Multiple Sclerosis (MS) pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit kronis pada sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Pada MS, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang lapisan pelindung saraf, yang disebut mielin. Mielin seperti isolasi pada kabel listrik. Jika rusak, sinyal saraf menjadi terganggu. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti kelemahan otot, gangguan penglihatan, kesemutan, dan masalah keseimbangan. Meskipun MS jarang terjadi pada anak-anak, kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang, belajar, dan kehidupan sehari-hari.
Fakta penting
- MS adalah penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri, yaitu lapisan mielin saraf.
- Pada anak-anak, MS biasanya muncul dengan gejala kambuh dan membaik (relaps-remisi). Kekambuhan bisa berlangsung beberapa hari hingga minggu, lalu pulih sebagian atau sepenuhnya.
- Dengan perawatan medis modern dan dukungan yang tepat, banyak anak dengan MS dapat menjalani kehidupan yang aktif dan bermakna.
Tidak, MS sangat jarang terjadi pada anak-anak. Kurang dari 5% dari semua kasus MS mulai muncul pada masa anak-anak. MS lebih sering terdiagnosis pada orang dewasa muda, terutama usia 20 hingga 40 tahun. Meski begitu, anak-anak dan remaja tetap bisa mengalami kondisi ini.
MS pada anak lebih sering terjadi pada remaja daripada anak kecil. Usia rata-rata saat gejala pertama muncul sekitar 13–15 tahun. Anak perempuan berisiko lebih tinggi terkena MS dibandingkan anak laki-laki. MS juga lebih sering ditemukan pada anak dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit autoimun, meskipun kebanyakan anak dengan MS tidak memiliki keluarga yang terkena.
Gejala
- Tiba-tiba tidak bisa melihat, terutama pada satu mata
- Kelumpuhan atau kelemahan mendadak pada lengan atau tungkai
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
- Bingung parah atau perubahan kesadaran
- Gangguan napas atau sesak yang parah
- Kejang yang tidak biasa
- ⚠Gejala baru yang memburuk dalam beberapa hari, seperti kesemutan atau kelemahan yang semakin luas
- ⚠Gangguan penglihatan yang semakin jelas atau berulang
- ⚠Tidak bisa menahan buang air kecil atau buang air besar
- ⚠Nyeri saat menggerakkan mata yang disertai penglihatan kabur
- ⚠Kesulitan berjalan atau jatuh yang tidak biasa
Gejala umum
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan, kaki, atau wajah
- Kelemahan otot, terutama pada satu sisi tubuh
- Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur, ganda, atau nyeri saat menggerakkan mata
- Masalah keseimbangan dan koordinasi gerakan
- Kelelahan berlebihan yang tidak wajar
- Pusing atau merasa seperti berputar
- Gangguan kontrol kandung kemih, seperti sering buang air kecil atau mengompol
- Kesulitan berpikir, berkonsentrasi, atau mengingat
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak mungkin merasa sangat lelah dan cepat lelah saat bermain atau belajar.
- Gejala bisa mirip dengan penyakit lain, sehingga sering tertunda diagnosisnya.
- Gangguan kognitif seperti kesulitan fokus di kelas atau penurunan nilai sekolah bisa menjadi tanda awal.
- Kadang muncul perubahan suasana hati atau mudah tersinggung tanpa sebab yang jelas.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, MS jarang terdiagnosis pertama kali, tetapi jika sudah ada sebelumnya, gejalanya mungkin menjadi lebih sulit dibedakan dari penuaan biasa.
- Gangguan gaya berjalan, keseimbangan, dan kekuatan otot bisa lebih terasa.
- Lansia dengan MS juga lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi penyakit lain, sehingga perawatan perlu lebih hati-hati.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti MS belum diketahui. Para ahli meyakini MS terjadi karena kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan sistem kekebalan tubuh.
- Pada MS, sistem imun menyerang mielin, yaitu lapisan pelindung serat saraf. Kerusakan mielin ini mengganggu sinyal listrik antarsel saraf.
- Infeksi virus tertentu, terutama virus Epstein-Barr, diduga dapat memicu MS pada orang yang sudah memiliki risiko genetik.
