Herpes Zoster (Cacar Api)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Herpes zoster, yang lebih dikenal sebagai cacar api atau cacar ular, adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam kulit melepuh dan terasa nyeri. Virus ini berasal dari virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap ‘tidur’ di dalam tubuh dan bisa aktif kembali bertahun-tahun kemudian.
Fakta penting
- Ruam herpes zoster biasanya muncul di satu sisi tubuh, seperti garis atau pita.
- Virus ini tidak menular langsung, tetapi dapat menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah mengalaminya.
- Segera memeriksakan diri ke dokter dalam 72 jam pertama ruam muncul dapat mempercepat penyembuhan.
- Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah herpes zoster.
Ya, herpes zoster cukup umum terjadi. Sekitar 1 dari 3 orang yang pernah terkena cacar air akan mengalaminya di suatu waktu dalam hidupnya, terutama setelah usia 50 tahun.
Herpes zoster dapat menyerang siapa saja yang pernah menderita cacar air, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, risiko paling tinggi dimiliki orang berusia lanjut, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan mereka yang sedang mengalami stres berat.
Gejala
- Segera hubungi layanan darurat jika ruam muncul di dekat mata, hidung, atau ujung hidung
- Segera hubungi layanan darurat jika kesulitan bernapas atau menelan
- Segera hubungi layanan darurat jika demam sangat tinggi sampai kebingungan atau tidak sadarkan diri
- Segera hubungi layanan darurat jika leher kaku dan sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba
- ⚠Ruam melepuh menyebar dengan cepat ke area tubuh lain
- ⚠Nyeri yang sangat hebat hingga tidak bisa beraktivitas
- ⚠Melepuh pada wajah, telinga, atau selangkangan
- ⚠Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena penyakit kronis atau pengobatan tertentu)
Gejala umum
- Rasa terbakar, kesemutan, atau nyeri tajam pada area kulit sebelum ruam muncul
- Ruam merah berisi cairan yang melepuh, biasanya hanya di satu sisi tubuh
- Gatal dan nyeri pada ruam
- Demam ringan dan sakit kepala
- Kelelahan atau badan terasa lemah
Gejala pada anak-anak
- Gejala pada anak biasanya lebih ringan, berupa ruam lepuh yang menghilang dalam beberapa minggu
- Nyeri masih dapat terasa, tetapi anak mungkin tidak bisa mengungkapkannya dengan jelas
- Anak lebih mudah rewel atau mengantuk jika demam muncul
Gejala pada lansia
- Nyeri yang dirasakan bisa lebih hebat dan menyiksa dibandingkan orang muda
- Ruam mungkin lebih luas atau lambat mengering
- Risiko nyeri berkepanjangan setelah ruam sembuh (postherpetic neuralgia) lebih tinggi
Penyebab
Penyebab utama
- Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang sama dengan penyebab cacar air
- Setelah pulih dari cacar air, virus menetap dalam keadaan tidak aktif di serabut saraf
- Virus dapat aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh melemah, lalu menyebar sepanjang saraf hingga mencapai kulit
Faktor risiko
- Usia di atas 50 tahun
- Sistem imun lemah akibat penyakit (misalnya HIV/AIDS) atau pengobatan tertentu
- Stres berlebihan atau kelelahan fisik
- Pernah menjalani kemoterapi atau terapi radiasi
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Ruam yang muncul di daerah wajah, terutama dekat mata, karena dapat mengancam penglihatan
- Ruam disertai nyeri hebat yang tidak tertahankan
- Gejala pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
- Demam tinggi atau ruam bernanah/menyebar luas
Buat janji temu rutin jika:
- Segera temui dokter umum atau puskesmas terdekat jika kalian mencurigai herpes zoster
- Idealnya dalam waktu 72 jam sejak ruam muncul agar pengobatan paling efektif
- Jika kalian belum pernah terkena cacar air tetapi terpapar cairan lepuhan orang dengan herpes zoster
Diagnosis
Dokter biasanya dapat mendiagnosis herpes zoster hanya dengan melihat ruam khasnya dan menanyakan gejala yang dirasakan, seperti nyeri terbakar atau kesemutan yang muncul lebih dulu.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pada kondisi yang tidak jelas, dokter dapat mengambil sedikit cairan dari lepuhan untuk diperiksa di laboratorium
- Terkadang dilakukan tes darah untuk memeriksa keberadaan antibodi virus varicella-zoster, tetapi jarang diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat pemeriksaan, dokter akan bertanya tentang riwayat cacar air, gejala yang dirasakan, dan kapan ruam mulai muncul. Dokter juga akan memeriksa area ruam dan kondisi umum kesehatan kalian.
