Jelajahi ekosistem Ruqelo
Alat produktivitas klinis berbasis AI untuk tenaga kesehatan.
Ruqelo ClinicalEdukasi dan panduan kesehatan yang mudah dipahami pasien.
Latihan berbicara bahasa Arab premium dengan roleplay, audio, dan Companion.
Ruqelo ArabicBerdasarkan panduan klinis Saudi
Tes keringat (sweat test) adalah pemeriksaan untuk membantu mendiagnosis cystic fibrosis (CF), yaitu penyakit genetik yang menyebabkan lendir kental dan lengket di paru-paru, saluran pencernaan, dan organ lainnya. Tes ini mengukur kadar garam (klorida) dalam keringat. Kadar klorida yang tinggi bisa menjadi tanda CF.
Fakta penting
Cystic fibrosis jarang terjadi di Indonesia, namun perlu diwaspadai karena gejalanya bisa mirip penyakit lain. Di negara lain, CF terjadi pada sekitar 1 dari 3.000–4.000 kelahiran.
Cystic fibrosis terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa muda. Penyakit ini diturunkan dari kedua orang tua yang membawa gen CF. Seseorang bisa mengidap CF jika mewarisi gen abnormal dari ayah dan ibu.
Diagnosis cystic fibrosis diawali dengan tes keringat (sweat test). Dokter juga dapat melakukan tes genetik untuk mencari mutasi CFTR. Pada bayi baru lahir, beberapa negara melakukan skrining dengan mengukur trypsinogen imunoreaktif (IRT) pada darah, lalu dikonfirmasi dengan tes keringat.
Cystic fibrosis belum ada obatnya, tetapi penanganan dini dan komprehensif dapat memperpanjang usia serta meningkatkan kualitas hidup. Pengobatan difokuskan untuk mengencerkan lendir di paru, mencegah dan mengobati infeksi, menjaga gizi yang baik, dan membantu pencernaan.
Menjalani hari dengan CF membutuhkan rutinitas perawatan yang konsisten: fisioterapi dada pagi dan sore, nebulasi, minum obat, serta menjaga pola makan tinggi kalori dan lemak. Aktivitas sekolah atau kerja tetap bisa dilakukan dengan penyesuaian jadwal. Penting untuk sering mengecek kesehatan paru dan gizi secara rutin ke dokter.
Makan makanan tinggi kalori, protein, dan lemak sehat karena tubuh membutuhkan energi ekstra akibat infeksi kronis dan kerja napas. Konsumsi camilan bergizi di antara waktu makan. Minum cairan yang cukup. Dokter atau ahli gizi dapat membantu membuat rencana makan khusus. Olahraga membantu mengeluarkan lendir dan memperkuat otot pernapasan.
Karena CF adalah penyakit genetik yang diwariskan, saat ini belum ada cara untuk mencegahnya. Namun, konsultasi genetik sebelum menikah atau merencanakan kehamilan dapat membantu pasangan yang berisiko mengetahui kemungkinan anak mereka terkena CF. Tes genetik pranikah atau prenatal dapat dipertimbangkan.
Vaksinasi rutin terutama vaksin influenza, vaksin pneumokokus, dan vaksin COVID-19 sangat dianjurkan untuk pasien CF karena infeksi saluran napas dapat memperburuk kondisi. Vaksinasi pada bayi dan anak sesuai jadwal imunisasi nasional tetap penting.
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 8 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Tes keringat dilakukan oleh petugas kesehatan terlatih. Pertama, kulit di lengan atau betis dibersihkan. Kemudian, alat kecil (pilocarpine iontophoresis) dipasang untuk merangsang keringat selama 5–10 menit – Anda akan merasakan sedikit geli atau hangat. Selanjutnya, keringat dikumpulkan dengan kertas saring atau tabung kecil selama 30–60 menit. Tidak ada jarum suntik. Prosesnya tidak menyakitkan, walaupun mungkin sedikit tidak nyaman. Hasil akan dianalisis di laboratorium.
Dokter mungkin meresepkan obat pengencer lendir (mukolitik) yang diminum atau dihirup, antibiotik untuk mengatasi infeksi paru (terkadang melalui infus atau nebulizer), obat antiradang, dan suplemen enzim pankreas untuk membantu mencerna makanan. Terapi inhalasi dan nebulizer sering dipakai setiap hari. Pada kasus tertentu, dokter dapat menjalankan terapi modulator CFTR yang menargetkan kelainan gen. Semua obat harus digunakan atas resep dan pengawasan dokter.
Operasi jarang diperlukan, tetapi pada beberapa komplikasi seperti sumbatan usus (ileus mekonium) atau perforasi usus, operasi darurat mungkin dilakukan. Transplantasi paru dapat menjadi pilihan pada stadium lanjut, tetapi harus melalui seleksi ketat dan diskusi dengan tim dokter.
Hidup dengan penyakit kronis seperti CF bisa menimbulkan stres, cemas, atau sedih. Wajar jika anak atau orang dewasa dengan CF merasa kewalahan. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga, teman, atau konselor. Dukungan psikologis sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan. Jika ada pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan krisis.
Dengan penanganan yang baik dan teratur, banyak penderita cystic fibrosis dapat hidup hingga usia dewasa dan menjalani kehidupan yang produktif. Kedokteran terus berkembang, dan terapi baru seperti modulator CFTR membawa harapan untuk kualitas hidup yang lebih baik. Meski perjalanan penyakit bervariasi, dukungan medis dan keluarga sangat membantu. Jangan menyerah, selalu konsultasi dengan dokter untuk rencana perawatan terbaik.