Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
SARS adalah penyakit infeksi paru-paru yang serius dan bisa menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan, sehingga membuat penderitanya sulit bernapas. SARS pertama kali muncul pada tahun 2002–2003 dan menyebar ke beberapa negara.
Fakta penting
- SARS menular melalui percikan air liur saat seseorang batuk atau bersin.
- Gejala utamanya adalah demam, batuk kering, dan sesak napas.
- Belum ada obat yang membunuh virus SARS secara langsung, tetapi perawatan medis dapat membantu pemulihan.
- Sebagian besar orang dengan SARS dapat sembuh, apalagi jika ditangani sejak awal.
SARS tidak umum saat ini. Kasus terakhir yang diketahui terjadi pada tahun 2004 dan tidak ada wabah sejak itu. Namun, virus sejenis bisa muncul kembali, jadi kewaspadaan tetap diperlukan.
Semua orang bisa terinfeksi SARS, tetapi risiko lebih tinggi pada lansia, orang dengan penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, serta petugas kesehatan yang merawat pasien SARS.
Gejala
- Sesak napas sangat berat sampai seperti tercekik
- Nyeri dada yang menekan
- Bibir atau wajah menjadi kebiruan
- Pingsan atau tidak sadarkan diri
- ⚠Demam tinggi disertai batuk dan sesak napas yang makin memberat
- ⚠Gejala flu yang berlanjut setelah bepergian ke daerah dengan kasus SARS
- ⚠Kontak dekat dengan pasien SARS atau terduga SARS
- ⚠Batuk berdarah
Gejala umum
- Demam tinggi (di atas 38°C)
- Batuk kering
- Sesak napas atau napas terasa cepat
- Nyeri otot dan menggigil
- Sakit kepala
- Diare pada sebagian orang
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak biasanya mengalami gejala yang lebih ringan, seperti batuk dan demam ringan.
- Namun, anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah tetap bisa sakit parah.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala dapat memburuk lebih cepat, seperti sesak napas yang berat.
- Lansia lebih berisiko mengalami pneumonia (radang paru) dan gagal napas.
Penyebab
Penyebab utama
- SARS disebabkan oleh virus SARS-CoV, yaitu sejenis coronavirus.
- Virus menyebar melalui percikan air liur atau ingus ketika orang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut juga dapat menyebabkan penularan.
Faktor risiko
- Bepergian ke wilayah yang pernah mengalami wabah SARS
- Tinggal serumah atau merawat pasien SARS
- Bekerja sebagai tenaga kesehatan tanpa alat pelindung yang tepat
- Usia lanjut atau memiliki penyakit kronis seperti jantung, diabetes, atau penyakit paru
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas dalam 10 hari setelah bepergian atau kontak dengan pasien SARS.
- Jika gejala pilek dan batuk berubah menjadi napas terasa makin berat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda khawatir pernah terpapar virus SARS, meskipun belum ada gejala, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat perjalanan, dan riwayat kontak dengan orang sakit. Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada paru-paru.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes PCR untuk mendeteksi materi genetik virus dari sampel lendir hidung atau tenggorokan
- Tes darah untuk melihat antibodi atau tanda infeksi
- Rontgen dada atau CT scan untuk memeriksa kondisi paru-paru
Apa yang diharapkan saat janji temu
Jika diduga SARS, Anda akan diminta menjalani isolasi di rumah sakit agar tidak menularkan ke orang lain. Sampel lendir, darah, dan mungkin urine akan diambil untuk laboratorium. Hasil pemeriksaan dapat memakan waktu beberapa hari. Sambil menunggu, dokter akan memberikan perawatan untuk meredakan gejala Anda.
Perawatan
Belum ada obat khusus yang menyembuhkan SARS. Perawatan bertujuan untuk mengendalikan gejala, membantu pernapasan, dan mencegah komplikasi. Kebanyakan pasien SARS dirawat di rumah sakit agar kondisinya bisa dipantau secara ketat.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat total di tempat tidur agar tubuh bisa melawan infeksi.
- Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan masker dan jaga jarak dari orang lain untuk mencegah penularan.
- Pantau suhu tubuh dan gejala setiap hari.
Perawatan medis
Dokter mungkin memberikan obat penurun panas atau pereda batuk, serta obat antivirus bila dianggap perlu. Pada kasus yang lebih berat, pasien mendapat terapi oksigen, bantuan pernapasan dengan ventilator, dan cairan infus. Antibiotik hanya diberikan jika muncul infeksi bakteri tambahan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak ada tindakan operasi untuk mengobati SARS.
Hidup dengan kondisi ini
Selama sakit, Anda dianjurkan untuk tidak keluar rumah atau bepergian sampai dokter memastikan Anda tidak menularkan infeksi. Gunakan masker jika harus dekat dengan orang lain. Beri waktu tubuh untuk pulih, biasanya sekitar 2–3 minggu.
Tips gaya hidup
- Jangan merokok atau terpapar asap rokok.
- Hindari minuman beralkohol dan obat-obatan yang tidak diresepkan dokter.
- Tidurlah cukup, sekitar 7–9 jam setiap malam.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, seperti buah, sayuran, dan protein sehat, untuk mempercepat pemulihan. Cukupi kebutuhan air minum. Setelah energi membaik, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai, tetapi jangan memaksakan diri.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani SARS dapat menimbulkan rasa cemas, takut, atau kesepian, terutama karena harus diisolasi. Perasaan seperti ini adalah hal yang wajar. Bicarakan dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jika perasaan tersebut terus mengganggu, jangan ragu meminta bantuan psikolog atau konselor.
Pencegahan
SARS dapat dicegah dengan mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, memakai masker di tempat umum selama ada wabah, menghindari kerumunan, serta menjaga jarak dari orang yang batuk atau pilek.
Vaksin
Sampai sekarang, belum ada vaksin khusus yang disetujui untuk mencegah SARS. Namun, Anda tetap perlu mengikuti arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk mengurangi risiko infeksi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pneumonia berat atau radang paru-paru
- Gagal napas yang membutuhkan alat bantu pernapasan
- Kerusakan organ seperti jantung, hati, atau ginjal
- Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)
- Kematian pada kasus yang sangat berat
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar pasien SARS dapat pulih sepenuhnya, terutama jika segera mendapatkan perawatan. Beberapa orang mungkin mengalami sesak napas atau gangguan paru dalam jangka panjang, tetapi dengan perawatan yang tepat dan dukungan yang baik, banyak penderita dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.