Eye pressure test — Informasi pasien · Ruqelo Health
Diagnostics·Diagnostics
Eye pressure test
Ruqelo Health — Bawa ke janji temu Anda
Ringkasan edukasi — bukan nasihat medis. Diskusikan dengan tenaga kesehatan Anda.
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes tekanan mata adalah pemeriksaan untuk mengukur tekanan di dalam bola mata Anda. Tekanan ini disebut tekanan intraokular. Dokter mata melakukannya untuk mendeteksi atau memantau penyakit glaukoma, yaitu kondisi yang dapat merusak saraf mata akibat tekanan tinggi. Tes ini cepat, tidak menyakitkan, dan biasanya dilakukan saat pemeriksaan mata rutin.
Fakta penting
Tes tekanan mata adalah bagian penting dari pemeriksaan mata menyeluruh, terutama untuk mendeteksi glaukoma sejak dini.
Alat yang digunakan biasanya disebut tonometer, yang bisa berupa alat yang meniupkan udara lembut ke mata Anda (non-kontak) atau alat yang menyentuh permukaan mata dengan lembut setelah ditetesi obat bius.
Tekanan mata normal bervariasi antara 10-21 mmHg (milimeter air raksa), tetapi angka ini bisa berbeda untuk setiap orang dan bukan satu-satunya cara mendiagnosis glaukoma.
Tes tekanan mata adalah prosedur yang sangat umum dilakukan oleh dokter mata dan optometris di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ini adalah tes standar yang dilakukan pada setiap pemeriksaan mata dewasa, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.
Pertanyaan tentang artikel ini
Tes tekanan mata dianjurkan untuk semua orang dewasa, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga glaukoma, memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes, atau memiliki rabun jauh (miopia). Orang yang mengalami gejala seperti penglihatan kabur, mata merah, atau nyeri di sekitar mata juga mungkin perlu menjalani tes ini.
Gejala
Segera hubungi layanan darurat jika Anda melihat:
Nyeri mata hebat yang tiba-tiba
Mual dan muntah yang menyertai nyeri mata
Penglihatan kabur mendadak atau hilangnya penglihatan secara tiba-tiba
Mata merah parah dengan penglihatan seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu (halo)
Segera temui dokter (hari yang sama) jika Anda melihat:
⚠Sakit mata yang tidak kunjung hilang dalam beberapa jam
⚠Penglihatan kabur atau berkurang yang berlangsung lebih dari sehari
⚠Mata merah dengan atau tanpa nyeri yang tidak membaik
⚠Riwayat keluarga glaukoma dan Anda belum pernah diperiksa tekanan mata dalam 1-2 tahun terakhir
Gejala umum
Tes tekanan mata sendiri tidak menimbulkan gejala, tetapi kondisi yang diperiksanya (glaukoma) sering tidak menunjukkan gejala awal. Jika tekanan mata tinggi sudah parah, gejala bisa meliputi: penglihatan tepi (samping) mulai hilang secara bertahap, penglihatan seperti melihat melalui terowongan, atau pandangan kabur.
Gejala pada anak-anak
Pada anak-anak, tekanan mata tinggi dapat menandakan glaukoma bawaan, yang gejalanya meliputi: mata tampak lebih besar dari normal, kornea (bagian bening depan mata) tampak keruh atau kebiruan, mata berair berlebihan, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
Gejala pada lansia
Pada orang dewasa yang lebih tua, gejala tekanan mata tinggi sering tidak terasa sampai kerusakan saraf optik sudah parah. Gejala yang mungkin muncul antara lain: kehilangan penglihatan tepi secara perlahan, kesulitan melihat dalam cahaya redup, atau kesulitan beradaptasi dari terang ke gelap.
Penyebab
Penyebab utama
Tes tekanan mata tidak memiliki 'penyebab' karena ini adalah prosedur pemeriksaan. Namun, kondisi yang dideteksi oleh tes ini, yaitu tekanan mata tinggi (hipertensi okular), bisa disebabkan oleh: produksi cairan di dalam mata yang berlebihan, saluran pembuangan cairan mata yang tersumbat atau tidak berfungsi baik, atau efek samping obat-obatan tertentu (misalnya kortikosteroid).
