Tendonitis (Peradangan Tendon)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tendonitis adalah peradangan atau iritasi pada tendon, yaitu jaringan kuat seperti tali yang menghubungkan otot ke tulang. Ketika tendon meradang, area di sekitarnya bisa terasa nyeri dan bengkak.
Fakta penting
- Tendonitis paling sering terjadi di bahu, siku, pergelangan tangan, lutut, atau tumit.
- Penyebab utama adalah gerakan berulang yang membebani tendon.
- Kondisi ini biasanya membaik dengan istirahat, kompres dingin, dan latihan yang tepat.
- Konsultasi dengan dokter membantu memastikan penyebab nyeri dan rencana perawatan.
Ya, tendonitis cukup umum. Banyak orang mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup, terutama mereka yang aktif secara fisik atau bekerja dengan gerakan berulang.
Tendonitis dapat menyerang siapa pun, tetapi lebih sering pada orang dewasa di atas 40 tahun, atlet, dan pekerja yang banyak menggunakan tangan, lengan, atau kaki secara berulang.
Gejala
- Nyeri hebat yang muncul tiba-tiba setelah cedera, seperti terjatuh atau terpukul.
- Sendi terlihat bengkok, tidak normal, atau tidak dapat digerakkan sama sekali.
- Mati rasa, kesemutan, atau kulit pucat/dingin di area yang sakit.
- ⚠Nyeri yang semakin parah meskipun sudah beristirahat beberapa hari.
- ⚠Pembengkakan besar, kemerahan menyebar, atau area terasa panas.
- ⚠Demam yang menyertai nyeri sendi.
Gejala umum
- Nyeri tumpul di sekitar sendi atau di sepanjang tendon, terutama saat bergerak.
- Rasa nyeri saat menyentuh tendon.
- Pembengkakan ringan dan rasa hangat di area yang terkena.
- Kaku di pagi hari yang membaik setelah digerakkan perlahan.
- Rasa sakit saat menggunakan otot yang terhubung dengan tendon tersebut.
Gejala pada anak-anak
- Meski jarang, tendonitis bisa terjadi pada anak atau remaja yang berolahraga intensif, misalnya nyeri di tumit atau lutut setelah aktivitas fisik.
Gejala pada lansia
- Pada orang lanjut usia, tendon menjadi lebih kaku dan kurang elastis. Nyeri sering muncul di bahu, siku, atau tumit tanpa cedera yang jelas.
Penyebab
Penyebab utama
- Gerakan berulang yang sama terus-menerus, seperti mengetik, menggambar, berkebun, atau bermain olahraga.
- Peningkatan tiba-tiba pada intensitas atau durasi aktivitas.
- Cedera kecil yang tidak ditangani dengan baik.
- Postur tubuh yang salah saat bekerja atau berolahraga.
Faktor risiko
- Usia tua membuat tendon lebih kaku dan mudah cedera.
- Pekerjaan atau hobi yang memerlukan gerakan berulang.
- Olahraga tertentu seperti lari, tenis, atau bulu tangkis.
- Memiliki kondisi kesehatan seperti diabetes, radang sendi, atau asam urat.
- Beberapa obat tertentu dapat memengaruhi kekuatan tendon — diskusikan dengan dokter jika Anda mengonsumsi obat jangka panjang.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri yang sangat mengganggu sehingga Anda tidak bisa beraktivitas.
- Tidak dapat menggerakkan sendi yang sakit.
- Muncul demam atau tanda infeksi seperti kemerahan dan panas yang menyebar.
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri yang menetap setelah satu atau dua minggu perawatan mandiri.
- Nyeri yang berulang kali muncul setelah aktivitas tertentu.
- Anda ingin memastikan penyebab nyeri dan mendapatkan rencana perawatan.
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala, kapan nyeri mulai, dan aktivitas yang mungkin memicu. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan area yang sakit dan meminta Anda menggerakkan sendi. Pemeriksaan ini biasanya cukup untuk menegakkan diagnosis.
Tes yang mungkin dilakukan
- Ultrasonografi (USG) untuk melihat penebalan atau robekan tendon.
- MRI (magnetic resonance imaging) jika dokter memerlukan gambar jaringan lunak yang lebih jelas.
- Rontgen untuk menyingkirkan masalah pada tulang, seperti patah tulang atau radang sendi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menyakitkan, tetapi beberapa gerakan bisa terasa tidak nyaman. Dokter akan menjelaskan apa yang Anda rasakan, lalu menyusun rencana perawatan bersama Anda.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah mengurangi nyeri, menenangkan peradangan, dan memulihkan fungsi tendon. Sebagian besar tendonitis bisa diatasi dengan perawatan mandiri dan terapi non-bedah.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan area yang sakit, hindari gerakan yang memicu nyeri selama beberapa hari.
- Kompres es yang dibungkus kain selama 15–20 menit, 3–4 kali sehari.
- Tinggikan area yang bengkak, terutama jika nyeri di kaki atau tungkai.
- Gunakan perban elastis atau penyangga jika membantu, sesuai saran tenaga kesehatan.
- Lakukan peregangan lembut setelah nyeri mulai mereda.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri dan antiperadangan yang aman untuk Anda. Terapi fisik atau fisioterapi juga sering disarankan untuk memperkuat otot di sekitar tendon dan memperbaiki pola gerak. Pada peradangan berat, dokter mungkin menyarankan suntikan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dengan cepat. Semua pilihan pengobatan harus didiskusikan dengan dokter Anda.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi hanya diperlukan pada kasus yang jarang, misalnya jika tendon robek parah atau perawatan selama 6–12 bulan tidak berhasil. Dokter bedah ortopedi akan menjelaskan manfaat dan risikonya jika Anda membutuhkan operasi.
Hidup dengan kondisi ini
Ubah cara Anda melakukan aktivitas agar tidak membebani tendon. Gunakan alat bantu atau teknik yang lebih ergonomis. Dengarkan tubuh Anda — jika nyeri muncul, segera kurangi aktivitas dan istirahat.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
- Selingi pekerjaan yang berulang dengan jeda istirahat.
- Gunakan kursi dan meja yang mendukung posisi tubuh netral.
- Lakukan latihan penguatan otot setelah nyeri mereda, sesuai arahan fisioterapis.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang kaya protein, vitamin C, dan mineral untuk mendukung perbaikan jaringan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda dapat membantu menjaga kebugaran tanpa membebani tendon yang sedang dalam pemulihan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri yang berlangsung lama bisa membuat Anda frustrasi, cemas, atau sedih. Perasaan ini wajar. Berbicaralah dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jika perasaan tersebut mengganggu, jangan ragu mencari dukungan psikologis.
Pencegahan
Tendonitis tidak selalu dapat dicegah, tetapi risikonya bisa diturunkan. Lakukan pemanasan, hindari gerakan berulang dalam waktu lama tanpa istirahat, dan perkuat otot-otot di sekitar sendi.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin khusus untuk tendonitis. Jika Anda memiliki keluhan nyeri yang menetap, periksakan diri ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Nyeri menjadi kronis dan berlangsung berbulan-bulan.
- Mobilitas sendi terganggu sehingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari.
- Tendon semakin lemah dan berisiko robek.
Prospek jangka panjang
Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Bersabarlah—pemulihan berlangsung bertahap. Mengikuti saran dokter dan fisioterapis adalah kunci hasil yang baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.