Kanker Testis: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kanker testis adalah pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali di dalam testis (buah zakar). Testis adalah kelenjar berbentuk lonjong di dalam kantung kulit di bawah penis yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon pria. Jika sel-sel ini tumbuh liar, lama-lama bisa membentuk benjolan atau tumor. Kanker testis termasuk jenis penyakit yang sangat bisa disembuhkan, terutama bila ditemukan sejak dini.
Fakta penting
- Kanker testis paling sering terjadi pada pria usia 15–35 tahun.
- Gejala utama biasanya berupa benjolan keras yang tidak nyeri di salah satu testis.
- Jika ditemukan dan diobati sejak dini, tingkat kesembuhannya sangat tinggi, mencapai lebih dari 95%.
Kanker testis tergolong langka jika dibandingkan dengan penyakit kanker lainnya. Namun, untuk pria muda, penyakit ini justru menjadi jenis kanker yang paling sering ditemukan. Di Indonesia, jumlah pastinya belum diketahui pasti, tetapi kasusnya terus dipantau oleh tenaga kesehatan.
Penyakit ini terutama menyerang pria usia remaja hingga dewasa muda (15–35 tahun). Namun, pria usia lebih tua juga bisa mengalaminya, meskipun lebih jarang. Kanker testis juga bisa terjadi pada anak-anak, tetapi sangat jarang.
Gejala
- Muncul nyeri hebat yang tiba-tiba pada testis atau skrotum.
- Perut terasa sangat sakit dan kaku secara mendadak.
- Muntah-muntah disertai nyeri perut yang luar biasa.
- Jika Anda tidak bisa buang air kecil sama sekali dan merasa sangat tidak nyaman.
- ⚠Ada benjolan atau pembengkakan baru di testis yang tidak hilang dalam beberapa hari.
- ⚠Testis berubah bentuk atau terasa lebih keras dari biasanya.
- ⚠Rasa nyeri di testis atau selangkangan yang berlangsung lebih dari sehari.
- ⚠Keluarnya darah dari penis atau saat buang air kecil.
Gejala umum
- Muncul benjolan kecil atau pembengkakan di salah satu testis, biasanya tidak terasa sakit.
- Rasa berat di dalam skrotum (kantong yang berisi testis).
- Testis menjadi lebih keras atau ukurannya berubah.
- Rasa nyeri tumpul di perut bagian bawah, selangkangan, atau punggung bawah.
- Adanya perbedaan ukuran atau bentuk di antara kedua testis.
- Penumpukan cairan mendadak di skrotum.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, gejalanya hampir sama, yaitu ada benjolan atau pembengkakan di testis.
- Anak mungkin mengeluh nyeri atau tidak nyaman di area selangkangan.
- Orang tua perlu segera memeriksakan anak jika melihat perubahan pada buah zakar.
Gejala pada lansia
- Gejala pada pria lanjut usia sama seperti yang utama, yaitu benjolan atau pembengkakan di testis.
- Pada usia lanjut, gejala bisa kurang disadari karena dianggap wajar akibat penuaan.
- Kanker testis pada usia di atas 50 tahun lebih jarang, tetapi tetap perlu diperiksa dokter jika ada keluhan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti kanker testis belum diketahui secara menyeluruh.
- Terjadi ketika sel-sel normal di testis berubah menjadi sel abnormal dan tumbuh tanpa kendali.
- Faktor genetik dan kelainan bawaan pada testis (misalnya testis tidak turun) berperan dalam memicu perubahan ini.
Faktor risiko
- Memiliki testis yang tidak turun ke skrotum saat lahir (kriptorkismus).
- Riwayat keluarga dengan kanker testis (ayah atau saudara laki-laki).
- Pernah menderita kanker testis sebelumnya, baik di testis yang sama maupun yang berbeda.
- Kondisi testis yang mengecil atau atrofi akibat penyakit atau cedera.
- Kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Klinefelter.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera kunjungi dokter jika Anda merasakan atau melihat benjolan baru di salah satu testis.
- Periksakan juga jika testis terasa nyeri, bengkak, atau terasa lebih keras tanpa sebab yang jelas.
- Jangan menunda lebih dari 1–2 minggu untuk memeriksakan diri.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda memiliki faktor risiko seperti testis tidak turun, bicarakan dengan dokter tentang pemeriksaan rutin.
- Lakukan pemeriksaan fisik testis sendiri sebulan sekali di bawah pancuran air hangat.
- Jika Anda pernah menjalani pengobatan untuk kanker testis, lakukan kontrol terjadwal sesuai anjuran dokter.
Diagnosis
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor risiko. Lalu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba testis untuk merasakan besar, bentuk, dan kekerasannya. Jika diperlukan, dokter merujuk Anda ke dokter spesialis urologi (dokter yang menangani saluran kemih dan organ kelamin pria).
Tes yang mungkin dilakukan
- Ultrasonografi (USG) skrotum: menggunakan gelombang suara untuk melihat gambar jaringan di dalam testis dan membedakan benjolan padat dari kista berisi cairan.
