Intususepsi: Saat Sebagian Usus Masuk ke Usus Lainnya
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Intususepsi adalah kondisi ketika sebagian usus masuk atau 'terlipat' masuk ke bagian usus di depannya, seperti teropong teleskop yang dilipat. Lipatan ini menyumbat saluran usus dan menekan pembuluh darah, sehingga jika tidak segera ditangani, usus bisa rusak. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis, terutama pada anak.
Fakta penting
- Intususepsi paling sering terjadi pada anak sehat usia 6 bulan sampai 3 tahun.
- Pada anak, kondisi ini harus segera ditangani di rumah sakit sebagai kegawatdaruratan.
- Pada orang dewasa, intususepsi jarang terjadi dan biasanya dipicu oleh kelainan di dalam usus seperti polip atau tumor.
- Dengan penanganan dini, sebagian besar pasien pulih sepenuhnya tanpa masalah jangka panjang.
Intususepsi tergolong jarang, tetapi merupakan salah satu penyebab sakit perut gawat darurat yang paling umum pada anak di bawah 3 tahun.
Paling sering menyerang anak-anak usia 6 sampai 18 bulan yang sebelumnya sehat. Anak laki-laki lebih sering terkena dibanding anak perempuan. Pada orang dewasa, kondisi ini lebih jarang dan sering dikaitkan dengan adanya benjolan atau kelainan lain di dalam usus.
Gejala
- Nyeri perut hebat yang terus-menerus dan tidak membaik
- Muntah berulang, terutama muntahan berwarna hijau atau kuning pekat
- Tinja berdarah atau tinja seperti jeli kismis (merah gelap bercampur lendir)
- Perut buncit, keras, dan sangat nyeri saat disentuh
- Demam tinggi
- Anak tampak pucat, sangat lemas, atau tidak sadarkan diri
- Jika salah satu gejala di atas muncul, segera hubungi ambulan atau bawa ke unit gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat
- ⚠Sakit perut yang hilang-timbul dan semakin sering atau semakin hebat
- ⚠Anak menangis keras dengan pola tertentu lalu tampak tenang, kemudian menangis lagi
- ⚠Bayi atau anak menolak makan, minum, atau berperilaku tidak seperti biasanya
- ⚠Pada orang dewasa: sakit perut berulang disertai mual, kembung, atau perubahan buang air besar yang menetap
Gejala umum
- Nyeri perut yang datang dan pergi secara tiba-tiba, kadang terasa kram atau melilit
- Perut terasa membuncit atau kembung
- Mual dan muntah
- Tinja bercampur darah dan lendir seperti jeli kismis (currant jelly)
- Lemah, lesu, atau tampak tidak bertenaga
Gejala pada anak-anak
- Menangis keras secara tiba-tiba dengan lutut ditarik ke dada, terutama saat nyeri datang
- Muntah berwarna hijau atau kuning pekat (muntah empedu)
- Tinja berwarna merah gelap bercampur lendir seperti jeli kismis
- Demam
- Tampak sangat lemas atau mengantuk di antara serangan nyeri
- Menolak makan atau minum
Gejala pada lansia
- Nyeri perut yang hilang-timbul dan kadang tidak terlalu berat
- Mual, kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Gejala kadang menyerupai gangguan pencernaan biasa sehingga sulit dikenali
Penyebab
Penyebab utama
- Pada anak, penyebabnya sering tidak diketahui pasti. Infeksi virus di usus bisa membuat kelenjar getah bening usus membengkak dan menjadi 'pemicu' masuknya usus ke usus lain.
- Pada orang dewasa, intususepsi biasanya disebabkan adanya 'titik pemicu' di dalam usus, seperti polip, tumor, jaringan parut (adhesi), atau kelainan lain yang menarik usus masuk ke bagian usus di depannya.
Faktor risiko
- Usia: paling sering terjadi pada usia 6 bulan sampai 3 tahun
- Jenis kelamin: lebih sering terjadi pada anak laki-laki
- Riwayat keluarga dengan riwayat intususepsi
- Kelainan bawaan atau penyakit usus tertentu, seperti penyakit Hirschsprung atau fibrosis kistik
- Baru pulih dari infeksi saluran cerna (gastroenteritis)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika anak mengalami nyeri perut hebat yang datang tiba-tiba dan berulang
- Jika ada tinja berdarah atau muntah berwarna hijau atau kuning pekat
- Jika perut terasa buncit, keras, atau anak tampak sangat lemas — segera ke unit gawat darurat (IGD) tanpa menunggu
- Jika tanda-tanda darurat muncul, jangan menunda: segera minta ambulan atau bawa ke IGD rumah sakit terdekat
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sakit perut tidak membaik dalam satu hari atau hilang-timbul lebih dari dua hari
- Jika ada perubahan pola buang air besar yang menetap, terutama pada orang dewasa
- Jika ada penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, memeriksa perut, dan biasanya melakukan pemeriksaan pencitraan untuk melihat gambaran usus dari dalam. Diagnosis yang cepat dan tepat sangat penting agar penanganan bisa segera dimulai.
