Transoesophageal echocardiogram preparation
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Ekokardiogram transesofageal (TEE) adalah pemeriksaan USG jantung yang dilakukan melalui kerongkongan. Dokter akan memasukkan selang kecil yang dilengkapi kamera dan pemancar gelombang suara ke dalam mulut, lalu ke kerongkongan untuk melihat jantung dari jarak yang sangat dekat. Ini memberikan gambar yang lebih jelas dibandingkan USG jantung biasa (dari luar dada).
Fakta penting
- Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan obat penenang agar Anda lebih rileks.
- Anda harus berpuasa sekitar 4–6 jam sebelum prosedur.
- Dokter akan memeriksa katup jantung, pembuluh darah, dan ada tidaknya gumpalan darah.
- Hasil TEE dapat membantu dokter menentukan diagnosis dan rencana pengobatan lebih lanjut.
Prosedur ini cukup sering dilakukan di rumah sakit besar, terutama pada pasien dengan masalah katup jantung, stroke yang penyebabnya tidak jelas, atau sebelum operasi jantung tertentu.
TEE dapat dilakukan pada pasien dari segala usia, termasuk anak-anak dan lansia, selama kondisi mereka memungkinkan dan diperlukan untuk diagnosis.
Gejala
- Nyeri dada hebat yang tidak hilang dengan istirahat
- Sesak napas tiba-tiba yang parah
- Pingsan atau kehilangan kesadaran
- Gejala stroke mendadak seperti lumpuh satu sisi, bicara pelo, atau wajah tidak simetris
- ⚠Demam tinggi setelah prosedur TEE (bisa tanda infeksi)
- ⚠Nyeri tenggorokan yang sangat mengganggu atau sulit menelan lebih dari sehari
- ⚠Muntah darah atau batuk darah setelah pemeriksaan
- ⚠Sesak napas yang memburuk
Gejala umum
- Prosedur ini sendiri tidak memiliki gejala, tetapi biasanya dilakukan jika Anda memiliki:
- Sesak napas atau nyeri dada yang perlu diselidiki lebih lanjut.
- Keluhan jantung berdebar tidak teratur (aritmia).
- Gangguan katup jantung yang terdeteksi dari pemeriksaan lain.
- Stroke tanpa sebab yang jelas (untuk mencari sumber gumpalan darah).
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, TEE sering dilakukan untuk menilai kelainan jantung bawaan, seperti lubang di sekat jantung atau katup yang tidak normal.
- Anak mungkin perlu dibius total agar tidak bergerak selama pemeriksaan.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, TEE sering digunakan untuk menilai keparahan penyakit katup jantung atau mencari gumpalan darah di serambi jantung, terutama sebelum prosedur kardioversi (kejutan listrik untuk memperbaiki irama jantung).
Penyebab
Penyebab utama
- TEE bukanlah penyakit, melainkan alat diagnosis. Namun, kondisi yang memerlukan TEE antara lain:
- Kecurigaan adanya gumpalan darah di jantung (misal pada fibrilasi atrium).
- Infeksi pada katup jantung (endokarditis).
- Kelainan struktur jantung bawaan atau didapat.
- Penyakit aorta (pembuluh darah utama dari jantung).
Faktor risiko
- Faktor risiko untuk kondisi yang membutuhkan TEE: tekanan darah tinggi, riwayat stroke, penyakit katup jantung sebelumnya, demam reumatik, penggunaan obat-obatan intravena, atau riwayat operasi jantung.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami gejala darurat seperti nyeri dada hebat, sesak napas mendadak, atau tanda stroke, segera cari pertolongan medis darurat.
- Jika ada keluhan yang memerlukan pemeriksaan TEE segera (misal kecurigaan endokarditis akut atau diseksi aorta), dokter akan merujuk Anda ke rumah sakit.
Buat janji temu rutin jika:
- Anda mungkin perlu menjalani TEE jika dokter mencurigai ada masalah jantung yang tidak terlihat jelas pada USG biasa.
- Jadwalkan konsultasi dengan dokter jantung (kardiolog) jika Anda memiliki gejala seperti sesak napas, jantung berdebar, atau nyeri dada yang tidak mendesak.
Diagnosis
TEE adalah alat diagnosis itu sendiri. Dokter akan memutuskan untuk melakukan TEE setelah mengevaluasi gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan lain seperti EKG, USG jantung biasa, atau rontgen dada.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik dan wawancara medis oleh dokter jantung.