Perawatan
Tujuan pengobatan herpes zoster adalah mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan, dan menurunkan risiko komplikasi. Penanganan akan semakin efektif jika dimulai sedini mungkin, terutama dalam 72 jam pertama ruam muncul.
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga kebersihan area ruam dan tutup lepuhan untuk mencegah infeksi
- Kompres dingin pada ruam dapat membantu mengurangi gatal dan nyeri
- Kenakan pakaian longgar dan berbahan lembut
- Istirahat cukup dan perbanyak minum air putih
- Hindari menggaruk atau memecahkan lepuhan
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat antivirus untuk membantu tubuh melawan virus dan mempercepat penyembuhan, terutama jika diberikan segera. Untuk meredakan nyeri, dokter juga dapat menyarankan obat pereda nyeri. Pada nyeri saraf yang menetap, obat khusus untuk nyeri saraf dapat diberikan. Semua obat harus digunakan sesuai petunjuk dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi tidak diperlukan untuk herpes zoster.
Hidup dengan kondisi ini
Herpes zoster terasa tidak nyaman, tetapi sebagian besar orang dapat menjalani aktivitas ringan. Ruam yang telah mengering tidak menular, sehingga kalian dapat kembali berinteraksi setelah lepuhan tidak lagi mengeluarkan cairan. Hindari kontak dengan ibu hamil, bayi, dan orang dengan imunitas lemah sampai ruam benar-benar mengering.
Tips gaya hidup
- Kurangi stres dengan teknik rileksasi, misalnya tarik napas dalam atau meditasi
- Tidur yang cukup dan jadwalkan istirahat di sela aktivitas
- Hindari makanan yang terlalu pedas atau panas yang bisa memicu rasa nyeri
- Jangan berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain selama ruam masih basah
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup vitamin dan mineral untuk mendukung sistem imun. Olahraga ringan seperti jalan santai diperbolehkan asalkan tidak mengiritasi ruam. Dengarkan tubuh kalian dan berhentilah jika nyeri bertambah.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri berkelanjutan dan gangguan tidur akibat herpes zoster dapat memicu kecemasan atau perasaan sedih. Jika perasaan ini mengganggu, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter. Kalian juga dapat menghubungi konselor atau layanan kesehatan jiwa untuk dukungan.
Pencegahan
Ya, herpes zoster dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin herpes zoster direkomendasikan untuk orang dewasa di atas 50 tahun, termasuk mereka yang pernah terkena cacar air dan juga yang pernah terkena herpes zoster sebelumnya.
Vaksin
Konsultasikan dengan dokter atau puskesmas mengenai vaksin herpes zoster. Vaksinasi adalah langkah pencegahan terbaik untuk mengurangi risiko terkena herpes zoster dan mengurangi keparahan gejala jika tetap muncul. Kemenkes RI merekomendasikan vaksinasi pada kelompok usia yang berisiko.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan saringan (skrining) khusus untuk herpes zoster pada orang sehat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Nyeri saraf berkepanjangan setelah ruam sembuh (disebut postherpetic neuralgia), yang dapat berlangsung berbulan-bulan
- Infeksi kulit pada lepuhan yang terbuka
- Gangguan penglihatan hingga kebutaan jika terkena area mata
- Kelumpuhan saraf wajah (sindrom Ramsay Hunt) bila terjadi di sekitar telinga
- Peradangan otak atau sumsum tulang belakang, meskipun sangat jarang
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar kasus herpes zoster membaik sepenuhnya dalam beberapa minggu, terutama dengan pengobatan dini. Nyeri saraf yang menetap dapat diatasi dengan terapi yang disediakan dokter. Komplikasi serius sangat jarang, dan vaksinasi serta penanganan cepat dapat menekan risiko komplikasi secara signifikan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.