Divertikulitis: Peradangan Kantong di Usus Besar
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Divertikulitis adalah peradangan pada divertikula, yaitu kantong-kantong kecil yang terbentuk di dinding usus besar (kolon). Kantong ini biasanya tidak menimbulkan masalah, tetapi jika meradang atau terinfeksi, dapat menyebabkan nyeri perut, demam, dan gangguan pencernaan.
Fakta penting
- Divertikula adalah kantong kecil yang menonjol di dinding usus besar.
- Divertikulitis terjadi ketika kantong tersebut meradang atau terinfeksi.
- Banyak orang memiliki divertikula tanpa gejala (divertikulosis).
- Gejala yang paling umum adalah nyeri perut, sering di sisi kiri bawah.
- Dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup, sebagian besar kasus dapat membaik.
Ya, kondisi ini termasuk umum. Divertikulosis (adanya kantong tanpa radang) memengaruhi sekitar separuh orang di atas usia 60 tahun, dan sekitar 4–15% dari mereka dapat mengalami divertikulitis. Persentase pastinya bervariasi, dan banyak orang tidak pernah merasakan gejala.
Divertikulitis paling sering menyerang orang dewasa di atas 40 tahun, dengan risiko semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, anak-anak dan orang dewasa muda juga bisa mengalaminya, hanya saja lebih jarang.
Gejala
- Nyeri perut hebat yang datang tiba-tiba atau makin memburuk
- Demam tinggi yang tidak turun
- Tinja berdarah segar dalam jumlah banyak
- Perut terasa sangat kaku atau sakit saat disentuh
- Muntah terus-menerus dan tidak bisa makan atau minum
- ⚠Nyeri perut yang terus bertambah meski tidak hebat
- ⚠Demam yang disertai nyeri perut
- ⚠Tidak bisa buang angin atau buang air besar
- ⚠Mual dan muntah berulang
- ⚠Adanya darah pada tinja dengan jumlah sedikit
Gejala umum
- Nyeri perut yang menetap, biasanya di bagian kiri bawah
- Demam atau menggigil
- Mual dan muntah
- Perubahan kebiasaan buang air besar (sembelit atau diare)
- Perut kembung atau terasa penuh
- Terkadang ada darah dalam tinja
Penyebab
Penyebab utama
- Pembentukan divertikula: tekanan tinggi di dalam usus besar yang mendorong lapisan dinding usus keluar hingga membentuk kantong kecil. Tekanan ini bisa terjadi akibat sembelit kronis atau kebiasaan mengejan berlebihan.
- Peradangan atau infeksi: feses yang tersangkut di dalam divertikula dapat menyebabkan iritasi dan pertumbuhan bakteri, lalu memicu peradangan.
Faktor risiko
- Usia di atas 40 tahun
- Pola makan rendah serat dan tinggi daging olahan
- Kurang aktivitas fisik
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Kebiasaan merokok
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mengiritasi usus
- Riwayat keluarga dengan divertikulitis
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri perut yang hebat atau terus meningkat
- Demam yang muncul bersama nyeri perut
- Tidak bisa buang air besar atau buang angin
- Muntah terus-menerus
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri perut yang berulang atau perubahan kebiasaan BAB yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- Anda memiliki riwayat divertikulitis atau keluarga dengan kondisi ini
- Ingin mengetahui bagaimana cara mencegah kekambuhan
Diagnosis
Dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik, terutama menekan area perut untuk menemukan titik nyeri. Jika perlu, dokter akan merujuk untuk pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah: untuk melihat tanda infeksi atau peradangan, seperti jumlah sel darah putih yang meningkat.
- CT scan perut: pemeriksaan pencitraan yang dapat menunjukkan divertikula, peradangan, atau komplikasi seperti abses.
- Pemeriksaan ultrasonografi (USG): bisa membantu melihat kondisi perut, meskipun CT scan lebih detail.
- Tes tinja: untuk memeriksa adanya darah atau infeksi, jika diperlukan.
