Menyakiti Diri Sendiri (Self-Harm): Informasi dan Cara Mencari Bantuan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Self-harm atau menyakiti diri sendiri adalah tindakan seseorang melukai tubuhnya sendiri, seperti menggaruk, memotong, atau membakar kulit. Ini biasanya dilakukan untuk meredakan tekanan emosional yang sangat berat. Niatnya bukan untuk mencari perhatian, melainkan cara yang keliru untuk menghadapi perasaan seperti sedih, marah, atau kesepian. Meski begitu, self-harm adalah tanda bahwa seseorang membutuhkan bantuan untuk mengelola emosi dan situasi hidupnya.
Fakta penting
- Self-harm bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang.
- Ini sering merupakan tanda tekanan emosional yang mendalam, bukan sekadar perilaku yang mencari perhatian.
- Orang yang menyakiti diri sendiri membutuhkan dukungan dan pengertian, bukan penghakiman.
- Dengan bantuan yang tepat, seseorang dapat belajar cara yang lebih sehat untuk mengatasi emosi dan pemulihan sangat mungkin terjadi.
Self-harm cukup umum terjadi, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyak orang mengalaminya secara diam-diam, sehingga angka sebenarnya mungkin lebih tinggi dari yang dilaporkan.
Self-harm umumnya dimulai pada masa remaja, sekitar usia 12–14 tahun, tetapi juga bisa dialami anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, termasuk laki-laki maupun perempuan, serta tidak terbatas pada kelompok sosial atau ekonomi tertentu.
Gejala
- Luka sayatan yang dalam atau berdarah deras, atau luka yang mengenai pembuluh darah, saraf, atau organ vital.
- Menelan benda tajam, obat-obatan, atau zat berbahaya dalam jumlah banyak.
- Mengatakan ingin mengakhiri hidup atau melakukan percobaan bunuh diri.
- Pendarahan yang tidak berhenti meski sudah ditekan.
- Hilang kesadaran, sulit bernapas, atau lemah secara tiba-tiba setelah tindakan menyakiti diri.
- ⚠Luka yang menunjukkan tanda infeksi: merah, bengkak, terasa panas, bernanah, atau mengeluarkan cairan.
- ⚠Pikiran untuk menyakiti diri yang semakin kuat dan sulit dikendalikan.
- ⚠Keinginan kuat untuk menyakiti diri saat ini juga, meskipun belum ada luka yang serius.
- ⚠Rasa sakit emosional yang begitu berat sehingga sulit untuk beraktivitas normal.
Gejala umum
- Luka sayatan, goresan, atau luka bakar di tangan, lengan, paha, atau bagian tubuh lainnya yang sering tertutup pakaian.
- Memar atau bekas luka yang tidak jelas penyebabnya.
- Menyimpan benda tajam seperti pisau, silet, atau cutter di tempat tersembunyi.
- Menutup tubuh dengan pakaian panjang bahkan saat cuaca panas untuk menyembunyikan luka.
- Perubahan suasana hati secara tiba-tiba, seperti menjadi sangat murung, mudah marah, atau menarik diri dari orang lain.
- Mengatakan hal-hal negatif tentang diri sendiri, seperti merasa benci atau tidak berharga.
Gejala pada anak-anak
- Sering mengalami cedera yang tampak tidak wajar atau berulang, seperti jatuh yang tidak masuk akal.
- Perubahan perilaku di sekolah: prestasi menurun, sering bertengkar, atau menarik diri dari teman.
- Menghindari kegiatan yang memerlukan pakaian pendek, seperti berenang atau olahraga.
- Mudah menangis, sangat sensitif, atau menunjukkan ledakan kemarahan yang berlebihan.
Gejala pada lansia
- Menyalahgunakan obat-obatan, alkohol, atau zat lain.
- Mengabaikan perawatan diri, seperti tidak mau mandi atau makan dengan teratur.
- Muncul luka atau memar yang tidak biasa, atau sering mengaku terjatuh.
