Patah Tulang Pinggul (Hip Fracture)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Patah tulang pinggul adalah retak atau patah pada bagian atas tulang paha (femur) yang membentuk sendi pinggul. Ini adalah cedera serius yang biasanya membutuhkan penanganan medis segera.
Fakta penting
- Paling sering terjadi pada orang lanjut usia.
- Penyebab utama adalah jatuh, terutama jika tulang sudah lemah.
- Penanganan biasanya berupa operasi dan dilanjutkan dengan fisioterapi.
Ya, patah tulang pinggul cukup umum, terutama pada orang berusia di atas 65 tahun. Di Indonesia, angka kejadiannya meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia.
Lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, terutama perempuan dan mereka yang memiliki osteoporosis (kepadatan tulang yang rendah). Namun, bisa juga terjadi pada orang muda akibat kecelakaan berat.
Gejala
- Jatuh diikuti nyeri pinggul yang parah dan tidak bisa berdiri
- Kaki tampak salah bentuk atau memendek
- Tidak bisa menggerakkan kaki atau pergelangan kaki
- Gejala syok seperti pucat, keringat dingin, atau pingsan setelah cedera
- ⚠Nyeri pinggul yang menetap setelah cedera meski masih bisa berjalan
- ⚠Kesulitan menumpu beban pada satu kaki
- ⚠Nyeri pinggul yang bertambah parah saat bergerak setelah jatuh
Gejala umum
- Nyeri parah di area pinggul atau selangkangan
- Tidak mampu berdiri atau berjalan setelah jatuh
- Kaki di sisi yang cedera tampak lebih pendek atau berputar ke luar
- Bengkak atau memar di sekitar pinggul
Gejala pada anak-anak
- Patah tulang pinggul pada anak jarang terjadi, tetapi bisa timbul setelah kecelakaan seperti jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas. Gejalanya sama: nyeri, tidak bisa menggerakkan kaki, atau menangis saat kaki digerakkan.
Gejala pada lansia
- Orang lanjut usia mungkin tidak merasakan nyeri yang sangat hebat, tetapi sering mengeluh nyeri di selangkangan atau lutut.
- Kadang tidak bisa bangun setelah jatuh, atau merasa bingung dan tidak sadar bahwa pinggulnya patah.
Penyebab
Penyebab utama
- Jatuh, terutama saat berdiri dari posisi duduk atau dari tempat tidur
- Osteoporosis yang membuat tulang rapuh dan mudah patah
- Kecelakaan dengan benturan keras pada pinggul
Faktor risiko
- Usia lanjut
- Jenis kelamin perempuan (terutama setelah menopause)
- Kepadatan tulang yang rendah (osteoporosis)
- Gangguan keseimbangan atau kelemahan otot
- Gangguan penglihatan
- Konsumsi obat-obatan yang menyebabkan pusing atau penurunan kesadaran
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke fasilitas kesehatan atau hubungi layanan darurat jika Anda jatuh dan merasakan nyeri hebat di pinggul, tidak bisa berdiri, atau kaki terlihat bengkok.
Buat janji temu rutin jika:
- Buat janji dengan dokter jika Anda mengalami nyeri pinggul yang tidak hilang dalam beberapa hari, terutama jika Anda berisiko tinggi mengalami osteoporosis.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat jatuh, melakukan pemeriksaan fisik, lalu biasanya meminta pemeriksaan pencitraan untuk melihat kondisi tulang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Rontgen (X-ray) untuk melihat retak atau patah pada tulang
- MRI (pencitraan resonansi magnetik) jika rontgen tidak jelas
- CT scan untuk melihat detail tulang jika diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda mungkin diminta berbaring dan menggerakkan kaki dengan perlahan. Rontgen akan dilakukan di instalasi radiologi. Bila nyeri sangat terasa, dokter akan memberi obat pereda nyeri untuk membuat Anda nyaman.
Perawatan
Penanganan utama patah tulang pinggul adalah operasi untuk menyambungkan kembali tulang. Setelah operasi, fisioterapi sangat penting agar Anda bisa berjalan kembali.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan kaki sesuai anjuran dokter dan fisioterapis
- Gunakan alat bantu seperti tongkat atau walker selama masa penyembuhan
- Lakukan latihan gerak dan kekuatan secara bertahap sesuai panduan tenaga kesehatan
- Jaga luka operasi tetap bersih dan kering
Perawatan medis
Perawatan medis umumnya berupa operasi, baik dengan memasang sekrup, pelat logam, maupun penggantian sendi pinggul. Dokter akan memilih metode yang paling sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda. Obat pereda nyeri diberikan untuk mengendalikan nyeri, tetapi pemilihannya harus berdasarkan resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Hampir semua patah tulang pinggul memerlukan operasi. Operasi bertujuan mengurangi nyeri, mengembalikan posisi tulang, dan memungkinkan Anda bergerak kembali lebih cepat. Penundaan operasi bisa meningkatkan risiko komplikasi.
Hidup dengan kondisi ini
Masa pemulihan berlangsung beberapa bulan. Anda mungkin perlu bantuan untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi dan berpakaian. Ikuti jadwal kontrol dan fisioterapi dengan teratur.
Tips gaya hidup
- Buat rumah lebih aman: pasang pegangan di kamar mandi, rapikan kabel dan alas lantai
- Gunakan alas kaki yang tidak licin
- Lakukan latihan keseimbangan dan penguatan otot sesuai anjuran fisioterapis
- Hindari berdiri terlalu lama atau mengejan berlebihan
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu, ikan, tahu, dan sayuran hijau, untuk membantu penyembuhan tulang. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk lansia dapat dilakukan setelah kondisi membaik dan atas persetujuan dokter.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Patah tulang pinggul bisa membuat Anda merasa cemas, sedih, atau takut jatuh lagi. Perasaan ini normal. Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jika perasaan itu berlarut-larut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dukungan yang tepat.
Pencegahan
Sebagian besar patah tulang pinggul dapat dicegah dengan menjaga kesehatan tulang dan mencegah jatuh. Pemeriksaan kepadatan tulang disarankan bagi perempuan di atas 65 tahun atau laki-laki dengan faktor risiko, sesuai anjuran dokter.
Program skrining
Diskusikan dengan dokter tentang pemeriksaan kepadatan tulang (densitometri) untuk menilai risiko osteoporosis, terutama jika Anda berusia lanjut atau pernah mengalami patah tulang ringan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Tulang tidak menyambung dengan benar, menyebabkan nyeri berkepanjangan
- Bekuan darah di kaki (trombosis vena dalam) karena lama tidak bergerak
- Kehilangan kemampuan berjalan secara permanen
- Gangguan pengapuran sendi atau radang sendi di kemudian hari
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat, operasi yang tepat, dan fisioterapi yang rutin, banyak orang berhasil berjalan kembali dan menjalani aktivitas seperti sebelumnya. Kuncinya adalah tidak menunda perawatan dan bersabar dalam pemulihan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.