Sickle cell screening
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Skrining sel sabit adalah pemeriksaan untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki sifat sel sabit (pembawa) atau penyakit sel sabit. Penyakit sel sabit adalah kelainan genetik pada sel darah merah yang membuat sel darah merah berbentuk seperti sabit, bukan bulat seperti normal. Sel berbentuk sabit ini dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan nyeri, kerusakan organ, dan anemia.
Fakta penting
- Penyakit sel sabit diturunkan dari kedua orang tua yang masing-masing membawa sifat (autosomal resesif).
- Skrining pada bayi baru lahir sangat penting untuk penanganan dini dan mencegah komplikasi serius.
- Di Indonesia, penyakit sel sabit lebih sering ditemukan pada kelompok dengan riwayat keluarga tertentu atau dari daerah tertentu.
Penyakit sel sabit termasuk penyakit genetik yang jarang di Indonesia, tetapi perlu diwaspadai terutama pada kelompok berisiko tinggi.
Skrining ini biasanya dilakukan pada bayi baru lahir, anak-anak, dan orang dewasa yang memiliki risiko tinggi, misalnya karena riwayat keluarga atau berasal dari daerah dengan angka kejadian tinggi.
Gejala
- Sulit bernapas atau napas pendek mendadak
- Nyeri dada hebat yang tidak kunjung reda
- Demam tinggi (di atas 38,5°C) terutama pada anak dengan penyakit sel sabit
- Kehilangan kesadaran atau kejang
- Muntah terus-menerus atau diare berat yang menyebabkan dehidrasi
- ⚠Nyeri yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa
- ⚠Pembengkakan pada satu sisi tubuh secara tiba-tiba
- ⚠Kencing darah atau berkurangnya produksi urine
- ⚠Bingung atau perubahan perilaku mendadak
Gejala umum
- Nyeri hebat di tulang, dada, atau perut (krisis nyeri)
- Kelelahan yang tidak biasa akibat anemia
- Pembengkakan tangan atau kaki pada bayi (daktilitis)
Gejala pada anak-anak
- Pembengkakan tangan dan kaki (daktilitis)
- Pertumbuhan lambat
- Infeksi berulang seperti pneumonia
- Kulit atau mata kekuningan (jaundice)
Gejala pada lansia
- Nyeri kronis pada tulang dan sendi
- Tukak (luka) pada tungkai bawah yang sulit sembuh
- Masalah penglihatan akibat kerusakan retina
- Kerusakan organ seperti ginjal atau paru-paru
Penyebab
Penyebab utama
- Penyakit sel sabit disebabkan oleh mutasi gen yang memproduksi hemoglobin (protein pembawa oksigen dalam sel darah merah). Mutasi ini diwariskan secara autosomal resesif, artinya seseorang harus mewarisi gen mutasi dari kedua orang tua untuk menderita penyakit.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan penyakit sel sabit atau sifat sel sabit
- Keturunan dari daerah dengan angka kejadian tinggi, misalnya Afrika, Mediterania, Timur Tengah, India, dan beberapa daerah di Indonesia
- Kedua orang tua adalah pembawa sifat (trait) sel sabit
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala seperti nyeri hebat, demam tinggi, atau kesulitan bernapas
- Jika hasil skrining menunjukkan kemungkinan penyakit sel sabit dan memerlukan konfirmasi dan penanganan segera
Buat janji temu rutin jika:
- Skrining pada bayi baru lahir sesuai program Kemenkes dianjurkan untuk semua bayi, terutama di daerah berisiko
- Konseling genetik sebelum menikah atau merencanakan kehamilan bagi pasangan dengan riwayat keluarga
Diagnosis
Diagnosis dimulai dengan tes darah untuk memeriksa jenis hemoglobin. Skrining pada bayi baru lahir menggunakan sampel darah dari tumit (tes tetes darah kering). Jika hasil abnormal, dilakukan tes lanjutan seperti elektroforesis hemoglobin atau analisis DNA.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes tetes darah kering (dried blood spot) pada bayi baru lahir
- Elektroforesis hemoglobin untuk mengidentifikasi jenis hemoglobin abnormal
- Analisis genetik molekuler untuk konfirmasi mutasi gen
Apa yang diharapkan saat janji temu
Skrining biasanya dilakukan saat kunjungan rutin atau program skrining nasional. Pengambilan sampel darah hanya beberapa tetes dan tidak menimbulkan nyeri berarti. Hasil akan diinformasikan oleh petugas kesehatan dan jika diperlukan akan ada konseling.
