G6PD screening
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
G6PD (Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase) adalah enzim yang melindungi sel darah merah dari kerusakan. Defisiensi G6PD adalah kondisi genetik di mana tubuh kekurangan enzim ini, sehingga sel darah merah mudah rusak jika terpapar pemicu tertentu seperti obat-obatan, infeksi, atau makanan tertentu.
Fakta penting
- Defisiensi G6PD adalah kondisi genetik yang diturunkan dari orangtua ke anak melalui kromosom X.
- Pria lebih sering mengalami gejala karena hanya memiliki satu kromosom X, sedangkan wanita sering menjadi pembawa tanpa gejala.
- Skrining G6PD dapat membantu Anda mengetahui kondisi ini sejak dini sehingga bisa menghindari pemicu dan mencegah serangan.
Cukup umum, terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Diperkirakan sekitar 1 dari 10 pria di Indonesia memiliki defisiensi G6PD.
Terutama pria, karena gennya terletak di kromosom X. Wanita bisa menjadi pembawa dan jarang menunjukkan gejala berat. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dengan keturunan Afrika, Asia, dan Mediterania.
Gejala
- Kuning parah pada mata atau kulit
- Urin sangat gelap seperti cola
- Sesak napas berat
- Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur
- Kebingungan atau pingsan
- ⚠Demam tinggi disertai kuning
- ⚠Nyeri perut hebat
- ⚠Penurunan kesadaran
Gejala umum
- Kelelahan dan lemas
- Kulit pucat
- Kuning pada mata atau kulit (jaundice)
- Urin berwarna gelap seperti teh atau cola
- Sesak napas
- Detak jantung cepat
Gejala pada anak-anak
- Kuning pada bayi baru lahir yang tidak kunjung hilang atau muncul dalam beberapa hari pertama
- Rewel dan sulit menyusu
- Urin gelap pada popok
Gejala pada lansia
- Gejala lebih ringan tapi bisa berat jika terpapar pemicu
- Nyeri punggung bawah saat hemolisis (pemecahan sel darah merah)
Penyebab
Penyebab utama
- Mutasi gen G6PD yang diwariskan dari orangtua
- Paparan pemicu seperti obat-obatan tertentu, infeksi, atau fava bean (kacang fava)
Faktor risiko
- Memiliki anggota keluarga dengan defisiensi G6PD
- Laki-laki
- Keturunan dari daerah dengan prevalensi tinggi seperti Afrika, Asia, dan Mediterania
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak Anda mengalami urin gelap, kuning, atau sesak napas setelah terpapar pemicu
- Jika bayi baru lahir tampak kuning dalam beberapa hari pertama dan tidak kunjung membaik
Buat janji temu rutin jika:
- Jika ada riwayat keluarga dengan defisiensi G6PD dan ingin melakukan skrining
- Sebelum memulai obat baru yang bisa memicu hemolisis (konsultasikan dengan dokter)
Diagnosis
Skrining dilakukan dengan tes darah sederhana untuk mengukur aktivitas enzim G6PD. Tes ini bisa dilakukan pada bayi baru lahir maupun orang dewasa. Dokter akan merekomendasikan tes jika ada gejala atau riwayat keluarga.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes aktivitas enzim G6PD (dari sampel darah)
- Tes genetik untuk konfirmasi jika diperlukan
- Hitung darah lengkap untuk melihat ada tidaknya kerusakan sel darah merah
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter atau perawat akan mengambil sampel darah dari lengan (atau tumit pada bayi). Hasil biasanya keluar dalam beberapa hari. Tidak perlu persiapan khusus sebelum tes.
Perawatan
Tidak ada obat untuk menyembuhkan defisiensi G6PD. Penanganan utama adalah menghindari pemicu yang bisa merusak sel darah merah. Jika terjadi serangan, perawatan medis diberikan untuk mengatasi gejala.
Perawatan mandiri di rumah
- Hindari fava bean (kacang fava) dan produk yang mengandungnya
- Beri tahu dokter dan apoteker tentang kondisi Anda sebelum minum obat baru
- Cegah infeksi dengan vaksinasi dan kebersihan tangan
- Kenali gejala awal hemolisis dan segera konsultasi ke dokter
Perawatan medis
Jika terjadi hemolisis berat, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan untuk memberikan dukungan seperti cairan infus, transfusi darah, atau oksigen. Dokter akan menangani penyebab pemicu dan memberikan perawatan suportif tanpa menyebutkan obat spesifik.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan defisiensi G6PD berarti waspada terhadap pemicu, tetapi tidak membatasi aktivitas normal. Anda bisa bekerja, berolahraga, dan bersekolah seperti biasa. Yang terpenting adalah mengenali daftar pemicu dan segera mencari pertolongan jika gejala muncul.
Tips gaya hidup
- Kenali daftar obat dan makanan yang harus dihindari (konsultasi dengan dokter atau apoteker)
- Gunakan gelang identitas medis jika perlu
- Bawa selalu informasi kondisi Anda saat bepergian
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang. Hindari fava bean dan produk olahannya. Olahraga rutin aman, tetapi hentikan jika muncul gejala seperti lemas, pusing, atau urin gelap. Minum cukup air putih.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kecemasan tentang pemicu bisa muncul. Berbicara dengan konselor atau bergabung dengan kelompok dukungan dapat membantu mengelola stres. Ingatlah bahwa banyak orang dengan kondisi ini hidup normal.
Pencegahan
Defisiensi G6PD tidak dapat dicegah karena merupakan kondisi genetik. Namun, serangan hemolisis dapat dicegah dengan menghindari pemicu seperti obat tertentu, infeksi, dan fava bean.
Vaksin
Vaksinasi rutin dianjurkan untuk mencegah infeksi yang bisa memicu hemolisis. Konsultasikan dengan dokter untuk jadwal vaksinasi yang tepat.
Program skrining
Skrining dianjurkan pada bayi baru lahir terutama di daerah dengan prevalensi tinggi, atau sebelum memberikan obat yang berisiko. Skrining juga direkomendasikan untuk anggota keluarga yang berisiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Anemia berat yang membutuhkan transfusi darah
- Kerusakan ginjal akibat hemolisis berat
- Gagal ginjal akut (jarang)
- Kematian sangat jarang terjadi jika ditangani dengan cepat
Prospek jangka panjang
Dengan menghindari pemicu dan mendapat penanganan tepat saat serangan, sebagian besar orang dengan defisiensi G6PD dapat hidup sehat dan panjang umur. Prognosis sangat baik, dan banyak yang tidak menyadari kondisinya sampai ada pemicu.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.