Fotokeratitis: Mata Terbakar karena Sinar Ultraviolet
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Fotokeratitis adalah kerusakan pada kornea (selaput bening di depan mata) yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan. Kondisi ini sering disebut juga sebagai 'mata terbakar sinar matahari' atau 'buta salju'. Sama seperti kulit yang terbakar akibat matahari, kornea mata juga bisa 'terbakar' dan meradang.
Fakta penting
- Fotokeratitis disebabkan oleh paparan sinar UV dari matahari, pantulan salju, air, atau alat las.
- Gejala biasanya muncul 6–12 jam setelah paparan dan dapat berlangsung 24–48 jam.
- Kondisi ini sangat menyakitkan tetapi umumnya sembuh tanpa meninggalkan kerusakan permanen.
- Menggunakan kacamata pelindung yang memblokir sinar UV adalah cara terbaik untuk mencegahnya.
Cukup umum terjadi pada orang yang bekerja atau beraktivitas di lingkungan dengan paparan sinar UV kuat, seperti di pegunungan bersalju, dekat air atau pasir, atau saat menggunakan alat las tanpa pelindung mata.
Fotokeratitis dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, risikonya lebih tinggi pada pendaki gunung, pemain ski, pekerja las, pekerja di luar ruangan, dan pengguna tanning bed (tempat penyamakan kulit).
Gejala
- Nyeri mata yang sangat hebat dan tidak tertahankan
- Kehilangan penglihatan total atau penurunan penglihatan yang mendadak
- Cedera mata akibat paparan alat las atau zat kimia
- ⚠Gejala memburuk setelah 24 jam, bukannya membaik
- ⚠Penglihatan tetap kabur setelah satu hari
- ⚠Mata berair dan merah disertai keluar nanah
- ⚠Jika Anda tidak yakin tentang tingkat keparahan gejala, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat
Gejala umum
- Mata terasa perih atau nyeri seperti terbakar
- Mata merah dan berair
- Sensasi seperti ada pasir atau benda asing di mata
- Silau berlebihan atau tidak tahan melihat cahaya
- Penglihatan kabur atau buram
- Kelopak mata kejang dan sulit dibuka
Gejala pada anak-anak
- Rasa tidak nyaman di mata yang membuat anak sering mengucek mata
- Mata berair dan merah
- Menutup mata atau enggan membuka mata di tempat terang
Gejala pada lansia
- Gejala yang sama dengan orang dewasa pada umumnya
- Penglihatan kabur mungkin lebih terasa dan bisa menyebabkan rasa cemas, terutama jika sudah ada gangguan penglihatan sebelumnya
Penyebab
Penyebab utama
- Paparan langsung sinar matahari yang sangat terang dalam waktu lama tanpa kacamata pelindung
- Pantulan sinar UV dari salju, es, air, atau pasir (buta salju atau mata terbakar air)
- Sinar ultraviolet dari alat las listrik (welder) tanpa pelindung mata
- Paparan dari lampu tanning bed
- Sinar UV dari lampu pembasmi kuman atau alat sterilisasi tanpa pelindung mata
Faktor risiko
- Bekerja sebagai tukang las, pekerja konstruksi, atau teknisi yang terpapar alat las
- Olahraga musim dingin seperti ski atau snowboarding di dataran tinggi
- Mendaki gunung bersalju tanpa kacamata khusus
- Berenang atau berada di dekat kolam renang, pantai, atau danau yang memantulkan sinar matahari
- Menggunakan tanning bed atau lampu UV tanpa kacamata
- Tinggal atau beraktivitas di daerah dekat khatulistiwa yang intensitas sinar UV-nya tinggi
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika nyeri mata tidak berkurang dengan istirahat dan kompres dingin
- Jika penglihatan semakin kabur atau Anda merasa ada bayangan menghalangi penglihatan
- Jika mata merah disertai nanah atau keluar banyak cairan kental
- Jika gejala bertahan lebih dari 24 jam atau semakin parah
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda merasa sudah terpapar sinar UV kuat dan mulai muncul gejala dalam beberapa jam, sebaiknya periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk evaluasi meskipun gejalanya ringan
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat paparan sinar UV, misalnya apakah Anda baru melakukan perjalanan ke pegunungan bersalju atau melakukan pengelasan. Dokter juga akan menanyakan gejala yang Anda rasakan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan mata dengan lampu celah (slit lamp) untuk melihat kornea dan jaringan mata lainnya
- Penggunaan obat tetes pewarna fluorescein untuk mendeteksi kerusakan atau goresan pada kornea
- Pemeriksaan ketajaman penglihatan untuk menilai apakah ada penurunan penglihatan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan mata biasanya tidak menyakitkan, meskipun obat tetes pewarna dapat membuat mata terasa sedikit perih atau terlihat berwarna bila terkena cahaya. Setelah diagnosis, dokter akan menjelaskan tingkat keparahan dan langkah perawatan yang sesuai. Dalam kebanyakan kasus, Anda akan disarankan untuk beristirahat dan melindungi mata dari cahaya terang selama beberapa hari.