Perawatan
Jika skrining menunjukkan penyakit sel sabit, pengobatan bertujuan untuk mencegah komplikasi, mengelola nyeri, dan meningkatkan kualitas hidup. Penanganan meliputi pencegahan infeksi, hidrasi yang cukup, dan pemantauan rutin oleh dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum banyak air putih setiap hari untuk mencegah krisis nyeri
- Hindari cuaca ekstrem, terutama suhu dingin atau panas berlebihan
- Istirahat cukup dan hindari aktivitas fisik berlebihan
- Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi frekuensi krisis nyeri, mencegah infeksi, atau mengobati anemia. Transfusi darah dapat diberikan pada kondisi tertentu. Terapi gen dan transplantasi sumsum tulang merupakan pilihan yang harus didiskusikan dengan tim dokter spesialis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Dalam beberapa kasus, splenektomi (pengangkatan limpa) atau operasi lain mungkin diperlukan untuk mengatasi komplikasi seperti gagal limpa atau masalah tulang. Keputusan operasi harus didiskusikan dengan dokter setelah evaluasi menyeluruh.
Hidup dengan kondisi ini
Penderita penyakit sel sabit dapat hidup aktif dengan penanganan yang tepat. Penting untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter untuk memantau kondisi dan mencegah komplikasi.
Tips gaya hidup
- Jaga hidrasi dengan minum air putih yang cukup
- Hindari asap rokok dan polusi udara
- Lakukan vaksinasi lengkap sesuai jadwal untuk mencegah infeksi
- Kenali tanda krisis nyeri dan segera cari pertolongan
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang kaya vitamin dan mineral, terutama asam folat dari sayuran hijau. Olahraga ringan seperti jalan kaki diperbolehkan, tetapi hindari olahraga berat tanpa pengawasan dokter.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit kronis dapat menimbulkan stres, cemas, atau depresi. Dukungan keluarga dan konseling sangat penting. Jika merasa terbebani, jangan ragu untuk berbicara dengan psikolog atau layanan kesehatan jiwa.
Pencegahan
Penyakit sel sabit tidak dapat dicegah karena bersifat genetik. Namun, melalui skrining dan konseling genetik, pasangan yang berisiko dapat membuat keputusan reproduksi yang tepat. Deteksi dini melalui skrining memungkinkan penanganan dini untuk mencegah komplikasi.
Vaksin
Vaksinasi rutin seperti vaksin pneumokokus, Haemophilus influenzae tipe b (Hib), meningitis, dan influenza sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi yang dapat memicu krisis.
Program skrining
Skrining pada bayi baru lahir sangat dianjurkan sebagai bagian dari program Kemenkes. Skrining juga dapat dilakukan pada calon pasangan atau ibu hamil untuk mengetahui risiko menurunkan penyakit pada anak.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Krisis nyeri berulang yang dapat menyebabkan kerusakan organ
- Anemia berat yang membutuhkan transfusi darah
- Infeksi serius yang mengancam jiwa
- Stroke pada anak akibat penyumbatan pembuluh darah
- Kerusakan permanen pada limpa, ginjal, paru, atau hati
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak penderita penyakit sel sabit dapat menjalani hidup produktif dan berkualitas. Terapi modern terus berkembang, dan dengan perawatan medis yang baik, harapan hidup terus meningkat. Konsultasi rutin dengan dokter sangat penting.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.