Faktor risiko
- Berjenis kelamin perempuan
- Memiliki anggota keluarga dekat yang terkena MS atau penyakit autoimun lain
- Pernah atau terpapar virus Epstein-Barr (virus penyebab demam kelenjar)
- Tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa (lebih sedikit paparan sinar matahari dan vitamin D)
- Kadar vitamin D yang rendah dalam darah
- Merokok atau terpapar asap rokok pada remaja (merokok aktif berisiko lebih tinggi)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika anak mengalami gejala saraf baru yang berlangsung lebih dari satu hari, seperti mati rasa, kelemahan, atau gangguan penglihatan, segera periksakan ke dokter.
- Jika gejala sering muncul dan hilang timbul, jangan menunggu hingga parah — segera konsultasikan.
- Jika anak kesulitan berjalan, sulit melihat, atau mengeluh nyeri pada mata saat bergerak, segera hubungi layanan kesehatan.
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang dan kesehatan umum secara rutin.
- Jika ada riwayat keluarga dengan MS, bicarakan dengan dokter tentang risiko dan gejala yang perlu diperhatikan.
- Jika anak memiliki keluhan yang tidak biasa seperti mudah lelah, sulit konsentrasi, atau sering kesemutan, buat jadwal konsultasi untuk evaluasi lebih lanjut.
Diagnosis
Diagnosis MS pada anak membutuhkan pemeriksaan yang cermat oleh dokter saraf (neurolog). Dokter akan menanyakan riwayat gejala, melakukan pemeriksaan fisik dan saraf, serta menjalankan beberapa tes. Tidak ada satu tes tunggal yang bisa memastikan MS. Dokter akan menyingkirkan penyakit lain yang memiliki gejala mirip, seperti infeksi atau gangguan metabolik.
Tes yang mungkin dilakukan
- Magnetic Resonance Imaging (MRI): pemeriksaan pencitraan untuk melihat lesi atau kerusakan mielin di otak dan sumsum tulang belakang.
- Pungsi lumbal (kadar cairan serebrospinal): pengambilan cairan dari sekitar sumsum tulang belakang untuk diperiksa di laboratorium.
- Tes potensial bangkitan: pemeriksaan yang mengukur kecepatan aliran sinyal saraf ke otak, misalnya saat melihat atau mendengar.
- Tes darah: digunakan untuk menyingkirkan penyakit lain yang gejalanya mirip MS.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis bisa memakan waktu, karena dokter perlu menyingkirkan kemungkinan lain dan melihat pola gejala. Anda akan dirawat oleh tim dokter yang mungkin mencakup dokter saraf anak, dokter rehabilitasi, dan perawat. Selama proses ini, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan dan minta penjelasan yang mudah dipahami.
Perawatan
Meskipun MS pada anak belum dapat disembuhkan secara total, tujuan pengobatan adalah mengurangi kekambuhan, memperlambat kerusakan saraf, dan membantu anak tetap beraktivitas normal. Perawatan sebaiknya dilakukan oleh tim medis berpengalaman yang memahami MS pada anak. Perawatan akan disesuaikan dengan kondisi dan usia anak, serta melibatkan dukungan keluarga.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan anak cukup tidur dan beristirahat di antara aktivitas untuk mengurangi kelelahan.
- Jaga pola makan sehat dan seimbang, serta cukup asupan vitamin D sesuai anjuran dokter.
- Dorong anak untuk aktif bergerak sesuai kemampuan, seperti berjalan, berenang, atau bersepeda santai.
- Catat gejala harian untuk membantu dokter menilai perkembangan dan kekambuhan.
- Bantu anak mengelola stres dengan cara berbicara terbuka dan melakukan aktivitas yang ia nikmati.