Faktor risiko
Usia di atas 40 tahun
Riwayat keluarga glaukoma (terutama pada orang tua atau saudara kandung)
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Diabetes mellitus
Rabun jauh (miopia) yang parah
Pernah mengalami cedera mata
Penggunaan obat tetes mata steroid dalam jangka panjang
Keturunan Afrika atau Asia (risiko lebih tinggi)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
Jika Anda mengalami nyeri mata hebat, tiba-tiba, disertai mual dan muntah, segera periksakan ke dokter atau unit gawat darurat.
Jika Anda melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu, terutama pada malam hari, disertai mata merah dan nyeri, segera cari pertolongan medis.
Buat janji temu rutin jika:
Semua orang dewasa disarankan melakukan pemeriksaan mata komprehensif termasuk tes tekanan mata setiap 2-4 tahun untuk usia 40-54 tahun, setiap 1-3 tahun untuk usia 55-64 tahun, dan setiap 1-2 tahun untuk usia di atas 65 tahun.
Jika Anda memiliki faktor risiko (riwayat keluarga, diabetes, tekanan darah tinggi), Anda mungkin perlu diperiksa lebih sering sesuai anjuran dokter.
Jangan khawatir jika dokter menyarankan tes tekanan mata. Tes ini cepat, tidak sakit, dan sangat penting untuk menjaga kesehatan mata Anda. Dengan deteksi dini, kerusakan akibat tekanan mata tinggi dapat dicegah atau diperlambat.
Diagnosis
Tes tekanan mata dilakukan oleh dokter mata atau optometris. Biasanya tes ini merupakan bagian dari pemeriksaan mata lengkap yang juga mencakup pemeriksaan ketajaman visual, lapangan pandang, dan saraf optik. Dokter akan menggunakan alat bernama tonometer untuk mengukur tekanan intraokular.
Tes yang mungkin dilakukan
Tonometry tiup (non-kontak) – alat meniupkan hembusan udara lembut ke permukaan mata. Anda akan merasakan sedikit 'tiupan' tetapi tidak sakit.
Tonometry kontak (Goldmann aplanasi) – setelah mata ditetesi obat bius, dokter menyentuh permukaan mata dengan alat kecil untuk mengukur tekanan.
Pachymetry – mengukur ketebalan kornea, karena kornea yang lebih tebal dapat memberikan hasil tekanan mata yang lebih tinggi palsu.
Ophthalmoskopi – dokter menggunakan lensa khusus untuk melihat saraf optik di bagian belakang mata Anda.
Pemeriksaan lapangan pandang (perimetri) – untuk melihat apakah ada kehilangan penglihatan tepi akibat kerusakan tekanan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Tes ini dilakukan di ruang pemeriksaan mata. Anda akan diminta duduk di depan alat, dagu diletakkan di penyangga. Untuk tonometri kontak, dokter akan meneteskan obat bius agar mata Anda tidak merasa sakit saat disentuh. Kornea Anda akan disentuh sangat lembut oleh tonometer selama detik. Anda mungkin merasakan sensasi ringan tetapi tidak nyeri. Seluruh tes hanya memakan waktu beberapa menit. Setelahnya, penglihatan mungkin sedikit kabur sementara karena obat tetes, tetapi akan pulih dalam beberapa menit.
Perawatan
Pengobatan untuk tekanan mata tinggi (hipertensi okular) atau glaukoma bertujuan menurunkan tekanan intraokular agar tidak merusak saraf optik. Perawatan tergantung pada tingkat tekanan, kondisi saraf optik, dan faktor risiko lainnya. Dokter akan menentukan rencana terbaik untuk Anda.
Perawatan mandiri di rumah
Ikuti jadwal pemeriksaan mata secara teratur sesuai anjuran dokter.
Kontrol tekanan darah dan gula darah jika Anda memiliki hipertensi atau diabetes.
Hindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan mata secara tiba-tiba, seperti membungkuk dengan kepala di bawah atau menahan napas saat mengangkat beban berat.
Gunakan kacamata pelindung saat berolahraga atau bekerja untuk mencegah cedera mata.
