Mastitis (Peradangan Payudara)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu menyusui, tetapi bisa juga muncul pada wanita yang tidak menyusui. Mastitis dapat disebabkan oleh sumbatan saluran ASI atau infeksi bakteri.
Fakta penting
- Mastitis sering dialami oleh ibu menyusui, terutama pada 6 bulan pertama setelah melahirkan.
- Mastitis bisa bersifat non-infeksi (karena ASI tersumbat) atau infeksi (karena bakteri).
- Dengan penanganan yang cepat dan tepat, mastitis umumnya sembuh tanpa masalah jangka panjang.
Ya, mastitis cukup umum terjadi, terutama pada ibu yang sedang menyusui. Sekitar 1 dari 5 ibu menyusui dapat mengalaminya dalam satu tahun pertama.
Mastitis paling sering menyerang ibu yang sedang menyusui, tetapi dapat juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui, dan jarang terjadi pada pria atau anak-anak.
Gejala
- Demam sangat tinggi yang memburuk dengan cepat
- Area kemerahan yang menyebar luas dan cepat di payudara
- Kesulitan bernapas atau napas terasa cepat
- Rasa bingung atau penurunan kesadaran
- Tekanan darah sangat rendah (terasa pusing hebat atau pingsan)
- ⚠Gejala mastitis yang tidak membaik dalam 24 jam meski sudah melakukan perawatan mandiri
- ⚠Benjolan di payudara yang tidak hilang setelah beberapa hari pengobatan
- ⚠Keluar darah dari puting susu
- ⚠Gejala yang semakin berat, seperti nyeri hebat atau demam menetap
Gejala umum
- Nyeri atau rasa sakit pada payudara
- Kemerahan dan pembengkakan pada area payudara
- Payudara terasa panas saat disentuh
- Benjolan terasa nyeri di payudara
- Demam (suhu tubuh naik, biasanya di atas 38°C)
- Merasa lemas, menggigil, atau seperti terkena flu
- Keluarnya cairan dari puting susu, kadang bercampur nanah
Penyebab
Penyebab utama
- Sumbatan pada saluran ASI sehingga ASI tidak mengalir lancar
- Bakteri (biasanya Staphylococcus aureus) masuk melalui retak atau luka kecil pada puting susu
- ASI yang menumpuk atau tidak dikeluarkan secara teratur
Faktor risiko
- Posisi menyusui yang kurang tepat atau pelekatan bayi yang tidak sempurna
- Jadwal menyusui yang tidak teratur atau sering melewatkan sesi menyusui
- Puting susu yang lecet atau terluka
- Menggunakan BH atau pakaian yang terlalu ketat
- Kelelahan, stres, atau kurang istirahat
- Riwayat mastitis sebelumnya
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika gejala tidak membaik setelah 24 jam perawatan mandiri
- Jika demam semakin tinggi atau tidak turun
- Jika segera muncul benjolan yang terasa makin nyeri
- Jika mengeluarkan nanah atau darah dari puting
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda sedang menyusui dan mengalami gejala awal seperti nyeri atau kemerahan
- Jika Anda tidak menyusui tetapi merasakan gejala di payudara
- Jika Anda pernah mengalami mastitis sebelumnya dan ingin mencegahnya berulang
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis mastitis dengan menanyakan gejala, riwayat menyusui, dan memeriksa payudara secara fisik. Pemeriksaan ini biasanya sudah cukup untuk menentukan diagnosis.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik payudara dan puting susu
- Jika gejala tidak khas atau berulang, dokter mungkin melakukan USG payudara
- Tes kultur ASI atau cairan dari puting untuk mengetahui jenis bakteri (jika infeksi berulang atau berat)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat ke dokter, Anda akan diminta menjelaskan gejala yang dialami, riwayat menyusui, dan kondisi kesehatan umum. Dokter akan memeriksa area payudara dengan lembut. Bila diperlukan, dokter akan memberikan langkah pengobatan yang aman sesuai kondisi Anda.
Perawatan
Pengobatan mastitis bertujuan untuk meredakan peradangan, mengatasi infeksi, dan memastikan ASI tetap mengalir. Ibu tetap dianjurkan terus menyusui atau memerah ASI secara teratur untuk membantu mempercepat penyembuhan.
Perawatan mandiri di rumah
- Terus menyusui atau memerah ASI secara teratur, jangan berhenti mendadak
- Gunakan kompres hangat pada payudara sebelum menyusui untuk melancarkan ASI
- Pijat lembut area yang tersumbat dari bagian luar menuju puting susu saat menyusui
- Gunakan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi rasa nyeri dan bengkak
- Perbanyak istirahat dan minum air putih yang cukup
- Gunakan bra yang nyaman dan tidak terlalu ketat
- Konsultasikan dengan dokter atau apoteker tentang obat pereda nyeri yang aman
Perawatan medis
Jika mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai resep, walaupun gejala sudah membaik. Dokter juga dapat merekomendasikan obat pereda nyeri atau demam yang aman.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika terbentuk abses (kumpulan nanah) di payudara, dokter akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan nanah, biasanya melalui prosedur aspirasi dengan jarum atau sayatan kecil. Tindakan ini dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman.
Hidup dengan kondisi ini
Saat sedang mastitis, teruslah menyusui atau memerah ASI secara rutin. Mulailah menyusui dari payudara yang sakit agar aliran ASI tetap lancar. Hangatkan payudara sebelum menyusui dan berikan kompres dingin setelahnya untuk mengurangi nyeri.
Tips gaya hidup
- Pastikan Anda cukup tidur dan mengurangi aktivitas berat
- Kurangi stres dengan teknik relaksasi, seperti napas dalam atau istirahat sejenak
- Minum banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus. Namun, konsumsi makanan bergizi seimbang dan minum cukup air putih dapat membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mastitis dapat membuat Anda merasa nyeri, lelah, dan khawatir, terutama jika Anda baru pertama kali mengalaminya. Ini wajar. Jangan merasa bersalah — mastitis bukan kesalahan Anda. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, keluarga, atau teman yang dapat memberi dukungan.
Pencegahan
Mastitis dapat dicegah atau risikonya dikurangi dengan teknik menyusui yang benar, memastikan pelekatan bayi dengan baik, menyusui secara teratur tanpa melewatkan jadwal, serta merawat puting yang lecet sejak dini. Jika Anda mengalami kesulitan menyusui, segera mintalah bantuan tenaga kesehatan atau konsultan laktasi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Terbentuknya abses atau kumpulan nanah di payudara yang memerlukan tindakan drainase
- Infeksi yang meluas atau mastitis berulang
- Dalam kasus sangat jarang, infeksi dapat menyebar ke aliran darah (sepsis) yang berbahaya
- Rasa sakit berkepanjangan dan gangguan proses menyusui
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan dini, mastitis biasanya membaik dalam beberapa hari hingga 1–2 minggu. Mayoritas ibu dapat sembuh sepenuhnya dan tetap berhasil menyusui. Jangan ragu untuk mencari pertolongan medis agar kondisi Anda segera teratasi.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.