Perawatan medis
Pengobatan MS biasanya meliputi terapi modifikasi perjalanan penyakit yang disuntikkan atau diminum; obat ini bekerja mengurangi aktivitas sistem imun yang menyerang saraf. Pada saat kekambuhan akut, dokter dapat memberikan obat pereda peradangan (kortikosteroid) dalam waktu singkat. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan gejala tertentu, seperti kesemutan, kaku otot, atau masalah kandung kemih. Semua pengobatan harus dimulai dan dipantau oleh dokter spesialis — orang tua tidak boleh memberikan obat tanpa resep.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi bukan pengobatan utama untuk MS. Namun, pada beberapa kasus yang jarang, tindakan bedah mungkin diperlukan untuk mengatasi komplikasi, misalnya pemasangan kateter untuk membantu buang air kecil pada gangguan kandung kemih berat, atau prosedur tertentu untuk mengurangi spastisitas (kekauan otot) jika tidak berhasil dengan terapi lain.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan MS pada anak memerlukan penyesuaian, tetapi banyak keluarga yang tetap menjalani hari dengan gembira. Buat rutinitas harian yang fleksibel, istirahat di sela aktivitas, dan beri anak ruang untuk bermain dan bersosialisasi. Guru dan sekolah sebaiknya diberi tahu tentang kondisi anak agar bisa mendapatkan dukungan jika perlu.
Tips gaya hidup
- Ciptakan lingkungan rumah yang aman, misalnya pasang pegangan di kamar mandi dan singkirkan karpet yang licin.
- Hindarkan anak dari paparan asap rokok.
- Selingi kegiatan fisik dengan istirahat agar anak tidak terlalu lelah.
- Lindungi anak dari kepanasan — suhu tinggi dapat memperburuk gejala sementara.
- Pertahankan komunikasi terbuka dengan anak, dengarkan kebutuhannya.
Diet dan olahraga
Makanan sehat kaya sayur, buah, biji-bijian, dan protein tanpa lemak dapat membantu menjaga kekuatan dan energi. Batasi makanan olahan dan gula berlebih. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau berenang dapat memperbaiki keseimbangan dan suasana hati. Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk membuat rencana olahraga yang aman dan sesuai.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak dengan MS mungkin merasa khawatir, sedih, atau stres karena gejala yang muncul. Ini adalah hal yang wajar. Dukungan emosional dari keluarga sangat penting. Ajarkan anak untuk menyebutkan perasaannya, dan jika perlu minta bantuan psikolog atau konselor anak. Orang tua juga perlu menjaga kesehatan mental sendiri dan mencari dukungan untuk mencegah kelelahan.
Pencegahan
Sampai saat ini belum ada cara yang pasti untuk mencegah MS. Karena faktor penyebabnya campuran antara gen dan lingkungan, MS tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, menjaga kadar vitamin D yang cukup, menerapkan gaya hidup sehat, serta menghindari merokok dan paparan asap rokok sejak muda dapat membantu mengurangi risiko.
Vaksin
Imunisasi sesuai jadwal tetap penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Jika anak sudah didiagnosis MS, bicarakan dengan dokter sebelum vaksinasi tertentu karena ada beberapa vaksin yang perlu disesuaikan pada anak yang sedang mendapatkan terapi imunomodulator. Imunisasi umumnya aman dan bermanfaat.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining rutin untuk MS pada anak yang sehat. Penegakan diagnosis hanya dilakukan jika anak menunjukkan gejala neurologis yang mengarah pada MS. Pemeriksaan MRI atau tes lain hanya dilakukan jika dokter mencurigai gangguan saraf.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kekambuhan berulang yang dapat menyebabkan kerusakan saraf lebih parah
- Peningkatan kecacatan fisik, seperti kesulitan berjalan atau menggunakan tangan
- Gangguan kognitif yang mengganggu prestasi belajar dan perkembangan sosial
- Masalah penglihatan permanen pada beberapa kasus
- Gangguan kandung kemih yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, banyak anak dengan MS yang merespons pengobatan dengan baik. Dengan penanganan dini yang tepat, kekambuhan bisa ditekan dan anak dapat terus bersekolah, bermain, dan meraih mimpi. Perjalanan MS sangat bervariasi — sebagian anak mengalami gejala ringan dan jarang kambuh. Harapan kami, kemajuan pengobatan terus meningkat sehingga masa depan anak-anak ini semakin cerah.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.