Prolaps Rektum (Turunnya Rektum)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Prolaps rektum adalah kondisi saat bagian dari usus besar bernama rektum bergeser turun dan menonjol keluar dari lubang anus. Pada tahap ringan, hal ini hanya terjadi saat buang air besar, lalu masuk kembali. Pada kasus yang lebih berat, rektum bisa terus menonjol dan tidak masuk kembali.
Fakta penting
- Prolaps rektum terjadi ketika lapisan rektum keluar melalui anus.
- Kondisi ini paling sering ditemukan pada lansia dan anak-anak.
- Sembelit dan kebiasaan mengejan adalah pemicu utama yang dapat diperbaiki.
- Ada berbagai pilihan penanganan, mulai dari latihan otot hingga operasi, tergantung tingkat keparahannya.
Prolaps rektum tergolong kondisi yang tidak terlalu sering terjadi, tetapi bukan penyakit langka. Lebih banyak dialami oleh wanita dan lansia, namun anak-anak juga bisa mengalaminya, biasanya sebelum usia 3 tahun.
Prolaps rektum dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita yang pernah melahirkan, orang lanjut usia, dan anak-anak. Faktor seperti sembelit menahun, batuk kronis, dan otot dasar panggul yang lemah meningkatkan risiko seseorang.
Gejala
- Benjolan di anus yang berubah warna menjadi ungu kehitaman atau kelabu.
- Nyeri perut yang sangat hebat atau terus-menerus.
- Keluar darah dalam jumlah banyak dari anus.
- Demam tinggi yang disertai menggigil.
- Tidak bisa buang gas atau buang air besar sama sekali.
- Segera hubungi layanan gawat darurat; nomor darurat tersedia di bagian atas situs ini.
- ⚠Benjolan yang keluar dan tidak bisa didorong kembali ke dalam.
- ⚠Nyeri pada anus yang semakin bertambah.
- ⚠Perubahan tiba-tiba pada kebiasaan BAB, misalnya sembelit parah atau diare.
- ⚠Keluarnya nanah atau darah di tinja yang warnanya berubah.
- ⚠Bila Anda sedang hamil atau memiliki penyakit bawaan, segera konsultasikan ke dokter.
Gejala umum
- Benjolan berwarna kemerahan yang terasa seperti jaringan keluar dari anus saat BAB atau beraktivitas.
- Perasaan seperti ada yang turun atau mengganjal di dalam lubang anus.
- Keluarnya lendir atau darah dari anus.
- Sulit membersihkan area anus setelah buang air besar.
- Tidak bisa mengontrol keluarnya gas atau tinja (inkontinensia).
- Rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di sekitar anus.
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin menunjukkan benjolan kecil yang keluar saat mengejan.
- Menangis atau tampak takut saat buang air besar.
- Bibir anus menjadi berwarna kemerahan dan mungkin keluar lendir.
- Prolaps pada anak sering kali masuk kembali sendiri setelah BAB, tetapi tetap perlu ditangani.
Gejala pada lansia
- Gejala umum yang sama, seperti benjolan keluar saat BAB.
- Sering terjadi bersama dengan sembelit kronis atau batuk yang sudah berlangsung lama.
- Bisa terjadi tanpa rasa sakit yang jelas, tetapi ada rasa berat atau penuh di panggul.
- Lebih rentan mengalami kebocoran tinja karena melemahnya otot dasar panggul.
Penyebab
Penyebab utama
- Otot dasar panggul yang melemah, sehingga tidak mampu menahan rektum pada tempatnya.
- Tekanan tinggi di dalam perut yang berulang, misalnya karena mengejan terlalu keras saat BAB.
- Sembelit berkepanjangan yang membuat tinja keras dan kering.
- Batuk kronis yang kuat, seperti pada penyakit paru jangka panjang.
- Kerusakan pada saraf atau otot di daerah panggul akibat usia atau persalinan.
Faktor risiko
- Usia lanjut, terutama di atas 60 tahun.
- Berjenis kelamin perempuan, terutama yang pernah melahirkan normal beberapa kali.
- Sembelit kronis atau kebiasaan mengejan dalam waktu lama.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Penyakit kronis yang menyebabkan batuk menahun.
- Pernah menjalani operasi di daerah anus atau panggul.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika benjolan keluar dari anus dan tidak bisa masuk kembali walaupun sudah didorong pelan.
- Jika Anda merasakan nyeri hebat atau keluar darah banyak.
- Jika muncul demam, menggigil, atau tanda-tanda infeksi lainnya.
- Jika Anda tidak bisa buang gas atau BAB sama sekali.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika benjolan hanya muncul saat BAB dan hilang setelahnya, tetapi Anda merasa khawatir.
- Jika ada lendir, darah, atau rasa tidak nyaman yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
- Jika Anda mengalami kesulitan mengontrol BAB atau kentut.
- Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan setelah ada riwayat keluarga dengan kondisi ini.
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu memeriksa area anus. Untuk melihat prolaps, Anda mungkin diminta berjongkok atau mengejan seperti ingin BAB.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan colok dubur: dokter memasukkan jari bersarung yang dilumasi untuk meraba kondisi rektum dan sfingter.
- Defekografi atau proktogram: pemeriksaan sinar-X untuk melihat proses BAB secara langsung.
- Manometri anus: mengukur kekuatan otot sfingter dan tekanan di dalam anus.
