Glomerulonefritis (Radang Saringan Ginjal)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Glomerulonefritis adalah peradangan di glomerulus, yaitu saringan-saringan kecil di dalam ginjal yang bertugas menyaring darah dan membuang kotoran melalui urine. Saat saringan ini meradang, ginjal tidak bisa membuang kotoran dan cairan dengan baik, sehingga darah dan protein bisa bocor ke urine, dan tubuh bisa membengkak.
Fakta penting
- Glomerulus adalah saringan kecil di dalam ginjal yang tugasnya membersihkan darah.
- Peradangan bisa datang tiba-tiba (akut) atau berjalan lama dan baru ditemukan tanpa disadari (kronis).
- Tanda yang sering muncul: urine berbusa atau kemerahan, bengkak di kaki atau kelopak mata, dan tekanan darah tinggi.
- Banyak penyebabnya: infeksi, penyakit autoimun, atau faktor lain; kadang penyebabnya tidak diketahui.
- Dengan penanganan yang tepat sejak dini, kerusakan ginjal dapat diperlambat atau dicegah.
Glomerulonefritis merupakan salah satu penyebab penting penyakit ginjal, meski tidak sesering diabetes atau tekanan darah tinggi sebagai penyebab gagal ginjal di Indonesia. Banyak orang mengalaminya tanpa menyadari sampai kondisi sudah lanjut.
Kondisi ini dapat dialami semua usia. Pada anak-anak dan dewasa muda, glomerulonefritis sering muncul setelah infeksi tenggorokan atau kulit. Beberapa jenis lebih sering pada pria, sedangkan penyakit lupus yang menyerang ginjal lebih banyak terjadi pada wanita.
Gejala
- Tidak dapat buang air kecil sama sekali dalam 12 jam atau lebih.
- Sesak napas atau kesulitan bernapas.
- Nyeri dada atau jantung berdebar kuat.
- Kejang atau penurunan kesadaran.
- Muntah darah atau batuk darah.
- ⚠Darah yang jelas terlihat pada urine.
- ⚠Pembengkakan yang memburuk dengan cepat di wajah, kaki, atau perut.
- ⚠Tekanan darah sangat tinggi disertai sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan.
- ⚠Hanya sedikit urine padahal sudah banyak minum.
Gejala umum
- Urine berbuih atau berbusa seperti bir, menandakan kebocoran protein.
- Urine berwarna keruh, merah muda, atau seperti teh pekat.
- Pembengkakan di wajah, kelopak mata, kaki, atau perut.
- Tekanan darah tinggi.
- Kelelahan dan lemas.
- Frekuensi buang air kecil berkurang.
- Nyeri pinggang atau perut kadang muncul, tapi tidak selalu.
Gejala pada anak-anak
- Kelopak mata atau wajah bengkak saat bangun pagi.
- Urine berwarna gelap atau merah.
- Jumlah urine lebih sedikit dari biasanya.
- Mual, muntah, atau nyeri perut.
- Bisa disertai riwayat infeksi tenggorokan atau kulit sekitar 1–3 minggu sebelumnya.
Gejala pada lansia
- Tanda gagal ginjal bisa samar, seperti mudah lelah, bingung, atau kehilangan nafsu makan.
- Pembengkakan pada tungkai atau pergelangan kaki.
- Sesak napas ringan karena kelebihan cairan.
- Tekanan darah yang tiba-tiba sulit dikendalikan.
- Urine yang lebih sedikit atau lebih pekat.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri, misalnya radang tenggorokan akibat streptokokus atau infeksi kulit.
- Infeksi virus, seperti HIV, hepatitis B, atau hepatitis C.
- Penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang organ sendiri, contohnya lupus atau IgA nephropathy.
- Penyakit peradangan pembuluh darah (vaskulitis).
- Efek samping obat-obatan tertentu atau reaksi alergi yang jarang terjadi.
- Kadang penyebabnya tidak diketahui.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal autoimun.
- Pernah atau sedang mengalami infeksi berulang.
- Mengidap penyakit autoimun, seperti lupus atau rematik.
- Paparan obat atau zat tertentu tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika urine berwarna merah atau tidak ada urine sama sekali dalam 12 jam.
- Jika kaki, wajah, atau perut membengkak dalam hitungan hari.
- Jika Anda mengalami sesak napas atau nyeri dada.
Buat janji temu rutin jika:
- Buat janji dokter jika urine terus berbusa lebih dari seminggu.
- Jika merasa lemas, mudah lelah, atau nafsu makan turun tanpa sebab jelas.
- Jika tekanan darah rutin tinggi dan belum pernah diperiksa menyeluruh.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik, lalu memeriksa urine dan darah. Untuk memastikan penyebab, dokter mungkin melakukan tes lanjutan, termasuk mengambil jaringan ginjal (biopsi) jika diperlukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes urine (urinalisis): untuk melihat darah, protein, dan kotoran dalam urine.
