Nekrosis Avaskular (Osteonekrosis): Penjelasan, Gejala, dan Penanganan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Nekrosis avaskular adalah kondisi ketika sel-sel tulang mati karena aliran darah yang menuju tulang menurun atau terhenti. Istilah medisnya adalah osteonekrosis. Tulang menjadi lemah, mudah retak, dan lama-kelamaan dapat runtuh. Kondisi ini paling sering terjadi di bagian tulang yang membentuk sendi, seperti pinggul, lutut, bahu, dan pergelangan.
Fakta penting
- Terjadi karena pasokan darah ke tulang berkurang atau terhenti.
- Tulang yang kekurangan darah lama-lama bisa mati dan runtuh.
- Paling sering menyerang tulang paha bagian atas dan menyebabkan nyeri pinggul.
- Penanganan dini dapat membantu mempertahankan fungsi sendi.
- Bukan penyakit menular.
Kondisi ini tergolong jarang dibandingkan penyakit sendi lain seperti pengapuran sendi (osteoartritis). Namun, siapa pun bisa mengalaminya, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.
Nekrosis avaskular dapat menyerang semua usia, tetapi paling sering muncul pada usia 30–60 tahun dan lebih banyak pada pria. Risiko lebih tinggi pada orang yang pernah mengalami cedera sendi, orang yang sedang atau pernah mendapat obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu lama, serta orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.
Gejala
- Nyeri sendi yang sangat hebat dan muncul mendadak. Segera hubungi layanan darurat setempat.
- Tidak mampu menggerakkan sendi sama sekali.
- Rasa sakit yang muncul setelah jatuh atau cedera, karena dapat menandakan patah tulang atau sendi yang bergeser.
- Kaki atau lengan terasa kebas, sangat pucat, atau dingin mendadak.
- ⚠Nyeri sendi terus-menerus yang mengganggu tidur atau aktivitas harian.
- ⚠Tidak mampu menumpu berat badan pada kaki yang terkena.
- ⚠Kekakuan sendi yang semakin memburuk dalam beberapa hari.
- ⚠Pincang pada anak yang tidak kunjung membaik.
Gejala umum
- Nyeri sendi yang muncul perlahan dan semakin bertambah saat digunakan.
- Nyeri terasa lebih berat saat berdiri atau bertumpu pada sendi tersebut.
- Sendi terasa kaku, terutama setelah istirahat.
- Keterbatasan gerak pada sendi yang terkena.
- Pincang atau perubahan cara berjalan jika menyerang pinggul atau lutut.
Gejala pada anak-anak
- Pincang tanpa cedera atau penyebab yang jelas.
- Nyeri pada pangkal paha, lutut, atau betis.
- Sendi kaku, terutama di pagi hari.
- Kesulitan atau keterbatasan saat menggerakkan kaki dan panggul.
Gejala pada lansia
- Nyeri sendi yang sering disangka sekadar nyeri usia lanjut.
- Rasa kaku setelah bangun tidur atau duduk lama.
- Berkurangnya kemampuan berjalan atau naik turun tangga.
- Sendi terasa hangat atau bengkak jika sudah terjadi kerusakan.
Penyebab
Penyebab utama
- Cedera sendi, seperti patah tulang atau sendi yang bergeser (dislokasi), yang merusak pembuluh darah di sekitarnya.
- Pemakaian obat golongan kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang.
- Konsumsi alkohol berlebihan yang mengganggu aliran darah dan metabolisme tulang.
- Penyakit tertentu, seperti anemia sel sabit, lupus, atau gangguan pembekuan darah.
Faktor risiko
- Mengonsumsi kortikosteroid dalam dosis tinggi atau waktu lama.
- Kebiasaan minum alkohol berlebihan.
- Pernah mengalami cedera atau trauma pada sendi.
- Memiliki kadar kolesterol atau lemak darah tinggi.
- Menderita penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit autoimun.
- Menjalani kemoterapi atau terapi radiasi di sekitar tulang.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke unit gawat darurat jika nyeri sendi timbul mendadak dan sangat berat, terutama setelah jatuh atau cedera, atau bila sendi tidak dapat digerakkan sama sekali.
Buat janji temu rutin jika:
- Temui dokter umum jika nyeri sendi berlangsung lebih dari dua minggu tanpa sebab yang jelas.
- Periksakan anak yang mulai pincang tanpa penyebab yang pasti.
- Konsultasikan jika Anda pernah menggunakan kortikosteroid jangka panjang dan mulai merasakan nyeri sendi yang menetap.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat penyakit, obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi, riwayat cedera, dan kebiasaan minum alkohol. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik pada sendi dan cara berjalan. Jika dokter mencurigai nekrosis avaskular, Anda biasanya akan diminta menjalani pemeriksaan pencitraan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Rontgen (X-ray): sering digunakan pertama kali, tetapi pada tahap awal bisa tampak normal.
- MRI atau pencitraan resonansi magnetik: paling sensitif untuk melihat perubahan dini pada tulang dan aliran darah.