- Kolonoskopi: pemeriksaan dengan selang lentur untuk memeriksa lapisan usus besar, terutama jika ada perdarahan atau perubahan kebiasaan BAB.
- USG endorektal: menggunakan gelombang suara untuk menilai struktur otot di sekitar anus.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dilakukan secara rawat jalan dan tidak memerlukan persiapan khusus. Anda mungkin perlu mengganti celana panjang. Sebagian pemeriksaan terasa canggung atau tidak nyaman, tetapi umumnya tidak sakit. Dokter dapat menjelaskan hasilnya kepada Anda setelah pemeriksaan selesai.
Perawatan
Penanganan prolaps rektum bergantung pada usia, tingkat keparahan, dan kesehatan secara keseluruhan. Tujuan utama adalah mengatasi penyebab yang mendasari, seperti sembelit atau batuk kronis, serta memperkuat otot dasar panggul. Untuk kasus berat, operasi dapat menjadi pilihan.
Perawatan mandiri di rumah
- Hindari mengejan saat buang air besar; beri waktu yang cukup dan jangan memaksakan.
- Biasakan makan makanan berserat tinggi seperti sayur, buah, dan gandum utuh.
- Minum air putih yang cukup agar tinja tetap lunak.
- Kurangi duduk terlalu lama di toilet dan jangan membawa ponsel atau membaca sambil BAB.
- Jika prolaps keluar dan Anda mendapat petunjuk dokter, Anda dapat mendorongnya kembali dengan hati-hati menggunakan jari yang dilumasi, sambil berbaring.
Perawatan medis
Dokter Anda dapat meresepkan pelunak tinja atau obat untuk mengatasi sembelit — Anda tidak boleh membeli obat sendiri tanpa konsultasi. Selain itu, dokter atau fisioterapis dapat mengajarkan latihan dasar panggul (senam Kegel) dan teknik relaksasi anus untuk membantu memperkuat otot. Pada beberapa orang, metoda memasang penyangga atau mekanisme manual lain mungkin dipertimbangkan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Dokter akan merekomendasikan operasi bila prolaps berulang kali keluar dan tidak dapat ditahan, menimbulkan gangguan yang memengaruhi kualitas hidup, atau pada kasus yang sudah menyebabkan kerusakan jaringan (strangulasi). Prosedur operasi dilakukan oleh dokter spesialis bedah untuk mengembalikan rektum ke posisi normal dan memperbaiki otot penyangga.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan prolaps rektum bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat buang air besar. Kuncinya adalah menjaga pola BAB yang teratur, tidak bertahan terlalu lama di kamar mandi, dan mengatasi sembelit sesegera mungkin.
Tips gaya hidup
- Tingkatkan asupan serat secara bertahap dan perbanyak minum air putih, sekitar 8 gelas sehari, kecuali dokter menyarankan lain.
- Tetapkan jadwal ke kamar kecil, misalnya 15–20 menit setelah makan.
- Jangan menunda keinginan untuk BAB, karena ini akan membuat tinja mengering.
- Hindari mengangkat beban berat dengan cara mengejan; gunakan teknik mengangkat yang benar atau minta bantuan.
- Kurangi atau berhenti merokok untuk mengurangi batuk kronis.
Diet dan olahraga
Perbanyak sayur, buah, gandum utuh, dan kacang-kacangan agar tinja lembut. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda membantu kelancaran BAB. Namun, hindari olahraga yang memberi tekanan berlebihan pada perut bagian bawah. Konsultasikan dengan fisioterapis mengenai latihan kegel yang tepat untuk Anda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Prolaps rektum dapat membuat Anda merasa malu, cemas, atau rendah diri, terutama jika memengaruhi keintiman dan aktivitas sehari-hari. Perasaan ini wajar. Berbicaralah dengan orang yang Anda percaya, misalnya pasangan atau anggota keluarga. Dukungan emosional sangat penting, dan Anda dapat meminta dokter merujuk ke psikolog bila perlu.
Pencegahan
Prolaps rektum tidak selalu dapat dicegah, terutama bila disebabkan oleh faktor otot yang melemah seiring usia. Namun, Anda dapat menurunkan risiko dengan mencegah sembelit, menghindari tekanan yang berlebihan saat BAB, dan menjaga berat badan sehat.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah prolaps rektum.
Program skrining
Tidak ada tes skrining khusus untuk prolaps rektum. Pemeriksaan rutin dianjurkan bagi orang yang memiliki faktor risiko, tetapi yang paling penting adalah segera memeriksakan diri saat gejala awal muncul.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Prolaps yang terus berulang dapat menyebabkan iritasi dan luka pada selaput anus.
- Rektum yang menonjol lama dapat tercekik (strangulasi) dan mengalami kematian jaringan atau gangren.
- Perdarahan yang banyak atau infeksi di daerah panggul.
- Melemahnya otot sfingter sehingga tidak dapat menahan tinja (inkontinensia feses).
- Menurunnya kualitas hidup karena nyeri, gangguan tidur, dan masalah sosial.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan penderita prolaps rektum berhasil mengendalikan gejalanya. Kasus ringan sering membaik melalui perubahan gaya hidup dan latihan otot. Kasus berat pun dapat ditangani dengan operasi yang memberikan hasil baik. Semakin dini Anda mencari bantuan, semakin besar kemungkinan untuk pulih tanpa komplikasi. Tetap semangat dan jangan menunda konsultasi ke dokter.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.