Varises Esofagus: Pembuluh Darah Melebar di Kerongkongan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Varises esofagus adalah pembengkakan pembuluh darah di dinding kerongkongan (esofagus) yang terjadi akibat tekanan darah tinggi di pembuluh darah hati. Kondisi ini paling sering muncul pada orang dengan penyakit hati kronis.
Fakta penting
- Varises esofagus sering tidak menimbulkan gejala sampai terjadi pendarahan.
- Pendarahan dari varises esofagus merupakan keadaan darurat medis.
- Pengobatan dapat mencegah pendarahan dan mengecilkan pembuluh darah yang melebar.
- Penyakit hati yang mendasari perlu dikelola agar kondisi tidak memburuk.
Tidak umum dialami masyarakat umum. Namun, pada orang dengan sirosis hati, sekitar separuhnya bisa mengalami varises esofagus.
Berisiko terjadi pada orang dewasa dengan kerusakan hati, misalnya akibat sirosis, hepatitis B atau C kronis, atau kebiasaan minum alkohol berlebihan. Lebih sering dialami pada usia di atas 40 tahun.
Gejala
- Muntah darah (merah segar atau seperti bubuk kopi).
- Buang air besar berwarna hitam, lengket, atau berbau amis.
- Pingsan atau merasa sangat pusing.
- Detak jantung sangat cepat dan napas pendek.
- ⚠Bagian perut membesar atau bengkak.
- ⚠Kulit dan mata menguning (penyakit kuning) yang memburuk.
- ⚠Kram atau nyeri di ulu hati yang tidak hilang.
Gejala umum
- Sering tidak ada gejala sampai terjadi perdarahan.
- Jika berdarah: muntah darah merah atau seperti bubuk kopi.
- Buang air besar berwarna hitam seperti aspal.
- Pusing, lemas, atau jantung berdebar karena kehilangan darah.
Gejala pada anak-anak
- Jarang terjadi, tetapi bisa muncul pada anak dengan penyakit hati bawaan.
- Gejala seperti muntah darah atau feses hitam harus segera diperiksa.
Gejala pada lansia
- Gejala pendarahan bisa disertai kebingungan atau penurunan kesadaran.
- Orang tua dengan sirosis lebih berisiko mengalami pendarahan hebat.
Penyebab
Penyebab utama
- Tekanan darah tinggi pada sistem pembuluh darah hati (hipertensi portal).
- Sirosis hati (jaringan hati mengeras dan luka) yang menghambat aliran darah.
- Penggumpalan darah di pembuluh vena porta.
- Infeksi parasit seperti schistosomiasis, meski jarang di Indonesia.
Faktor risiko
- Kebiasaan minum alkohol jangka panjang.
- Infeksi hepatitis B atau C kronis.
- Penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD).
- Riwayat keluarga dengan penyakit hati.
- Penyakit hati autoimun atau gangguan saluran empedu.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera telepon unit gawat darurat (UGD) atau pergi ke rumah sakit terdekat bila Anda muntah darah, buang air besar berwarna hitam, atau sangat pusing.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika menderita sirosis atau penyakit hati kronis, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk deteksi dini varises.
Diagnosis
Untuk mendiagnosis varises esofagus, dokter biasanya melakukan endoskopi atas, yaitu memasukkan selang tipis dengan kamera melalui mulut untuk melihat kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. Dokter juga dapat memakai USG atau CT scan untuk menilai aliran darah di hati.
Tes yang mungkin dilakukan
- Endoskopi atas (esofagogastroduodenoskopi).
- Ultrasonografi (USG) abdomen atau elastografi.
- CT scan atau MRI untuk melihat pembuluh darah.
- Tes darah untuk menilai fungsi hati.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Prosedur endoskopi dilakukan setelah puasa 6–8 jam. Anda akan dibius ringan agar nyaman. Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan dan apakah ada varises serta rencana pengobatan. Tidak perlu panik; pemeriksaan umumnya tidak menyakitkan.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah mencegah perdarahan, mengecilkan varises, dan mengelola penyakit hati yang mendasarinya. Jika varises belum berdarah, langkah utama adalah mengurangi tekanan dalam pembuluh darah hati dan menghindari faktor pemicu.