Perawatan medis
Pengobatan medis untuk tekanan mata tinggi biasanya dimulai dengan obat tetes mata yang diresepkan dokter untuk mengurangi produksi cairan mata atau meningkatkan pembuangannya. Dokter juga bisa meresepkan obat minum untuk menurunkan tekanan mata. Terapi laser (seperti trabekuloplasti) juga dapat dilakukan untuk membuka saluran pembuangan cairan. Penting untuk tidak menghentikan obat tanpa konsultasi dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika obat dan laser tidak cukup menurunkan tekanan mata, atau jika kerusakan saraf optik terus berlanjut, dokter dapat merekomendasikan operasi glaukoma, seperti trabekulektomi (membuat saluran pembuangan baru) atau implan drainase. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis mata.
Hidup dengan kondisi ini
Jika Anda memiliki tekanan mata tinggi atau glaukoma, sebagian besar aktivitas harian tetap bisa dilakukan seperti biasa. Anda perlu disiplin menggunakan obat tetes mata sesuai jadwal dan kontrol secara teratur kepada dokter mata. Beri tahu dokter Anda tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat bebas dan suplemen.
Tips gaya hidup
Kenali anggota keluarga yang juga memiliki riwayat glaukoma dan dorong mereka untuk memeriksakan mata.
Bawalah daftar pertanyaan untuk ditanyakan pada dokter saat janji temu.
Jika penglihatan berkurang, gunakan alat bantu seperti kaca pembesar atau aplikasi ponsel yang dapat memperbesar teks.
Pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok dukungan pasien glaukoma di Indonesia (misalnya, Komunitas Glaukoma Indonesia yang dapat ditemukan di media sosial).
Diet dan olahraga
Pola makan sehat yang kaya sayuran hijau, buah-buahan, dan asam lemak omega-3 (misalnya dari ikan) dapat mendukung kesehatan mata secara umum. Olahraga ringan hingga sedang seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang baik untuk sirkulasi dan dapat membantu menurunkan tekanan mata. Namun, hindari olahraga yang melibatkan posisi kepala di bawah atau angkat beban berat karena dapat meningkatkan tekanan mata sementara.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diagnosis tekanan mata tinggi atau glaukoma bisa menimbulkan kecemasan, terutama karena risiko kehilangan penglihatan. Penting untuk diingat bahwa dengan perawatan yang tepat, sebagian besar orang dapat mempertahankan penglihatan yang cukup untuk aktivitas sehari-hari. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter atau konselor jika perasaan cemas atau depresi mengganggu Anda. Beberapa rumah sakit di Indonesia menyediakan layanan psikologis untuk pasien dengan penyakit kronis.
Pencegahan
Tekanan mata tinggi tidak selalu bisa dicegah, terutama jika terkait faktor genetik atau usia. Namun, dengan melakukan pemeriksaan mata rutin, Anda dapat mendeteksi tekanan tinggi sejak dini dan mencegah kerusakan saraf optik yang lebih parah. Mengelola faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes juga membantu.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah tekanan mata tinggi atau glaukoma.
Program skrining
Skrining tekanan mata dianjurkan bagi semua orang dewasa, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko. Di Indonesia, beberapa fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakit menyediakan program skrining mata gratis pada peringatan Hari Glaukoma Sedunia atau acara kesehatan lainnya. Tanyakan kepada fasilitas kesehatan setempat atau dokter Anda tentang jadwal skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
Tekanan mata tinggi yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik, yang disebut glaukoma.
Kehilangan penglihatan tepi (penglihatan terowongan) yang perlahan memburuk hingga kebutaan total.
Pada glaukoma akut (sudut tertutup), tekanan dapat meningkat sangat tinggi dalam waktu singkat dan menyebabkan kerusakan saraf optik yang cepat serta kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, Anda dapat mengelola tekanan mata tinggi dan mencegah kerusakan penglihatan yang serius. Banyak orang dengan glaukoma tetap dapat melihat dengan baik sepanjang hidup mereka asalkan mematuhi rencana perawatan. Jangan tunda pemeriksaan mata—semakin dini diketahui, semakin baik peluang Anda untuk menjaga penglihatan tetap optimal.
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 8 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.