Tes yang mungkin dilakukan
- Ultrasonografi (USG) perut: pemeriksaan paling umum, tidak sakit, dan dapat menunjukkan gambaran khas intususepsi seperti lingkaran 'donat' pada usus
- Foto Rontgen (X-ray) perut: membantu melihat tanda-tanda sumbatan usus
- CT scan atau MRI: lebih sering digunakan pada orang dewasa untuk mencari penyebab yang mendasari
- Enema udara atau enema dengan zat kontras: selain membantu diagnosis, tindakan ini juga dapat sekaligus menjadi pengobatan pada anak
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan umumnya berlangsung cepat dan tidak menyakitkan, dilakukan di rumah sakit. Pada anak, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan darah dan USG. Jika diagnosis sudah dipastikan, anak akan dirawat di rumah sakit agar tanda-tanda vital dan kondisi usus dapat dipantau ketat.
Perawatan
Intususepsi harus ditangani oleh dokter di rumah sakit. Tujuan pengobatan adalah membuka kembali usus yang masuk ke usus lain dan memastikan aliran darah ke usus tetap normal sehingga usus tidak rusak. Semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinan sembuh tanpa operasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan memberikan obat pereda nyeri apa pun tanpa anjuran dokter, terutama pada anak, karena dapat menutupi gejala penting
- Jangan memberi makan atau minum apa pun sebelum mendapat arahan dari tim medis
- Ikuti petunjuk dokter tentang kapan anak atau pasien boleh mulai makan dan minum kembali setelah tindakan
Perawatan medis
Pada anak, penanganan pertama biasanya adalah enema udara atau enema dengan cairan kontras. Dokter memasukkan udara atau cairan melalui selang kecil di anus untuk 'mendorong' usus yang terlipat agar kembali ke posisi semula, sambil diawasi dengan USG atau X-ray. Tindakan ini aman dan sering berhasil tanpa perlu operasi. Jika cara ini tidak berhasil, atau ada tanda kerusakan usus yang parah, dokter akan mempertimbangkan tindakan bedah. Pada orang dewasa, operasi lebih sering menjadi pilihan utama karena biasanya ada penyebab yang mendasari. Dokter akan menjelaskan pilihan terbaik berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi dilakukan jika enema tidak berhasil membuka lipatan usus, jika ada tanda usus rusak berat, jika terjadi robekan usus (perforasi), atau pada orang dewasa yang memiliki faktor pemicu seperti polip atau tumor yang perlu diangkat.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah penanganan, anak biasanya pulih dalam beberapa hari dan bisa kembali makan seperti biasa. Pada orang dewasa, pemulihan tergantung pada penyebab yang mendasari dan jenis tindakan yang dilakukan. Ikuti jadwal kontrol dari dokter dan segera laporkan jika gejala muncul kembali.
Tips gaya hidup
- Kenali tanda-tanda awal intususepsi agar bisa bertindak cepat jika gejala kambuh
- Pada anak, pantau pola makan, hidrasi, dan kondisi perut setelah pulang dari rumah sakit
- Pada orang dewasa, kelola kondisi kesehatan yang mendasari dengan bantuan dokter
Diet dan olahraga
Setelah tindakan, dokter biasanya menyarankan makan dalam porsi kecil dan minum cukup cairan agar usus pulih. Pada anak, ASI atau susu formula dapat diberikan kembali sesuai anjuran dokter. Aktivitas fisik ringan bisa dimulai bertahap setelah tidak ada keluhan, dengan persetujuan dokter.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami kondisi yang menyakitkan — apalagi pada anak — dapat membuat orang tua cemas, khawatir, dan lelah secara emosional. Perasaan ini wajar. Ingatlah bahwa sebagian besar anak pulih sepenuhnya dengan penanganan yang cepat. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan bila diperlukan.
Pencegahan
Intususepsi umumnya tidak dapat dicegah karena penyebabnya sering tidak diketahui. Yang paling penting adalah mengenali gejala sejak dini dan segera mencari pertolongan medis agar hasil penanganan lebih baik.
Vaksin
Mengikuti jadwal imunisasi dasar lengkap yang dianjurkan pemerintah Indonesia melalui Kemenkes, termasuk vaksin rotavirus sesuai rekomendasinya, dapat membantu mencegah infeksi yang bisa memicu intususepsi. Tanyakan kepada dokter anak atau fasilitas kesehatan terdekat mengenai jadwal imunisasi yang tepat.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk intususepsi pada orang sehat. Yang terpenting adalah mendeteksi gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Sumbatan usus total yang menyebabkan perut membuncit dan muntah hebat
- Gangguan aliran darah ke usus sehingga jaringan usus mati (nekrosis)
- Robekan pada dinding usus (perforasi) yang bisa menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis)
- Infeksi berat (sepsis) yang membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan dini, sebagian besar anak pulih sepenuhnya dalam beberapa hari tanpa masalah jangka panjang. Tindakan enema memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dan kekambuhan hanya terjadi pada sebagian kecil pasien. Pada orang dewasa, dengan mencari dan mengatasi penyebab yang mendasari, hasilnya juga umumnya baik jika ditangani tepat waktu.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.