Perawatan mandiri di rumah
- Berhenti minum alkohol total.
- Berhenti merokok.
- Hindari obat anti nyeri tertentu tanpa resep dokter.
- Jangan mengejan saat buang air besar.
- Terapkan pola makan sehat dengan kurangi garam bila ada penumpukan cairan.
Perawatan medis
Pengobatan dilakukan dokter spesialis penyakit dalam atau pencernaan. Untuk mencegah perdarahan, dokter dapat memberikan obat yang menurunkan tekanan darah di pembuluh hati dan kerongkongan. Prosedur seperti pengikatan varises dengan karet gelang (ligasi) dapat dilakukan melalui endoskopi untuk mengecilkan pembuluh. Jika terjadi perdarahan, tindakan darurat endoskopi diperlukan untuk menghentikan darah, biasanya dengan cara menyuntikkan lem atau bahan lain atau mengikat pembuluh yang berdarah.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Bila perdarahan tidak bisa dihentikan dengan prosedur endoskopi atau obat, dokter dapat menyarankan tindakan memasang selang kecil (stent) untuk menghubungkan pembuluh darah hati dan mengurangi tekanan, atau operasi shunt dalam kasus yang rumit.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan varises esofagus berarti menjalani pengelolaan penyakit hati secara serius. Lakukan kontrol rutin sesuai jadwal dokter, minum obat sesuai anjuran, dan pantau tanda-tanda perdarahan. Jika merasa lemas atau perut membesar, segera bicarakan dengan dokter.
Tips gaya hidup
- Jauhi alkohol dan rokok.
- Minum obat hanya sesuai resep.
- Jaga berat badan sehat.
- Vaksinasi hepatitis A dan B bila belum pernah.
- Jaga kebersihan makanan dan air untuk mencegah infeksi.
Diet dan olahraga
Pola makan yang dianjurkan adalah makanan bergizi seimbang, tinggi serat dari sayur dan buah, dan rendah garam bila ada asites (penumpukan cairan di perut). Hindari makanan yang sangat keras atau berserat kasar jika pada pemeriksaan varises menunjukkan risiko perdarahan. Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit setiap hari membantu menjaga kebugaran, tetapi hindari mengangkat beban berat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menghadapi penyakit hati dan risiko perdarahan dapat menimbulkan cemas atau stres. Perasaan takut dan khawatir adalah hal yang wajar. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga atau tenaga kesehatan tentang perasaan Anda. Jika merasa sangat tertekan, hubungi layanan kesehatan jiwa setempat.
Pencegahan
Varises esofagus dapat dicegah dengan mencegah penyakit hati, misalnya menghindari alkohol, menjaga berat badan, dan mencegah infeksi hepatitis. Pada orang yang sudah memiliki penyakit hati, pencegahan dilakukan dengan mengobati penyebabnya dan menjalani pemeriksaan endoskopi berkala agar varises bisa diketahui sejak dini.
Vaksin
Vaksin hepatitis B merupakan cara melindungi diri dari salah satu penyebab utama penyakit hati. Vaksin hepatitis A juga disarankan bagi penderita penyakit hati kronis.
Program skrining
Jika Anda memiliki sirosis atau penyakit hati kronis, dokter akan menyarankan endoskopi untuk memeriksa varises, biasanya setiap 1–2 tahun tergantung hasil pemeriksaan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pendarahan hebat dari varises yang bisa mengancam nyawa.
- Anemia karena kehilangan darah.
- Sok (kekurangan aliran darah ke organ vital).
- Gagal hati yang memperberat kondisi.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar penderitanya dapat terhindar dari perdarahan berbahaya dan menjalani hidup produktif. Kemajuan prosedur endoskopi dan obat-obatan saat ini sangat membantu. Kuncinya adalah rutin memeriksakan diri dan patuh pada pengobatan yang diberikan dokter.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.