Skleroderma Lokal pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Skleroderma lokal (morfia) adalah penyakit autoimun langka yang menyebabkan kulit mengeras, menebal, dan menjadi kaku. Pada anak, kondisi ini biasanya terbatas pada kulit dan jaringan di bawahnya, seperti otot dan tulang. Meski namanya mirip dengan skleroderma sistemik, skleroderma lokal tidak menyerang organ dalam.
Fakta penting
- Bersifat autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat.
- Tidak menular dan bukan penyakit menular.
- Dengan pengobatan dan fisioterapi, sebagian besar anak dapat menjalani hidup aktif dan normal.
Skleroderma lokal termasuk jarang. Diperkirakan hanya sekitar 1–3 per 100.000 anak yang terkena setiap tahun, sehingga termasuk penyakit langka.
Lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Usia munculnya biasanya antara 2 hingga 10 tahun, tetapi bisa juga muncul pada remaja.
Gejala
- Sulit bernapas tiba-tiba.
- Nyeri dada hebat.
- Kejang atau hilang kesadaran.
- Sakit kepala berat yang muncul mendadak.
- Lumpuh mendadak pada salah satu anggota gerak atau wajah.
- ⚠Bercak kulit baru yang menyebar cepat dalam beberapa minggu.
- ⚠Nyeri sendi yang semakin parah dan mengganggu aktivitas.
- ⚠Gangguan penglihatan atau mata kering berat.
- ⚠Perubahan bentuk wajah atau kesulitan membuka mulut.
- ⚠Jika muncul gejala saraf seperti bicara pelo atau wajah mencong, segera cari pertolongan medis di hari yang sama.
Gejala umum
- Bercak atau garis kulit yang mengeras, menebal, mengilap, dan berwarna ungu atau merah.
- Kulit terasa kaku dan sulit digeser dari jaringan di bawahnya.
- Bercak terasa gatal atau nyeri.
- Perubahan warna kulit menjadi lebih terang atau lebih gelap.
Gejala pada anak-anak
- Garis memanjang di lengan atau tungkai (skleroderma linier).
- Garis di dahi atau kulit kepala yang tampak seperti bekas pedang (en coup de sabre).
- Kaki atau lengan yang lebih pendek atau lebih kecil dari sisi sebaliknya.
- Kaku pada sendi yang dapat mengganggu gerakan.
- Masalah tumbuh kembang di area kulit yang terpengaruh.
Gejala pada lansia
- Meskipun ini artikel tentang anak, gejala serupa dapat muncul pada orang dewasa.
- Pada orang dewasa, bercak lebih sering berbentuk oval dan disebut morfea.
- Gangguan pertumbuhan tulang atau sendi jarang terjadi pada orang dewasa.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti belum diketahui; diduga kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
- Sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit dan jaringan ikat sehingga terjadi peradangan dan produksi kolagen berlebihan.
Faktor risiko
- Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun.
- Jenis kelamin perempuan.
- Usia anak-anak.
- Faktor lingkungan seperti infeksi atau stres fisik yang mungkin memicu reaksi imun (masih diteliti).
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Bercak kulit baru bertambah luas atau banyak dengan cepat.
- Anak mengeluh sendi kaku dan sulit digerakkan.
- Kulit terasa sangat nyeri.
- Bercak muncul di dahi atau kulit kepala yang disertai keluhan mata atau sakit kepala.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika menemukan bercak kulit menebal atau kaku yang tidak hilang.
- Jika ada anggota keluarga lain dengan penyakit autoimun.
- Untuk pemantauan rutin setelah diagnosis ditegakkan.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa kulit dan gerakan sendi. Pemeriksaan darah kadang dilakukan untuk menyingkirkan skleroderma sistemik atau penyakit autoimun lain.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik kulit dengan alat pembesar (dermatoskop).
- Biopsi kulit: mengambil sampel kecil kulit untuk diperiksa di laboratorium.
- Tes darah untuk melihat antibodi dan tanda peradangan.
- Rontgen atau MRI untuk melihat keterlibatan tulang dan sendi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis bisa memakan waktu beberapa minggu karena dokter perlu memastikan tidak ada kondisi lain. Dokter spesialis kulit atau reumatologi anak akan bekerja sama. Jangan ragu untuk bertanya tentang prosedur dan hasil pemeriksaan.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah menghentikan perkembangan penyakit, mengurangi peradangan, menjaga fungsi sendi, dan memperbaiki penampilan kulit. Penanganan dilakukan bertahap sesuai tingkat keparahan dan usia anak.
Perawatan mandiri di rumah
- Gunakan pelembap tanpa pewangi untuk menjaga kulit tetap lembap.
- Hindari menggaruk bercak yang gatal.
- Lindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan tabir surya.
- Ajak anak rutin bergerak dan melakukan peregangan ringan.
Perawatan medis
Pengobatan medis dapat berupa obat oles untuk mengurangi peradangan, terapi cahaya (fototerapi), dan pada kasus yang menyerang jaringan lebih dalam atau sendi, obat yang menekan sistem imun untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Fisioterapi membantu menjaga sendi tetap lentur. Selalu konsultasikan pilihan pengobatan dengan dokter anak atau spesialis reumatologi anak.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Jika terjadi perbedaan panjang tungkai yang mengganggu atau perubahan bentuk wajah yang berat, dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah setelah masa pertumbuhan selesai.
Hidup dengan kondisi ini
Anak tetap dapat bersekolah, bermain, dan menjalani aktivitas seperti biasa. Yang penting adalah kontrol rutin ke dokter, memakai pelembap, dan mendukung gerak sendi dengan fisioterapi sesuai anjuran.
Tips gaya hidup
- Lakukan olahraga ringan seperti berenang atau bersepeda.
- Gunakan tabir surya setiap keluar rumah untuk melindungi bercak kulit.
- Pastikan tidur cukup dan kelola stres.
- Lakukan peregangan sendi setiap hari sesuai panduan fisioterapis.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus yang menyembuhkan skleroderma lokal. Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang dan otot. Olahraga teratur membantu menjaga sendi tetap lentur.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Perubahan kulit yang terlihat dapat memengaruhi rasa percaya diri anak. Dukungan emosional dari keluarga, guru, dan teman sangat penting. Jika perlu, minta bantuan psikolog sekolah atau layanan kesehatan jiwa.
Pencegahan
Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah skleroderma lokal karena penyebab pasti belum diketahui. Yang terbaik adalah mendeteksi sejak dini dan segera mengobati agar komplikasi dapat dicegah.
Vaksin
Imunisasi dasar anak tetap perlu diberikan sesuai jadwal dari Kemenkes. Jika anak sedang menjalani pengobatan penekan sistem imun, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan vaksin hidup.
Program skrining
Anak yang sudah terdiagnosis perlu pemeriksaan berkala seperti pemeriksaan mata, gigi, rontgen tungkai, dan evaluasi tumbuh kembang, sesuai rekomendasi dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan pertumbuhan tulang sehingga lengan atau tungkai menjadi pendek.
- Kaku sendi permanen (kontraktur).
- Perubahan bentuk wajah pada skleroderma linier.
- Gangguan gigi atau rahang jika mengenai kepala.
- Gangguan gerak akibat jaringan parut yang membatasi pergerakan.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang baik dan teratur, sebagian besar anak mengalami perbaikan atau penyakitnya menjadi tenang. Walau perubahan kulit mungkin masih terlihat, fungsi dan kualitas hidup dapat tetap baik. Dukungan keluarga dan tim medis sangat membantu anak tumbuh optimal.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.