- Kolonskopi: biasanya tidak dilakukan saat peradangan akut, tetapi dapat dijadwalkan setelah kondisi membaik untuk memeriksa bagian dalam usus besar.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dimulai dari yang sederhana. Anda mungkin akan diminta berpuasa beberapa jam sebelum tes pencitraan. Jika divertikulitis diketahui, dokter akan menjelaskan pilihan pengobatan sesuai tingkat keparahan. Beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi dan alergi yang Anda miliki.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada seberapa parah peradangan. Kasus ringan dapat ditangani di rumah dengan istirahat dan perubahan pola makan. Kasus yang lebih berat atau berulang mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit atau tindakan pembedahan. Tujuannya adalah meredakan peradangan, mengatasi infeksi, dan mencegah komplikasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup dan jangan mengangkat beban berat
- Minum cairan bening yang cukup untuk mencegah dehidrasi
- Ikuti saran dokter tentang pola makan: biasanya mulai dengan makanan lunak rendah serat saat nyeri, lalu secara bertahap kembali berserat tinggi setelah sembuh
- Hindari mengejan saat buang air besar
- Kompres hangat di perut bila terasa nyeri, setelah berkonsultasi dengan dokter
- Jangan menunda buang air besar
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi atau peradangan. Dokter juga dapat memberikan obat pereda nyeri yang aman untuk kondisi perut. Pada kasus yang lebih kompleks, perawatan di rumah sakit dengan pemberian obat melalui infus dapat dilakukan. Semua pengobatan harus sesuai anjuran dokter, dan jangan memilih obat sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya dipertimbangkan jika terjadi komplikasi seperti abses, robekan pada usus, atau bila divertikulitis berulang kali kambuh dan mengganggu kualitas hidup. Pilihan operasi dibicarakan dengan dokter bedah berdasarkan kondisi umum Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah sembuh, jalani gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko kambuh. Kenali tubuh Anda: jika muncul nyeri atau gangguan pencernaan, segera konsultasikan. Catat makanan yang memicu keluhan dan bicarakan dengan dokter atau ahli gizi.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok jika Anda merokok
- Batasi alkohol
- Kelola stres dengan teknik relaksasi atau hobi
- Tidur cukup dan jadwalkan pemeriksaan rutin
- Hubungi dokter jika ada gejala awal yang mencurigakan
Diet dan olahraga
Perbanyak asupan serat secara bertahap, misalnya buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Minum air putih yang cukup untuk membantu serat bekerja. Setelah peradangan mereda, lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau senam, sesuai kemampuan. Hindari aktivitas berat saat sedang kambuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan kondisi yang dapat kambuh ini kadang menimbulkan kecemasan atau stres. Perasaan khawatir tentang nyeri atau pembatasan aktivitas adalah wajar. Jika perasaan berlarut-larut dan mengganggu aktivitas, penting untuk membicarakan dengan tenaga kesehatan atau ahli kesehatan jiwa. Anda tidak perlu berjuang sendirian.
Pencegahan
Divertikulitis tidak selalu dapat dicegah, tetapi peluangnya dapat dikurangi dengan pola makan tinggi serat, banyak minum air, olahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal. Menghindari kebiasaan mengejan yang berlebihan juga bermanfaat.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah divertikulitis. Tetap lakukan imunisasi sesuai jadwal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melindungi dari infeksi lain yang dapat memengaruhi kesehatan usus.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan penyaring khusus untuk divertikulitis pada orang sehat. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko atau gejala, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan usus seperti kolonoskopi untuk menyingkirkan kondisi lain. Ikuti anjuran dokter Anda.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Abses (kumpulan nanah) di sekitar usus
- Perforasi (robeknya dinding usus) yang dapat menyebabkan peritonitis (infeksi rongga perut)
- Fistula (saluran abnormal antara usus dan organ lain)
- Striktur (penyempitan usus) yang menyebabkan sembelit berat
- Infeksi yang menyebar ke aliran darah (sepsis)
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar divertikulitis ringan dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat. Dengan mengenali gejala sejak dini, mengikuti anjuran dokter, dan menjalani pola hidup sehat, Anda dapat mengelola kondisi ini dengan baik dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Dokter akan membantu merencanakan perawatan terbaik untuk Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.