- Tes darah untuk penanda tumor: mengukur kadar protein tertentu, seperti alpha-fetoprotein (AFP) dan human chorionic gonadotropin (hCG), yang bisa meningkat pada penderita kanker testis.
- Operasi pengambilan testis (orkiektomi) untuk pemeriksaan laboratorium jaringan: biasanya dilakukan setelah USG dan tes darah menunjukkan adanya kecurigaan kuat.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis biasanya dimulai di puskesmas atau dokter umum. Dokter umum akan melakukan pemeriksaan awal dan merujuk Anda ke rumah sakit untuk USG atau pemeriksaan lanjutan. Anda mungkin perlu menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasil. Jika hasilnya bukan kanker, Anda akan tenang. Jika ternyata kanker, dokter akan menjelaskan stadium dan rencana pengobatan secara lengkap.
Perawatan
Pengobatan kanker testis sangat efektif dan disesuaikan dengan jenis, stadium, serta kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Tim dokter yang terdiri dari ahli urologi dan ahli onkologi akan menyusun rencana pengobatan yang paling tepat. Pengobatan utama biasanya operasi untuk mengangkat testis yang terkena, dan bisa diikuti dengan kemoterapi atau radioterapi jika diperlukan.
Perawatan mandiri di rumah
- Patuhi semua jadwal kontrol dan pemeriksaan lanjutan yang dijadwalkan dokter.
- Jaga kebersihan area sekitar luka operasi agar tidak infeksi.
- Perbanyak istirahat dan tidur yang cukup untuk membantu proses pemulihan.
- Jangan mengangkat beban berat atau melakukan olahraga berat selama masa pemulihan, ikuti saran dokter.
- Bicarakan dengan dokter tentang pemasangan prostesis testis (testis buatan) jika ingin menjaga penampilan.
Perawatan medis
Pengobatan utama untuk hampir semua kasus adalah operasi pengangkatan testis yang terkena (orkiektomi). Setelah itu, tergantung pada stadium penyakit dan jenis sel kankernya, dokter dapat menyarankan kemoterapi untuk membunuh sel-sel yang mungkin sudah menyebar, atau radioterapi untuk menghancurkan sel-sel abnormal di area kelenjar getah bening. Pada stadium yang lebih lanjut, kombinasi dari beberapa metode ini bisa diberikan. Dokter akan menjelaskan manfaat dan efek samping dari setiap pilihan sebelum Anda memutuskan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi orkiektomi biasanya dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan dan merupakan langkah pengobatan paling utama. Operasi ini dilakukan oleh ahli urologi dan memerlukan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah menjalani pengobatan, sebagian besar pria bisa kembali beraktivitas normal seperti biasa. Anda mungkin perlu menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk tubuh setelah pengangkatan satu testis. Pada banyak pasien, fungsi seksual dan kesuburan dapat tetap normal, terutama dengan satu testis yang sehat. Jika diperlukan, Anda dapat berkonsultasi tentang masalah kesuburan dan pilihan untuk mencairkan dan menyimpan sperma sebelum pengobatan.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemeriksaan diri testis secara rutin untuk selalu waspada terhadap perubahan.
- Berhenti merokok dan kurangi konsumsi minuman beralkohol.
- Jaga kebersihan tubuh dan alat kelamin agar terhindar dari infeksi.
- Cukupi istirahat dan kelola stres dengan aktivitas yang menyenangkan.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, perbanyak sayur, buah, dan makanan berserat, serta cukupi kebutuhan protein untuk membantu pemulihan setelah operasi atau kemoterapi. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang bisa dilakukan setelah dokter memberi izin. Dengarkan tubuh Anda dan jangan memaksakan diri.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menerima diagnosis dan menjalani pengobatan bisa memengaruhi perasaan Anda. Anda mungkin merasa cemas, sedih, atau khawatir tentang citra tubuh dan masa depan. Semua perasaan itu wajar. Bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau teman yang Anda percaya. Jika perasaan itu berlarut-larut, jangan ragu meminta bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater.
Pencegahan
Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kanker testis. Namun, Anda dapat menurunkan risiko dengan mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan dini secara rutin. Menemukan benjolan sedini mungkin membuat pengobatan lebih mudah dan peluang sembuh lebih besar.
Program skrining
Tidak ada program skrining massal yang resmi untuk kanker testis di Indonesia. Namun, pemeriksaan sendiri testis sebulan sekali sangat disarankan, terutama bagi pria usia 15–35 tahun. Cara melakukannya bisa ditanyakan kepada dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening di dekat testis.
- Menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, tulang, atau otak melalui pembuluh darah dan getah bening.
- Menimbulkan nyeri kronis, gangguan pernapasan, atau kegagalan fungsi organ jika sudah menyebar luas.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, kanker testis adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat disembuhkan. Dengan penemuan dini dan pengobatan yang tepat, sembuh total sangat mungkin terjadi. Bahkan pada stadium lanjut, banyak penderita yang tetap bisa disembuhkan. Selain itu, hidup dengan satu testis tidak menghalangi Anda untuk beraktivitas normal. Masa depan Anda tetap cerah dan penuh harapan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.