Uveitis: Peradangan di Bagian Dalam Mata
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata yang disebut uvea. Uvea mengandung pembuluh darah dan jaringan yang memberi nutrisi pada mata. Peradangan ini bisa mengganggu fungsi penglihatan dan perlu ditangani dengan cepat.
Fakta penting
- Uveitis bisa menyerang satu mata atau kedua mata sekaligus.
- Jika tidak ditangani, uveitis bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
- Penanganan sejak dini sangat penting untuk melindungi penglihatan Anda.
Uveitis termasuk penyakit yang tidak terlalu umum, tetapi dapat terjadi pada semua usia. Di Indonesia, angka pastinya belum diketahui, namun kasus ini cukup sering ditemui di layanan kesehatan mata.
Uveitis dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan lansia. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa usia produktif, sekitar 20 hingga 50 tahun.
Gejala
- Kehilangan penglihatan secara mendadak
- Nyeri mata yang sangat berat
- Mata merah disertai mual dan muntah
- Gejala muncul setelah cedera mata
- ⚠Mata merah yang tidak membaik dalam 1–2 hari
- ⚠Penglihatan kabur yang semakin memburuk
- ⚠Sakit mata yang mengganggu aktivitas sehari-hari
- ⚠Silau atau tidak tahan cahaya yang parah
Gejala umum
- Mata merah
- Nyeri atau perih di mata
- Penglihatan kabur
- Sensitif atau silau terhadap cahaya
- Melihat bintik-bintik mengambang (floaters)
- Penglihatan menurun
Gejala pada anak-anak
- Sering menggosok mata
- Mata merah yang tidak kunjung sembuh
- Mual atau sakit kepala
- Rewel atau perubahan perilaku karena rasa tidak nyaman
- Salah satu pupil tampak tidak biasa
Gejala pada lansia
- Penglihatan kabur yang semakin memburuk
- Mata terasa pegal atau berat
- Kemerahan yang menetap di mata
- Muncul floaters baru secara tiba-tiba
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi akibat virus, bakteri, atau jamur
- Penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri
- Cedera atau trauma pada mata
- Reaksi tubuh terhadap toksin atau obat tertentu
- Terkadang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik)
Faktor risiko
- Memiliki penyakit autoimun seperti radang sendi atau lupus
- Pernah mengalami cedera pada mata
- Infeksi tertentu seperti tuberkulosis (TBC), toksoplasma, atau herpes
- Kebiasaan merokok
- Usia antara 20 hingga 50 tahun
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri mata yang semakin berat
- Penglihatan menurun atau kabur
- Mata merah disertai sakit kepala dan mual
- Ketidaknyamanan yang parah terhadap cahaya
Buat janji temu rutin jika:
- Mata merah ringan yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- Floaters muncul lebih banyak dari biasanya
- Keluhan mata yang tidak hilang setelah istirahat atau kompres
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan Anda, lalu memeriksa mata menggunakan alat khusus bernama slit lamp. Jika diperlukan, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis mata (oftalmolog) untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan dengan slit lamp (mikroskop mata)
- Pemeriksaan tekanan bola mata
- Pemeriksaan fundus untuk melihat bagian belakang mata
- Tes darah untuk mencari kemungkinan penyebab
- Pemeriksaan cairan mata bila diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan mata biasanya tidak menyakitkan. Dokter mungkin memberikan obat tetes untuk melebarkan pupil agar bagian dalam mata terlihat lebih jelas. Setelah pemeriksaan, penglihatan bisa menjadi kabur sementara, jadi sebaiknya Anda ditemani orang lain atau menghindari mengemudi.
Perawatan
Penanganan uveitis bertujuan mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mencegah kerusakan penglihatan. Perawatan akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi aktivitas membaca atau menatap layar saat mata terasa nyeri
- Gunakan kacamata hitam untuk mengurangi silau
- Kompres dingin yang bersih pada kelopak mata tertutup untuk kenyamanan
- Beristirahatlah secara teratur agar mata tidak lelah
Perawatan medis
Dokter biasanya meresepkan obat tetes mata antiradang untuk mengurangi peradangan. Pada kasus yang lebih berat, dapat diberikan obat minum, suntikan di sekitar mata, atau pengobatan melalui infus. Jika ditemukan infeksi, dokter akan memberikan pengobatan khusus untuk infeksi tersebut. Penting untuk memakai obat sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikannya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk uveitis. Tindakan bedah dipertimbangkan hanya jika terjadi komplikasi seperti jaringan parut di mata, katarak yang mengganggu, atau penumpukan cairan yang meningkatkan tekanan di dalam mata.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan uveitis membutuhkan kesabaran. Ikuti jadwal kontrol ke dokter, minum obat sesuai anjuran, dan segera laporkan keluhan baru. Banyak orang dengan uveitis dapat menjalani aktivitas normal dengan perawatan yang tepat.
Tips gaya hidup
- Lindungi mata dari sinar matahari dengan topi atau kacamata
- Berhenti merokok untuk mengurangi risiko peradangan
- Kelola stres dengan baik, karena stres dapat memicu peradangan
- Tidur cukup dan jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata
Diet dan olahraga
Pola makan sehat yang kaya sayur, buah, dan ikan dapat membantu menjaga kesehatan mata. Olahraga ringan yang aman sesuai kondisi Anda juga baik, tetapi konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika uveitis terkait dengan penyakit autoimun.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Penglihatan yang terganggu dapat memicu kecemasan atau stres. Anda tidak perlu menanggungnya sendiri. Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan mental. Dukungan emosional sangat penting untuk proses pemulihan.
Pencegahan
Tidak semua uveitis dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Namun, menjaga kesehatan umum dan mengendalikan penyakit kronis dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan.
Vaksin
Vaksinasi dapat membantu mencegah beberapa infeksi yang mungkin memicu uveitis. Diskusikan dengan dokter Anda tentang vaksin yang tepat berdasarkan riwayat kesehatan Anda.
Program skrining
Jika Anda memiliki penyakit autoimun atau riwayat uveitis, pemeriksaan mata secara rutin sangat disarankan untuk mendeteksi peradangan sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan penglihatan permanen
- Glaukoma, yaitu tekanan bola mata yang tinggi
- Katarak
- Lepasnya retina atau kerusakan saraf mata
- Kehilangan penglihatan total
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar uveitis dapat dikendalikan. Meskipun tidak semua gangguan penglihatan yang sudah terjadi bisa pulih sepenuhnya, pengobatan dini sangat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga kualitas hidup Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.