Epilepsi pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Epilepsi adalah gangguan pada otak yang menyebabkan anak mengalami kejang berulang. Kejang terjadi saat ada ledakan aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Ini bukan penyakit menular dan bukan gangguan mental.
Fakta penting
- Epilepsi bukan penyakit keturunan yang pasti, tetapi bisa dipengaruhi faktor keluarga.
- Banyak anak dengan epilepsi dapat bersekolah dan beraktivitas seperti biasa.
- Sebagian besar epilepsi pada anak dapat terkontrol dengan pengobatan dari dokter.
Epilepsi termasuk salah satu gangguan saraf yang paling sering terjadi pada anak. Banyak keluarga di Indonesia yang mengalami hal ini.
Epilepsi bisa mulai muncul pada usia berapa saja, tetapi paling sering terjadi pada masa bayi, anak-anak, dan remaja.
Gejala
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang berulang tanpa anak sadar kembali di antaranya
- Anak sulit bernapas atau bibirnya kebiruan selama atau sesudah kejang
- Kejang terjadi saat anak berada di air
- Cedera kepala yang disertai kejang
- ⚠Kejang pertama yang belum pernah terjadi sebelumnya
- ⚠Kejang lebih dari satu kali dalam sehari
- ⚠Perilaku yang tidak biasa setelah kejang, seperti sangat bingung atau mengantuk tidak biasa
- ⚠Demam disertai kejang pada anak
Gejala umum
- Kehilangan kesadaran sesaat atau lama
- Gerakan menyentak pada tangan atau kaki
- Menatap kosong atau tidak bereaksi
- Merasakan sensasi aneh seperti bau, dengungan, atau rasa takut sebelum kejang
Gejala pada anak-anak
- Kepala atau badan tiba-tiba menunduk tanpa sebab
- Lengan dan kaki kaku atau gemetar tanpa kendali
- Anak berhenti merespons saat dipanggil
- Napas sesaat berhenti lalu kembali normal
- Kebingungan, bingung, atau mengantuk setelah kejang
Penyebab
Penyebab utama
- Kerusakan otak akibat cedera kepala, infeksi, atau stroke
- Kelainan struktur otak sejak lahir
- Faktor genetik atau bawaan dari orang tua
- Gangguan perkembangan otak
- Sering kali penyebabnya tidak diketahui
Faktor risiko
- Riwayat epilepsi dalam keluarga
- Cedera kepala yang berat
- Infeksi otak seperti meningitis
- Komplikasi saat lahir, misalnya kekurangan oksigen
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke IGD jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang berulang tanpa sadar.
- Segera cari pertolongan jika kejang disertai kesulitan bernapas atau cedera serius.
Buat janji temu rutin jika:
- Periksakan anak ke dokter jika baru pertama kali kejang, meskipun hanya sebentar.
- Bawa anak ke dokter jika sering bengong atau tidak fokus saat pelajaran.
- Konsultasikan jika anak sering terbangun malam dengan gerakan tidak biasa.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, apa yang terjadi sebelum, selama, dan sesudah kejang, serta melakukan pemeriksaan fisik. Jika dirasa perlu, dokter akan merujuk anak ke dokter spesialis saraf anak.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektroensefalografi atau EEG, untuk merekam aktivitas listrik otak
- Pemeriksaan pencitraan otak seperti MRI, untuk melihat struktur otak
- Pemeriksaan darah, untuk mencari kemungkinan penyebab lain
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis mungkin perlu beberapa kali kunjungan. Anda akan diminta menceritakan perilaku anak saat kejang sedetail mungkin. Sering kali dokter meminta Anda menunjukkan rekaman video kejang yang diambil lewat ponsel.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah menghentikan atau mengurangi kejang dengan aman, sekaligus menjaga kualitas hidup anak. Pengobatan paling umum adalah obat anti-kejang yang diminum rutin.
Perawatan mandiri di rumah
- Saat anak kejang: baringkan anak miring agar air liur bisa keluar, jangan menahan gerak tubuh, dan jauhkan benda-benda keras. Jangan memasukkan apa pun ke mulut anak.
- Catat setiap kejang: waktu, lama, dan apa yang dilakukan anak sebelum kejang. Bawa catatan ini saat kontrol.
- Pastikan anak cukup tidur, karena kurang tidur bisa memicu kejang.
Perawatan medis
Dokter spesialis saraf anak akan memberikan obat anti-kejang yang disesuaikan dengan usia, jenis kejang, dan kondisi anak. Obat harus diminum sesuai jadwal. Jika satu obat kurang efektif, dokter dapat mengganti atau menambah obat lain. Beberapa anak mungkin juga dianjurkan menjalani terapi diet khusus di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika obat tidak berhasil mengendalikan kejang dan ada satu bagian otak yang jelas sebagai sumber kejang, dokter mungkin membicarakan tindakan operasi untuk mengangkat sumber kejang. Keputusan ini dibuat bersama tim dokter dan keluarga.
Hidup dengan kondisi ini
Sebagian besar anak dengan epilepsi dapat menjalani kehidupan normal. Orang tua dan pihak sekolah perlu tahu cara menghadapi kejang, tahu pemicunya, dan memastikan anak rutin minum obat.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup dan teratur
- Jangan melewatkan waktu makan
- Hindari pemicu seperti terlambat makan, stres berlebihan, atau lampu berkedip untuk anak yang sensitif
- Berikan kesempatan anak untuk bermain dan bersosialisasi
Diet dan olahraga
Anak tetap boleh berolahraga ringan seperti bersepeda atau berenang, tetapi selalu dengan pengawasan orang dewasa. Konsultasikan ke dokter untuk memilih olahraga yang aman. Pola makan sehat sangat membantu menjaga kesehatan otak.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak dengan epilepsi bisa merasa cemas, malu, atau depresi karena takut dianggap berbeda. Dukungan orang tua yang hangat dan terbuka sangat membantu. Bicarakan perasaan anak dan ajak bicara ke psikolog jika perlu.
Pencegahan
Epilepsi tidak selalu bisa dicegah karena banyak penyebabnya tidak jelas. Namun, risiko akibat cedera kepala dan infeksi bisa dikurangi dengan cara menjaga keselamatan anak dan memberikan imunisasi lengkap.
Vaksin
Berikan imunisasi rutin sesuai jadwal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah penyakit infeksi yang bisa memicu epilepsi, seperti meningitis.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk epilepsi pada anak sehat. Untuk anak dengan risiko tinggi, dokter akan melakukan evaluasi tumbuh kembang secara berkala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Cedera saat terjatuh selama kejang
- Status epileptikus, yaitu kejang terus-menerus yang berbahaya
- Gangguan belajar dan konsentrasi
- Masalah perilaku dan mental, seperti cemas atau depresi
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, banyak anak dengan epilepsi bisa bebas kejang dalam beberapa tahun. Sebagian anak berhenti membutuhkan obat seiring bertambahnya usia. Masa depan anak tetap cerah dengan dukungan keluarga yang baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.