- Tes darah: memeriksa fungsi ginjal (kreatinin, urea), elektrolit, dan antibodi penyebab.
- USG ginjal: melihat ukuran dan bentuk ginjal serta mendeteksi penyumbatan.
- Biopsi ginjal: mengambil sebagian kecil jaringan ginjal dengan jarum untuk diperiksa di laboratorium.
- Tes penunjang lain: seperti tes untuk lupus, hepatitis, atau peradangan pembuluh darah.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dilakukan di rumah sakit atau puskesmas dengan rujukan. Anda mungkin diminta puasa sebelum tes darah. Biopsi hanya dilakukan jika dokter mencurigai jenis glomerulonefritis tertentu atau jika kondisi tidak membaik. Sebelum biopsi, dokter akan membius kulit dan menggunakan alat pemindai sebagai panduan, sehingga prosedurnya relatif aman.
Perawatan
Penanganan tergantung pada penyebab, jenis, dan seberapa parah kerusakan ginjal. Tujuannya adalah menghentikan peradangan, meredakan gejala seperti bengkak dan tekanan darah tinggi, serta mencegah kerusakan ginjal bertambah. Dokter akan menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi makanan asin dan kurangi konsumsi garam untuk mengendalikan tekanan darah.
- Batasi minuman beralkohol dan berhenti merokok.
- Istirahat yang cukup jika tubuh terasa lelah.
- Pantau berat badan setiap hari untuk mendeteksi penumpukan cairan.
- Jangan minum obat pereda nyeri atau obat lain tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat dapat membebani ginjal.
- Patuhi jadwal kontrol rutin ke dokter.
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan tekanan darah, obat untuk membuang cairan berlebih agar bengkak berkurang, serta obat untuk menekan sistem kekebalan jika penyebabnya autoimun. Obat-obatan ini harus diminum sesuai resep dan pengawasan dokter. Jika ginjal sudah sangat rusak, dokter akan membahas terapi pengganti ginjal seperti cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Biopsi ginjal bukan pembedahan besar. Jika ginjal sudah gagal total, tindakan yang sering dibahas adalah cuci darah atau transplantasi ginjal. Keputusan dilakukan bersama tim dokter spesialis ginjal dan bedah.
Hidup dengan kondisi ini
Glomerulonefritis sering merupakan kondisi jangka panjang. Anda perlu rutin minum obat, memeriksa tekanan darah, dan menjalani tes urine atau darah sesuai jadwal. Selama fungsi ginjal masih baik, Anda tetap dapat bekerja dan beraktivitas seperti biasa.
Tips gaya hidup
- Minum air putih dalam jumlah wajar, kecuali dokter memberikan batasan cairan.
- Makan makanan bergizi seimbang dengan cukup buah dan sayuran.
- Batasi garam dan jauhi makanan olahan yang tinggi natrium.
- Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki jika kondisi memungkinkan.
- Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menu yang ramah ginjal.
Diet dan olahraga
Pola makan rendah garam sangat penting untuk mengurangi beban kerja ginjal. Pada sebagian orang, dokter atau ahli gizi juga membatasi asupan protein dan kalium, namun kebutuhan setiap orang berbeda. Olahraga ringan seperti jalan santai sekitar 30 menit per hari dapat membantu menjaga tekanan darah dan berat badan. Hentikan olahraga jika muncul keluhan seperti sesak atau nyeri dada.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit ginjal dapat menimbulkan rasa cemas, sedih, atau khawatir. Perasaan ini wajar. Jangan memendamnya sendiri; ceritakan kepada orang terdekat atau tenaga kesehatan. Jika perasaan itu terus mengganggu, mintalah rujukan ke psikolog atau layanan konseling.
Pencegahan
Tidak semua glomerulonefritis dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Namun risiko kerusakan ginjal dapat dikurangi dengan mengobati infeksi sampai tuntas, menjaga tekanan darah tetap sehat, dan tidak menggunakan obat sembarangan.
Vaksin
Tanyakan kepada dokter apakah Anda perlu mendapatkan vaksinasi influenza atau pneumonia, karena infeksi dapat memperburuk kondisi ginjal.
Program skrining
Pemeriksaan urine rutin dapat membantu menemukan darah atau protein sejak dini, terutama jika Anda termasuk kelompok berisiko. Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala sesuai anjuran dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penyakit ginjal kronis, yaitu penurunan fungsi ginjal yang menetap.
- Gagal ginjal stadium akhir, sehingga membutuhkan cuci darah atau transplantasi.
- Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.
- Penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas.
- Peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Prospek jangka panjang
Meski kondisi ini serius, banyak jenis glomerulonefritis merespons pengobatan dengan baik. Dengan deteksi dini, kepatuhan minum obat, dan gaya hidup sehat, kerusakan ginjal dapat diperlambat dan kualitas hidup tetap terjaga. Tetap berpegang pada rencana pengobatan dan kontrol rutin adalah kunci utama.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.