah merah, bukan yang mengambang bebas di darah.
- Hasil positif sering dikaitkan dengan anemia hemolitik autoimun, reaksi transfusi, atau efek samping obat tertentu.
- Tes ini biasanya dilakukan bersamaan dengan tes darah lainnya, seperti hitung darah lengkap dan bilirubin.
Tes Direct Coombs cukup sering dilakukan, terutama pada pasien dengan anemia tanpa penyebab jelas atau setelah transfusi darah. Namun, hasil positif tidak selalu berarti penyakit serius.
Tes ini dilakukan pada siapa saja yang memiliki gejala anemia hemolitik, seperti kelelahan, kulit pucat, atau penyakit kuning. Lebih sering terjadi pada orang dewasa dengan penyakit autoimun, tetapi juga bisa pada anak-anak dan lansia.