HPV test
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes HPV adalah pemeriksaan untuk mendeteksi virus HPV (human papillomavirus) pada sel leher rahim. Virus ini dapat menyebabkan kutil kelamin dan perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker serviks.
Fakta penting
- Tes HPV sering dilakukan bersamaan dengan Pap smear untuk skrining kanker serviks.
- Infeksi HPV sangat umum, dan sebagian besar sembuh sendiri tanpa menimbulkan masalah.
- Tes ini membantu menemukan risiko kanker serviks lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum menjadi kanker.
Ya, infeksi HPV adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum di seluruh dunia.
Tes HPV umumnya dianjurkan untuk wanita berusia 30 tahun ke atas sebagai bagian dari skrining rutin kanker serviks. Wanita yang lebih muda mungkin juga dites jika ada hasil Pap smear yang tidak normal atau faktor risiko lain.
Gejala
- Perdarahan vagina yang sangat banyak atau terus-menerus
- Nyeri panggul yang hebat dan mendadak
- ⚠Perdarahan setelah berhubungan seksual
- ⚠Perdarahan di antara siklus haid
- ⚠Keputihan yang tidak biasa berbau atau bercampur darah
Gejala umum
- Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali.
- Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, yaitu benjolan kecil atau kutil di area kemaluan, anus, atau mulut.
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak jarang menjalani tes HPV, tetapi jika muncul kutil kelamin, segera periksakan ke dokter untuk evaluasi.
Gejala pada lansia
- Pada wanita yang lebih tua, infeksi HPV yang menetap dapat menyebabkan perubahan pada sel serviks yang sering tidak bergejala hingga stadium lanjut.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi HPV disebabkan oleh virus human papillomavirus yang ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, terutama saat hubungan seksual (vaginal, anal, atau oral).
Faktor risiko
- Memiliki banyak pasangan seksual
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena penyakit atau obat-obatan)
- Merokok
- Mulai berhubungan seksual di usia muda
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami perdarahan vagina di luar jadwal haid atau setelah berhubungan seksual
- Jika ada nyeri panggul yang berat atau terus-menerus
Buat janji temu rutin jika:
- Wanita usia 21–65 tahun dianjurkan menjalani skrining kanker serviks secara rutin sesuai panduan Kemenkes.
- Diskusikan dengan dokter apakah Anda perlu melakukan tes HPV, terutama jika berusia 30 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko.
Diagnosis
Tes HPV dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim menggunakan sikat kecil. Sampel kemudian diperiksa untuk mencari DNA virus HPV.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes HPV (deteksi DNA HPV)
- Pap smear (pemeriksaan sel serviks)
- Kolposkopi (pemeriksaan lebih mendalam jika hasil tes HPV atau Pap smear positif)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Prosedur ini mirip dengan Pap smear dan hanya memakan waktu beberapa menit. Anda mungkin merasakan sedikit tekanan atau ketidaknyamanan, tapi biasanya tidak menyakitkan. Hasil tes biasanya keluar dalam beberapa hari.
Perawatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk virus HPV itu sendiri. Namun, perubahan sel yang disebabkan oleh HPV (seperti kutil kelamin atau sel prakanker serviks) dapat diobati.
Perawatan mandiri di rumah
- Jika Anda memiliki kutil kelamin, jangan mengobati sendiri. Konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.
- Jaga sistem kekebalan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan kelola stres.
Perawatan medis
Pengobatan untuk kutil kelamin dapat berupa krim, pembekuan (krioterapi), atau pengangkatan oleh dokter. Untuk perubahan sel serviks yang bersifat prakanker, dokter dapat melakukan prosedur seperti pengangkatan jaringan abnormal dengan metode sederhana (misalnya, LEEP atau cone biopsy). Pilihan tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika perubahan sel sudah lebih lanjut atau telah menjadi kanker serviks stadium awal, mungkin diperlukan operasi untuk mengangkat area yang terkena. Dokter akan menjelaskan semua pilihan yang tersedia.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah tes HPV positif, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan lanjutan seperti kolposkopi. Kebanyakan infeksi HPV hilang sendiri dalam 1–2 tahun. Tetaplah menjalani skrining rutin dan ikuti saran dokter.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok jika Anda merokok – kebiasaan ini memperburuk risiko HPV.
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan HPV dan infeksi lainnya.
- Vaksinasi HPV dapat melindungi dari tipe virus penyebab kanker.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang dan olahraga teratur dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mampu melawan infeksi HPV.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengetahui hasil tes HPV positif dapat menimbulkan rasa cemas atau khawatir. Ingatlah bahwa infeksi HPV sangat umum dan biasanya tidak berbahaya. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter, keluarga, atau teman terpercaya. Jika perlu, mintalah rujukan ke layanan konseling kesehatan jiwa.
Pencegahan
Infeksi HPV sebagian besar dapat dicegah melalui vaksinasi dan praktik seksual yang aman, seperti menggunakan kondom dan memiliki hubungan yang setia.
Vaksin
Vaksin HPV tersedia dan dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk anak perempuan usia 9–14 tahun. Vaksinasi juga dapat diberikan pada wanita dan pria dewasa muda. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Program skrining
Skrining kanker serviks secara rutin, termasuk tes HPV dan Pap smear, sangat penting untuk mendeteksi perubahan awal pada sel serviks sebelum menjadi kanker. Ikuti panduan skrining dari Kemenkes.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi HPV tipe risiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel prakanker pada serviks (serviks intraepitelial neoplasia/CIN).
- Jika tidak diobati, perubahan ini dapat berkembang menjadi kanker serviks.
- Kutil kelamin yang tidak diobati dapat membesar, menyebar, atau terinfeksi.
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini melalui tes HPV dan penanganan yang tepat, sebagian besar kasus prakanker serviks dapat diatasi sebelum menjadi kanker. Kanker serviks yang ditemukan pada tahap awal memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan tetap menjalani skrining rutin.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.