- Ekokardiogram transtorakal (USG jantung dari luar dada) sebagai langkah awal.
- Tes darah untuk memeriksa infeksi atau faktor pembekuan.
- EKG (elektrokardiogram) untuk merekam aktivitas listrik jantung.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Sebelum TEE, Anda akan diminta berpuasa selama 4–6 jam. Di ruang tindakan, tenggorokan Anda akan disemprot dengan obat bius agar mati rasa, lalu Anda diberi obat penenang melalui infus. Dokter akan memasukkan selang tipis dan lentur ke dalam mulut, lalu ke kerongkongan. Pemeriksaan berlangsung sekitar 15–30 menit. Setelah itu, Anda akan dipantau hingga efek obat penenang hilang. Tenggorokan mungkin terasa sedikit sakit, tetapi akan membaik dalam beberapa jam.
Perawatan
TEE adalah pemeriksaan, bukan pengobatan. Setelah hasil TEE diketahui, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai. Penanganan bisa berupa obat-obatan, prosedur lain, atau operasi tergantung pada kondisi yang ditemukan.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti petunjuk puasa dengan benar sebelum TEE.
- Atur transportasi pulang karena Anda tidak boleh menyetir sendiri setelah mendapat obat penenang.
- Istirahatkan suara Anda dan hindari makan/minum panas segera setelah pemeriksaan.
- Minumlah air putih dalam suhu ruang setelah efek bius tenggorokan hilang.
Perawatan medis
Jika TEE menemukan gumpalan darah, dokter mungkin akan meresepkan obat pengencer darah (antikoagulan) untuk mencegah stroke. Jika ditemukan infeksi katup, antibiotik intravena akan diberikan. Untuk katup yang rusak parah, mungkin diperlukan perbaikan atau penggantian katup. Semua keputusan pengobatan harus didiskusikan dengan dokter Anda.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jantung mungkin diperlukan jika TEE menunjukkan kerusakan katup yang berat, lubang di jantung, atau aneurisma aorta yang memerlukan perbaikan. Dokter akan menjelaskan risiko dan manfaat operasi.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah menjalani TEE, Anda dapat kembali ke aktivitas normal keesokan harinya, asalkan tidak ada komplikasi. Jika Anda minum obat pengencer darah, ikuti jadwal minum obat dengan disiplin dan periksakan diri secara rutin.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan karena dapat memicu gangguan irama jantung.
- Kelola stres dengan baik, misalnya melalui meditasi, olahraga ringan, atau hobi.
- Jaga berat badan ideal dan kontrol tekanan darah serta kolesterol.
Diet dan olahraga
Makan makanan rendah garam dan lemak jenuh, perbanyak buah, sayur, dan biji-bijian. Lakukan olahraga aerobik ringan seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit sehari setelah mendapat izin dokter.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani pemeriksaan jantung bisa menimbulkan kecemasan. Wajar jika Anda khawatir dengan hasil atau prosedur itu sendiri. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter, keluarga, atau teman. Jika rasa cemas atau depresi mengganggu aktivitas sehari-hari, mintalah bantuan profesional kesehatan jiwa. Ingat, Anda tidak sendirian.
Pencegahan
TEE sendiri tidak dapat dicegah karena ini adalah prosedur diagnostik. Namun, Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dari kondisi jantung yang memerlukan TEE dengan menjaga kesehatan jantung sejak dini.
Vaksin
Vaksinasi influenza dan pneumonia dianjurkan bagi pasien dengan penyakit jantung untuk mencegah infeksi yang dapat memperburuk kondisi.
Program skrining
Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara rutin membantu mendeteksi faktor risiko penyakit jantung sejak awal. Konsultasikan dengan dokter tentang jadwal skrining yang tepat untuk Anda.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika kondisi yang ditemukan pada TEE tidak ditangani, risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung, infeksi yang menyebar, atau kerusakan katup permanen dapat meningkat.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, dengan diagnosis dini melalui TEE dan penanganan yang tepat, banyak kondisi jantung dapat dikelola dengan baik. Prosedur TEE adalah langkah penting untuk membantu dokter merencanakan perawatan yang paling sesuai. Ikuti saran dokter dan jaga gaya hidup sehat, maka harapan untuk hidup aktif dan berkualitas tetap besar.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.