- Menarik diri dari keluarga, teman, atau kegiatan sosial yang biasa diikuti.
- Menunjukkan tanda-tanda depresi seperti putus asa, sedih terus-menerus, atau kehilangan minat.
Penyebab
Penyebab utama
- Tekanan emosional yang sangat berat, seperti kesedihan mendalam, kemarahan, ketakutan, atau rasa kesepian.
- Kesulitan mengelola perasaan yang membanjir, sehingga rasa sakit fisik dipakai untuk mengalihkan rasa sakit emosional.
- Perasaan tidak berdaya, kehilangan kendali, atau merasa hidup di luar kendali.
- Rasa benci kepada diri sendiri atau rasa bersalah yang berkepanjangan.
- Mencari cara untuk merasakan sesuatu ketika sedang merasa kosong atau mati rasa secara emosional.
Faktor risiko
- Riwayat trauma atau kekerasan pada masa kecil, baik fisik, emosional, maupun seksual.
- Mengalami depresi, gangguan kecemasan, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), atau gangguan kesehatan mental lainnya.
- Menjadi korban perundungan (bullying) atau tekanan sosial yang berat.
- Kehilangan orang yang dicintai, perceraian orang tua, atau peristiwa hidup yang sangat menekan.
- Lingkungan yang kurang mendukung, misalnya tidak ada tempat untuk berbagi atau mengungkapkan perasaan.
- Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera cari bantuan jika Anda atau orang terdekat memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
- Apabila luka cukup dalam, lebar, atau membutuhkan jahitan, segera pergi ke unit gawat darurat (UGD) terdekat.
- Jika luka menunjukkan tanda infeksi seperti merah, bengkak, bernanah, atau nyeri yang bertambah, segera periksakan.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda menyakiti diri sendiri secara berulang atau sulit mengendalikan dorongan untuk melakukannya, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan mental.
- Jika perasaan sedih, cemas, atau marah terasa sangat berat dan mengganggu kegiatan sehari-hari, jangan tunda untuk mencari bantuan profesional.
- Jika Anda merasa tidak mampu mengatasi tekanan hidup dan ingin belajar cara yang lebih sehat, konsultasi rutin dapat membantu.
Diagnosis
Dokter atau tenaga kesehatan mental akan melakukan wawancara yang mendalam untuk memahami apa yang Anda alami. Mereka akan bertanya tentang pikiran, perasaan, dan perilaku yang membuat Anda menyakiti diri. Proses ini dilakukan secara bertahap dan penuh empati, dengan tujuan menilai apakah ada kondisi kesehatan mental yang mendasari, seperti depresi atau kecemasan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Wawancara psikologis atau konseling awal.
- Kuesioner yang menilai suasana hati, tingkat stres, dan keinginan untuk menyakiti diri.
- Pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi luka atau dampak fisik lainnya.
- Tes laboratorium, jika diperlukan, untuk menyingkirkan penyebab medis lain yang mungkin mempengaruhi kondisi emosional.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan berbicara dalam suasana yang tenang dan rahasia. Tenaga kesehatan akan mendengarkan tanpa menghakimi dan tidak akan memaksa Anda untuk bercerita. Informasi yang Anda sampaikan dijaga kerahasiaannya, kecuali jika ada risiko keselamatan bagi Anda atau orang lain. Proses ini adalah langkah awal untuk memahami masalah dan menyusun rencana bantuan yang tepat.
Perawatan
Perawatan untuk self-harm berfokus pada mengatasi akar masalah emosional, bukan hanya merawat lukanya. Pendekatan yang umum meliputi terapi psikologis, dukungan sosial, dan pelatihan keterampilan mengelola stres. Tujuannya adalah membantu Anda menemukan cara yang lebih baik dalam menghadapi perasaan yang berat.
Perawatan mandiri di rumah
- Jauhkan diri dari benda-benda yang biasa digunakan untuk menyakiti diri, seperti silet, pisau, atau cutter.