Perawatan
Tujuan utama pengobatan fotokeratitis adalah mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, dan memberikan waktu bagi kornea untuk pulih. Dalam banyak kasus, perawatan di rumah sudah cukup, tetapi untuk gejala yang lebih berat, dokter dapat memberikan perawatan medis.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan mata dengan menutup mata atau mengenakan penutup mata yang longgar
- Gunakan kompres dingin di atas kelopak mata tertutup selama 10–15 menit untuk meredakan nyeri
- Hindari menyentuh atau mengucek mata
- Jangan memakai lensa kontak sampai mata benar-benar sembuh
- Gunakan kacamata hitam untuk mengurangi silau saat beraktivitas di tempat terang
- Jika menggunakan obat tetes mata bebas, pilih yang tidak mengandung pengawet dan selalu konsultasikan dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat tetes mata untuk membantu penyembuhan kornea, mengurangi peradangan, atau mencegah infeksi. Penggunaan obat tetes harus selalu sesuai resep dan petunjuk dokter. Jangan pernah berbagi obat tetes mata dengan orang lain. Jika nyeri sangat mengganggu, dokter dapat merekomendasikan obat pereda nyeri yang aman; tanyakan selalu kepada dokter atau apoteker.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi tidak diperlukan untuk fotokeratitis. Namun, jika muncul komplikasi seperti ulkus kornea atau infeksi yang tidak membaik, dokter mungkin akan merujuk ke spesialis mata (dokter spesialis mata).
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa pemulihan, kurangi paparan cahaya terang. Gunakan kacamata hitam setiap kali keluar ruangan. Hindari menonton layar atau membaca terlalu lama karena mata masih sensitif dan mudah lelah. Pastikan istirahat yang cukup agar pemulihan berjalan cepat.
Tips gaya hidup
- Selalu gunakan kacamata hitam dengan pelindung UV saat beraktivitas di luar ruangan
- Jika bekerja dengan alat las, gunakan kacamata las khusus dan perisai wajah
- Jangan pernah menatap matahari atau alat las secara langsung
- Ganti kacamata olahraga yang dirancang untuk olahraga musim dingin atau pantai saat beraktivitas di lingkungan tersebut
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus yang dapat menyembuhkan fotokeratitis, tetapi menjaga pola makan sehat dengan cukup vitamin A, vitamin C, dan zinc dapat mendukung kesehatan mata secara umum. Istirahatkan mata dari aktivitas berat dan hindari olahraga yang memicu debu masuk ke mata sampai sembuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Gangguan penglihatan sementara dapat terasa menakutkan dan menimbulkan kecemasan atau rasa frustrasi. Wajar jika Anda merasa khawatir. Ingatlah bahwa kondisi ini umumnya bersifat sementara dan dapat disembuhkan. Jika kecemasan terasa berat, bicarakan dengan orang yang Anda percaya atau tenaga kesehatan.
Pencegahan
Ya, fotokeratitis hampir sepenuhnya dapat dicegah dengan melindungi mata dari sinar UV. Hal ini dilakukan dengan memakai kacamata yang dirancang khusus untuk memblokir sinar UV, baik saat beraktivitas di luar rumah maupun saat bekerja dengan alat las.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah fotokeratitis. Cara pencegahan terbaik adalah menggunakan pelindung mata yang tepat.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk fotokeratitis, tetapi orang yang sering terpapar sinar UV harus memeriksakan mata secara berkala ke dokter atau fasilitas kesehatan, terutama jika pernah mengalami gangguan penglihatan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi kornea (keratitis) yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan gangguan penglihatan
- Ulkus kornea atau luka terbuka pada kornea
- Gangguan penglihatan permanen jika terjadi kerusakan kornea yang berat dan tidak ditangani
- Meningkatnya risiko katarak atau degenerasi makula di kemudian hari akibat paparan UV yang berulang
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, fotokeratitis biasanya bersifat sementara dan bisa sembuh total dalam waktu 1–2 hari tanpa menimbulkan kerusakan permanen. Jika perawatan dilakukan dengan benar dan Anda melindungi mata sejak dini, pemulihan biasanya cepat dan penglihatan Anda akan kembali normal. Yang terpenting adalah jangan mengabaikan gejala dan segera memeriksakan diri jika kondisi tidak membaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.