- CT-scan: memberikan gambaran lebih detail tentang kerusakan dan struktur tulang.
- Pemeriksaan darah untuk mencari kemungkinan penyebab lain atau penyakit yang melatarbelakangi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan menjalani wawancara dan pemeriksaan fisik yang tidak membuat nyeri. Bila perlu, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis bedah ortopedi untuk pemeriksaan lanjutan. Diagnosis mungkin membutuhkan beberapa kali kunjungan karena nyeri sendi bisa berasal dari banyak hal.
Perawatan
Tujuan penanganan nekrosis avaskular adalah mengurangi nyeri, menghentikan kerusakan tulang, mempertahankan atau memulihkan fungsi sendi, dan mencegah tulang agar tidak runtuh. Rencana pengobatan bergantung pada ukuran daerah tulang yang terdampak, stadium penyakit, usia, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi beban pada sendi yang sakit, misalnya dengan tongkat atau alat bantu jalan.
- Hindari sementara aktivitas berdampak tinggi, seperti melompat atau berlari.
- Gunakan kompres dingin saat nyeri akut dan kompres hangat saat sendi terasa kaku.
- Lakukan peregangan ringan dengan aman, sesuai kemampuan dan anjuran tenaga kesehatan.
Perawatan medis
Penanganan medis mungkin mencakup obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter, fisioterapi untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi, serta terapi penyebab yang mendasari, misalnya mengontrol penyakit tertentu atau menyesuaikan obat yang berisiko. Pada beberapa kasus, dokter spesialis ortopedi dapat menawarkan prosedur untuk memperlambat kerusakan tulang, seperti pembuatan lubang kecil pada tulang untuk mengurangi tekanan, atau transplantasi jaringan tulang yang sehat. Seluruh prosedur harus dijelaskan manfaat dan risikonya oleh dokter Anda.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika kerusakan tulang sudah luas, tulang mulai runtuh, atau nyeri tidak terkendali, dokter dapat menyarankan operasi. Tindakan yang paling umum adalah operasi penggantian sendi (artroplasti), misalnya mengganti sendi pinggul atau lutut dengan sendi buatan. Keputusan dilakukan bersama dokter dengan mempertimbangkan usia, tingkat kerusakan, dan tujuan pemulihan Anda.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan nekrosis avaskular artinya Anda perlu mengatur beban pada sendi yang sakit dan menyesuaikan aktivitas agar tidak memperburuk kerusakan. Gunakan alat bantu jika disarankan, atur posisi duduk dan tidur agar nyaman, dan jangan lewatkan jadwal kontrol dengan dokter.
Tips gaya hidup
- Pertahankan berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada sendi.
- Hindari alkohol dan berhenti merokok agar aliran darah dan kesehatan tulang lebih baik.
- Pilih olahraga rendah dampak, seperti berenang, bersepeda statis, atau jalan santai.
- Patuhi rencana pengobatan dan diskusikan sebelum mengubah dosis obat apa pun.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu rendah lemak, tahu, tempe, dan sayuran hijau, dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Pastikan cukup protein untuk perbaikan jaringan. Untuk olahraga, pilih latihan tidak berdampak tinggi, seperti berenang atau latihan rentang gerak. Tanyakan pada fisioterapis atau dokter untuk program yang paling aman bagi Anda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri kronis dan keterbatasan bergerak dapat memengaruhi suasana hati dan membuat seseorang merasa frustrasi, cemas, atau menarik diri. Perasaan ini wajar. Jangan ragu membicarakannya dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jika Anda merasa terbebani secara emosional, konseling dapat membantu Anda menjalani proses dengan lebih baik.
Pencegahan
Nekrosis avaskular tidak selalu dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan penyakit tertentu yang tidak dapat dihindari. Namun, Anda bisa menurunkan risikonya dengan tidak mengonsumsi alkohol berlebihan, tidak menggunakan obat kortikosteroid tanpa pengawasan dokter, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah, serta menghindari cedera sendi.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah nekrosis avaskular.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk semua orang. Jika Anda memiliki faktor risiko, seperti pengobatan steroid jangka panjang atau penyakit yang memengaruhi pembuluh darah, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan berkala meskipun Anda belum merasakan gejala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Tulang yang terkena dapat runtuh atau kolaps secara permanen.
- Sendi menjadi rusak permanen dan berkembang menjadi pengapuran lanjut.
- Nyeri kronis dan hilangnya kemampuan bergerak normal.
- Kebutuhan operasi yang lebih besar atau penggantian sendi dini.
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini, banyak orang dapat memperlambat kerusakan tulang dan mempertahankan fungsi sendi untuk waktu yang lama. Sebagian kasus memang memerlukan pembedahan, tetapi hasilnya umumnya cukup baik dan sebagian besar penderita dapat kembali beraktivitas. Kemajuan teknik bedah dan rehabilitasi memberi harapan untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.