- Saat muncul dorongan untuk menyakiti diri, coba alihkan perhatian: kompres dingin, menggambar, menulis jurnal, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
- Latih pernapasan dalam atau teknik relaksasi untuk meredakan kecemasan saat itu juga.
- Hubungi seseorang yang Anda percaya dan katakan bahwa Anda sedang kesulitan.
- Buat rencana keselamatan sederhana bersama tenaga kesehatan, misalnya daftar tempat atau orang yang bisa dihubungi saat krisis.
Perawatan medis
Perawatan medis dilakukan oleh dokter umum, psikolog, atau psikiater. Terapi yang umum diberikan adalah psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT), yang membantu mengubah pola pikir dan perilaku yang merugikan. Apabila diperlukan, psikiater dapat meresepkan obat untuk mengatasi kondisi yang mendasari seperti depresi atau kecemasan. Semua obat harus diresepkan dan diawasi oleh tenaga kesehatan profesional.
Hidup dengan kondisi ini
Hari-hari bisa terasa berat, tetapi dengan dukungan yang tepat, Anda dapat belajar mengelola emosi dengan cara yang lebih sehat. Buat rutinitas harian yang teratur, tetap terhubung dengan orang-orang yang mendukung, dan jangan ragu untuk meminta bantuan saat dorongan muncul. Ingatlah bahwa kemajuan tidak selalu linier; ada kalanya sulit, tetapi setiap langkah kecil menuju pemulihan berarti.
Tips gaya hidup
- Pastikan tidur yang cukup dan teratur, karena kurang tidur dapat memperburuk suasana hati.
- Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang, karena dapat memicu dorongan untuk menyakiti diri.
- Luangkan waktu untuk kegiatan yang Anda nikmati atau yang membuat Anda merasa tenang.
- Bangun hubungan yang saling mendukung dengan keluarga dan teman.
- Ikuti jadwal terapi atau konseling secara disiplin dan jangan takut untuk menyampaikan kesulitan kepada tenaga kesehatan.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang dan tetap aktif secara fisik dapat membantu menstabilkan suasana hati. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga dapat mengurangi stres dan meningkatkan perasaan lebih baik. Tubuh yang sehat menunjang ketahanan mental yang lebih baik.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Self-harm sering berkaitan dengan kondisi kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pasca-trauma. Merawat kesehatan mental Anda melalui terapi dan dukungan profesional adalah bagian penting dari pemulihan. Perasaan benci pada diri sendiri dapat berkurang seiring berjalannya waktu dengan terapi yang tepat.
Pencegahan
Self-harm tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi risiko dapat dikurangi. Mengenali tanda-tanda awal pada diri sendiri atau orang lain, mengelola stres dengan cara yang sehat, serta membangun komunikasi yang terbuka di rumah dan lingkungan sosial adalah langkah-langkah penting. Mencari bantuan sejak dini sebelum dorongan semakin kuat juga merupakan kunci pencegahan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Luka yang terinfeksi, bernanah, atau meninggalkan bekas luka permanen.
- Kerusakan jaringan, saraf, atau tendon yang lebih serius.
- Meningkatnya risiko kecelakaan atau cedera yang tidak disengaja.
- Tekanan emosional yang semakin berat, yang dapat memicu keinginan bunuh diri.
- Masalah dalam hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan akibat perilaku dan stigma.
Prospek jangka panjang
Pemulihan dari self-harm adalah proses yang bertahap, tetapi sangat banyak orang yang berhasil pulih dan belajar mengelola emosi dengan cara yang lebih sehat. Dengan bantuan profesional, dukungan orang terdekat, dan kemauan untuk sembuh, Anda dapat membangun kehidupan yang lebih bermakna. Anda layak untuk merasa lebih baik, dan ada harapan yang nyata.
Cari dukungan
Organisasi internasional
- Befrienders Worldwide (jaringan sukarelawan dukungan emosional di berbagai negara)
Organisasi lokal
- Layanan kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat · Indonesia
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (program kesehatan jiwa melalui fasilitas layanan primer) · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.